Connect with us

Featured

Tidak Mampu Bayar Tunggakan, SMA Kebangsaan Tahan Ijazah Siswa

Published

on

Lampung Selatan, DNL : Meski sudah menyelesaikan pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) Kebangsaan, Ilham Rafaidan Idzlal (19) tidak bisa melanjutkan karir atau meneruskan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

Pasalnya, ijazah kelulusan tanda telah menyelesaikan pendidikan tingkat SMA hingga kini masih berada di SMA Kebangsaan Kabupaten Lampung Selatan. Pemuda berusia remaja ini menyampaikan alasan penahanan ijazah tersebut, lantaran pihak keluarganya belum sanggup melunasi tunggakan biaya pendidikan yang hingga mencapai sekitar Rp148.200.000.

“Ijazah saya masih ditahan oleh pihak sekolah, belum dikasihkan juga sampai sekarang jika belum melunasi. Akhirnya saya terlunta-lunta, mau melamar pekerjaan gak bisa, mau melanjutkan pendidikan apalagi. Sekarang ini saya bingung dan juga sedih, harus berbuat apa dan bagaimana. Apalagi ini menyangkut urusan masa depan saya,” tutur Ilham dengan wajah tertunduk berlinangan air mata saat ditemui di kediaman orangtuanya di Desa Totoharjo Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, Kamis (19/09/2024).

“Apalagi kalau sudah dengar kabar dari kawan-kawan lain, ada yang sudah diterima polisi, ada juga yang lanjut kuliah ataupun bekerja. Sedangkan saya menjadi serba salah tidak bisa berbuat apa-apa,” imbuh anak sulung dari pasangan Jamroni dan Dwi Catur Wati itu.

Namun demikian, yang paling menyakitkan diakui Ilham pada saat mengetahui adanya perlakuan tidak adil dari pihak sekolah yang notabene milik dari salah satu ketua umum partai itu kepada dirinya terkait dengan pemberian kuota beasiswa dari pemerintah provinsi Lampung kepada 2 siswa lain seangkatannya yang sama-sama berasal dari daerah Lampung Selatan.

“Sebenarnya masalah ini yang paling menyakitkan bagi hati saya. Dimana untuk angkatan saya, angkatan 2021 itu ada 3 siswa asal Lampung Selatan termasuk saya yang lulus tes masuk sekolah pada jalur mandiri. Namun dalam perjalanannya, 2 siswa lain itu malah dipindah rombongan belajar dengan kuota beasiswa dari Pemerintah Provinsi Lampung. Selidik punya selidik, didapatkan kabar jika 2 siswa tersebut ternyata masih memiliki kekerabatan dengan founder SMA Kebangsaan, bapak Zulkifli Hasan,” ujarnya lirih seraya mengungkapkan domisili 2 siswa tersebut 1 dari Desa Pisang Penengahan dan 1 lagi Pesisir Rajabasa.

“Saya merasa diperlakukan tidak adil, adanya perlakuan diskriminasi. Jika bicara hasil tes masuk, boleh diadu, begitu juga dengan hasil akademik selama mengikuti pendidikan di SMA Kebangsaan. Apa karena saya bukan dari keluarga terpandang, sehingganya mendapat perlakuan tidak adil seperti ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ilham pun mengungkapkan ihwal dirinya bisa bersekolah di SMA Kebangsaan dengan konsep Boarding School (Sekolah Berasarama). Dia menceritakan kala jelang kelulusan sekolah lanjutan tingkat pertama di sebuah pondok pesantren, dirinya mendapatkan sebuah informasi digital dari sosmed dengan platform Instagram (IG).

“Dari situ saya tertarik bersekolah disana (SMA Kebangsaan), dengan iming-iming SMA Kebangsaan adalah sekolah kepemimpinan yang mencetak taruna-taruni untuk melanjutkan pendidikan ke akademi militer dan kepolisian,” ucapnya.

Setelah lulus, terus Ilham, secara diam-diam mendaftar secara langsung ke SMA Kebangsaan dan mengikuti tes masuk dan dinyatakan lulus. Kemudian, setelah bermodalkan lulus tes masuk SMA Kebangsaan itu, Ilham baru mengungkapkan akan cita-cita dan harapannya bersekolah di SMA yang sejak 2017 dikelola oleh bakal calon bupati Egi Radityo Pratama.

“Saya pikir sekolah SMA Kebangsaan itu memang sekolah spesial, bisa langsung kerja atau kelulusannya menjadi prioritas untuk diterima di sekolah militer tentara atau sekolah perwira polisi, karena biaya sekolahnya sangat mahal. Biaya pangkalnya saja untuk siswa baru mencapai Rp40 juta dan biaya SPP perbulannya hingga Rp4 juta lebih,” timpal Jamroni (47) ayah kandung dari IlhamMasalah biayanya sekolah ini pun diamini oleh Dwi Catur Wati, ibu kandung dari Ilham Rafaidan Idzlal.

Bahkan, Dwi Catur Wati mengungkapkan bagaimana selaku orang tua akhirnya memberikan restu kepada anak pertamanya itu bersekolah di SMA Kebangsaan yang bertarif sangat mahal dan fantastis. Belakangan, baik kedua orangtuanya maupun Ilham sendiri mengungkapkan penyesalannya telah bersekolah di SMA yang didirikan sejak 2013. (Rls)

Featured

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Berdampak, PMI Lamsel Salurkan Ribuan Masker ke Warga Rajabasa

Published

on

Lampung Selatan,Dailynewslampung.com — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lampung Selatan bergerak cepat merespons dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) dengan menyalurkan masker kepada masyarakat, khususnya warga di kawasan pesisir Kecamatan Rajabasa.

Sebanyak 15 ribu masker bantuan dari PMI Kota Cilegon disalurkan kepada masyarakat Lampung Selatan pada Minggu (6/9/2026). Bantuan tersebut dijemput langsung oleh jajaran PMI Lampung Selatan dari Kota Cilegon untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga yang terdampak abu vulkanik.

Sekretaris PMI Lampung Selatan, Nizar Adha, mengatakan aksi tersebut merupakan respons cepat PMI untuk membantu masyarakat menghadapi dampak peningkatan aktivitas GAK.

“Hari ini kita dari PMI Lampung Selatan bersama teman-teman relawan, Kabid Kebencanaan serta seluruh pengurus PMI Lampung Selatan melakukan aksi cepat untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak debu abu vulkanik,” ujar Nizar saat menyerahkan bantuan, Minggu (6/9/2026).

Menurutnya, distribusi masker diprioritaskan ke wilayah yang terdampak abu vulkanik, terutama kawasan pesisir Kecamatan Rajabasa.

Masker tersebut diharapkan dapat menjadi perlindungan dasar bagi masyarakat, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

“Masker-masker ini agar bisa didistribusikan di wilayah Lampung Selatan yang sekiranya bisa membantu meringankan teman-teman dan warga semua yang terdampak debu abu vulkanik,” katanya.

Selain menyalurkan bantuan pada Minggu, relawan PMI Lampung Selatan sehari sebelumnya juga telah bergerak di sejumlah ruas jalan di Kota Kalianda. Relawan membagikan masker kepada masyarakat sekaligus mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik.

Sebelumnya, PMI Lampung Selatan juga telah menyalurkan sekitar 3 ribu masker ke Pulau Sebesi. Dengan tambahan sebanyak 15 ribu masker bantuan dari PMI Kota Cilegon, PMI Lampung Selatan terus memperkuat dukungan perlindungan bagi masyarakat yang terdampak sebaran abu vulkanik GAK.

Nizar mengapresiasi dukungan PMI Kota Cilegon yang telah memberikan bantuan masker bagi masyarakat Lampung Selatan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PMI Kota Cilegon yang sudah membantu masyarakat Lampung Selatan dengan memberikan bantuan berupa masker,” ujarnya.

PMI Lampung Selatan juga memastikan relawan terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan. Langkah kemanusiaan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kebutuhan masyarakat terdampak.

Sementara itu, masyarakat Lampung Selatan, khususnya warga di kawasan pesisir, diimbau tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Warga juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah maupun instansi terkait.

Kesiapsiagaan relawan PMI Lampung Selatan akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.(Red)

 

Continue Reading

Featured

Rycko Menoza Dorong Pemerataan Sarana Pendidikan Lewat Program Revitalisasi Sekolah

Published

on

Lampung Selatan,Dailynewslampung.com — Anggota Komisi X DPR RI, Rycko Menoza, S.ZP., M.B.A., mendorong pemerataan sarana dan prasarana pendidikan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Program tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh peserta didik memperoleh fasilitas belajar yang layak dan berkualitas.

Hal itu disampaikan Rycko saat menghadiri Workshop Pendidikan bertajuk Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dalam Mendukung Sarana dan Prasarana Sekolah di Kalianda Negeri Resort, Lampung Selatan, Minggu (6/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti tenaga pendidik dan guru dari sejumlah sekolah di Kabupaten Lampung Selatan.

Rycko mengatakan, setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses pendidikan yang didukung fasilitas memadai. Karena itu, pemerataan sarana dan prasarana sekolah perlu menjadi perhatian bersama.

“Saya memahami bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak. Kesetaraan dalam mendapatkan akses dan sarana pendidikan harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar Rycko.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah satuan pendidikan di Lampung Selatan yang membutuhkan dukungan pemerintah, khususnya dalam pemenuhan sarana dan prasarana sekolah.

Sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Lampung I, Rycko menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Lampung.

Ia menyebut perhatian terhadap pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga pendidikan menengah.

Rycko juga menekankan pentingnya penyaluran bantuan pemerintah pusat yang tepat sasaran dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

“Kami tidak ingin bantuan dari pusat untuk dunia pendidikan justru tidak memberikan manfaat secara maksimal. Karena itu, bantuan yang diberikan harus tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan sekolah,” katanya.

Dalam workshop tersebut, Rycko membuka ruang dialog dengan para tenaga pendidik. Para guru diberikan kesempatan menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan yang dihadapi sekolah, khususnya terkait sarana dan prasarana pendidikan.

Menurut Rycko, aspirasi dari para guru menjadi masukan penting untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan pendidikan secara langsung di lapangan.

“Kami memberikan kesempatan kepada para guru dan tenaga pendidik yang hadir untuk menyampaikan pertanyaan dan persoalan seputar pendidikan, baik untuk kepentingan sekolah maupun anak didik,” ujarnya.

Ia berharap Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas fasilitas sekolah. Dengan sarana dan prasarana yang memadai, proses belajar mengajar diharapkan berlangsung lebih optimal.

“Pemerataan fasilitas pendidikan bukan hanya soal pembangunan fisik sekolah, tetapi juga bagian dari upaya memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan belajar yang setara,” pungkasnya. (Red)

 

Continue Reading

Featured

Aktivitas Anak Krakatau Meningkat, Warga Lamsel Diminta Waspada dan Gunakan Masker

Published

on

Lampung Selatan,Dailynewslampung.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) yang saat ini berstatus Level III (Siaga).

Masyarakat diminta tetap tenang dan dapat beraktivitas seperti biasa, namun menggunakan masker penutup hidung dan mulut serta pelindung mata ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama apabila terjadi hujan abu vulkanik.

Imbauan tersebut menyusul peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau sejak Jumat (4/9/2026). Gunung api yang berada di kawasan Selat Sunda itu dilaporkan mengalami erupsi berulang disertai semburan lava pijar dengan ketinggian sekitar 100 hingga 400 meter dari puncak kawah.

Berdasarkan informasi yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan pada Sabtu (5/9/2026), aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.

Data Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin mencatat kolom abu vulkanik mencapai sekitar Flight Level (FL) 480 atau sekitar 14,6 kilometer di atas permukaan laut. Abu vulkanik dilaporkan bergerak ke arah barat mengikuti pola angin di lapisan atmosfer atas.

Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan, Maturidi, mengatakan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga kini belum berdampak terhadap aktivitas masyarakat di wilayah Lampung Selatan.

“Dapat kami laporkan bahwa kondisi saat ini Gunung Anak Krakatau aman. Walaupun terkadang masih melakukan erupsi, akan tetapi tidak memengaruhi warga masyarakat untuk beraktivitas di luar rumah,” kata Maturidi, Sabtu (5/9/2026).

Meski demikian, BPBD tetap memperkuat pemantauan dan kesiapsiagaan, khususnya terhadap potensi dampak aktivitas gunung api bagi masyarakat di wilayah pesisir Lampung Selatan.

Pemantauan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa serta petugas vulkanologi di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Hargo Pancuran. Desa Tangguh Bencana di Desa Rajabasa dan Pulau Sebesi juga terus diaktifkan sebagai bagian dari upaya mitigasi.

Maturidi mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan dan wisatawan, untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif sesuai rekomendasi otoritas vulkanologi.

“Diimbau kepada seluruh warga masyarakat, nelayan, wisatawan untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau radius tiga kilometer, serta untuk selalu tenang dan waspada, serta tidak terpancing oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Selain menggunakan masker dan pelindung mata saat terjadi hujan abu, masyarakat juga diminta menutup sumur serta sumber air terbuka untuk mencegah kontaminasi debu vulkanik.

BPBD Lampung Selatan mengingatkan masyarakat agar memperoleh informasi perkembangan Gunung Anak Krakatau dari sumber resmi, seperti Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BMKG, Syahbandar, dan BPBD setempat.

Masyarakat yang membutuhkan penanganan kebencanaan atau menghadapi kondisi darurat dapat menghubungi Call Center BPBD Lampung Selatan di nomor 0823-5892-4600.

Pemkab Lampung Selatan mengajak masyarakat tetap menjalankan aktivitas secara normal dengan tetap disiplin menerapkan langkah mitigasi dan mengikuti arahan instansi berwenang demi keselamatan bersama. (Red)

 

Continue Reading

Trending