Connect with us

Featured

BPPRD Lampung Selatan Lampaui Target Triwulan II, Realisasi Pajak dan Retribusi Capai 53,55 Persen

Published

on

Lampung Selatan,Dailynewslampung.com – Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Lampung Selatan mencatat kinerja positif pada Triwulan II Tahun 2026. Hingga 7 Juli 2026, realisasi penerimaan pajak daerah dan retribusi telah mencapai 53,55 persen atau melampaui target triwulan yang ditetapkan sebesar 40 persen.

Capaian tersebut ditopang oleh tingginya penerimaan dari sektor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), serta penerimaan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPPRD Kabupaten Lampung Selatan, Iwan Chandra Gautama, mengatakan target pendapatan daerah pada 2026 juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Target pendapatan tahun 2026 meningkat dari Rp250 miliar pada 2025 menjadi Rp262 miliar atau bertambah sekitar Rp12 miliar,” kata Iwan , Selasa (14/7/2026).

Untuk mempertahankan tren positif tersebut, BPPRD bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyiapkan sejumlah strategi optimalisasi penerimaan daerah. Di antaranya memberikan penghargaan kepada lima kecamatan, lima desa/kelurahan, dan tiga UPTD pelayanan pajak dengan capaian PBB-P2 terbaik.

Selain itu, pemerintah juga menggulirkan Gerakan ASN Pelopor Pajak dengan mewajibkan aparatur sipil negara yang memiliki objek pajak di Lampung Selatan melunasi PBB-P2 sebelum jatuh tempo sebagai bentuk keteladanan kepada masyarakat.

Di sektor pajak kendaraan, BPPRD bekerja sama dengan UPTD Pendapatan Wilayah II (Samsat) melaksanakan program keringanan berupa pembebasan denda keterlambatan dan pengurangan pokok tunggakan PKB yang berlangsung hingga 31 Agustus 2026.

BPPRD juga terus mendorong digitalisasi layanan melalui sistem pembayaran daring dan pemanfaatan aplikasi Cek Pajak Lampung Selatan guna mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

Sementara itu, penerapan opsen PKB dan opsen BBNKB pada 2026 dinilai memberikan dampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kebijakan yang menggantikan mekanisme Dana Bagi Hasil (DBH) tersebut mempercepat penyaluran penerimaan pajak kendaraan langsung ke kas daerah, sehingga dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Lampung Selatan.(Red)

Bandarlampung

Bandar Lampung Jadi Tuan Rumah Rakornas Samsat 2026, Eva Dorong Inovasi Layanan Pajak

Published

on

Bandar Lampung,Dailynewslampung – Kota Bandar Lampung menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Samsat 2026 yang digelar, Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini dihadiri perwakilan Direktorat Jenderal Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Korlantas Polri, PT Jasa Raharja, kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) provinsi se-Indonesia, Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah, serta jajaran Samsat dari seluruh Indonesia.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Dalam Negeri atas kepercayaan yang diberikan kepada Bandar Lampung sebagai tuan rumah Rakornas Samsat 2026. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang administrasi dan perpajakan kendaraan bermotor.

Dalam sambutannya, Eva mengajak seluruh peserta Rakornas menikmati berbagai potensi Kota Bandar Lampung, mulai dari destinasi wisata, kuliner khas, hingga keramahan masyarakat selama mengikuti rangkaian kegiatan.

Eva juga memaparkan sejumlah program unggulan Pemerintah Kota Bandar Lampung, di antaranya pemberian beasiswa bagi mahasiswa, bantuan operasional untuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta program pinjaman modal berbunga nol persen bagi masyarakat.

Pada kesempatan itu, Eva menyoroti implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, khususnya penerapan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang dinilai mampu memperkuat kapasitas fiskal daerah.

Berdasarkan data yang dipaparkan, realisasi penerimaan opsen PKB dan opsen BBNKB Kota Bandar Lampung sepanjang 2025 mencapai Rp232,14 miliar atau rata-rata Rp19,34 miliar per bulan. Dari jumlah tersebut, opsen PKB menyumbang Rp163,57 miliar atau 70,46 persen, sedangkan opsen BBNKB sebesar Rp68,34 miliar atau 29,44 persen. Hingga Juni 2026, realisasi penerimaan tercatat telah mencapai Rp112,20 miliar.

Eva mengatakan capaian tersebut menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan Samsat semakin efektif dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus memperkuat pendapatan asli daerah.

Melalui Rakornas Samsat 2026, Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap lahir berbagai rekomendasi strategis untuk mempercepat transformasi digital pelayanan Samsat, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, mengoptimalkan penerimaan daerah, serta mewujudkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan profesional.(Red)

Continue Reading

Bandarlampung

Diperkuat Putri Nilam Suri Djausal, Tim E-Sport PWI Lampung Mantapkan Langkah Menuju Porwanas 2027

Published

on

Bandar Lampung,Dailynewslampung.com – Persiapan Tim E-Sport PWI Lampung menuju Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 terus dimatangkan. Putri Nilam Suri Djausal menyatakan kesiapannya mengemban tugas sebagai Manajer Tim E-Sport PWI Lampung sekaligus membangun sinergi dengan Pengurus Provinsi Esports Indonesia (ESI) Lampung untuk membidik medali emas.

Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama jajaran Pengprov ESI Lampung dan para atlet di Cafe Cabaret, Bandar Lampung, Selasa (14/7/2026). Pertemuan dihadiri Ketua Harian Pengprov ESI Lampung Rakha Harashta, Ketua ESI Lampung Selatan Rega Kurniawan, Penanggung Jawab E-Sport PWI Lampung Putra Ramadan, serta atlet dari nomor PUBG Mobile, Mobile Legends, dan eFootball (PlayStation).

Putri Nilam Suri Djausal menilai Lampung memiliki potensi besar di cabang olahraga elektronik. Menurutnya, banyak atlet daerah yang telah membuktikan kemampuan di tingkat nasional sehingga persiapan menghadapi Porwanas harus dilakukan secara serius, terukur, dan berkelanjutan.

“E-sport Lampung memiliki potensi yang sangat besar. Banyak atlet kita yang telah menunjukkan prestasi di level nasional. Karena itu, persiapan menuju Porwanas harus dilakukan secara serius, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menegaskan keberhasilan tim tidak hanya bergantung pada kemampuan individu atlet, tetapi juga sistem pembinaan yang terarah. Karena itu, kolaborasi dengan ESI Lampung dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas latihan, pendampingan teknis, dan kesiapan atlet.

Sementara itu, Ketua Harian Pengprov ESI Lampung Rakha Harashta memastikan pihaknya siap mendukung penuh persiapan Tim E-Sport PWI Lampung melalui program pembinaan, latihan rutin, hingga sparing turnamen sebagai bekal menghadapi Porwanas 2027.

“Kami siap mendukung penuh Tim E-Sport PWI Lampung. Pembinaan akan kami lakukan bersama agar atlet semakin siap menghadapi Porwanas,” kata Rakha.

Rakha juga mengingatkan adanya persyaratan khusus bagi atlet yang akan tampil di Porwanas, yakni berusia minimal 27 tahun serta telah mengikuti dan dinyatakan lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Penanggung Jawab E-Sport PWI Lampung Putra Ramadan mengatakan pembentukan skuad, pemenuhan persyaratan atlet, hingga penyusunan program latihan terus dimatangkan. Dengan dukungan ESI Lampung dan kesiapan Putri Nilam Suri Djausal sebagai manajer, pihaknya optimistis tim mampu bersaing di tingkat nasional.

Optimisme juga disampaikan Kapten Tim PUBG Mobile PWI Lampung, Edwin Apriandi. Ia mengungkapkan, pada dua edisi Porwanas sebelumnya, Tim E-Sport PWI Lampung berhasil meraih medali perak dan perunggu.

“Dengan manajemen yang semakin kuat serta dukungan penuh ESI Lampung, target kami berikutnya adalah mempersembahkan medali emas bagi Lampung,” ujar Edwin.(Red)

Continue Reading

Featured

Bulog Lampung Selatan Pastikan Harga Pangan Stabil, Beras SPHP Jadi Buruan Warga

Published

on

Lampung Selatan,Dailynewslampung – Kepala Perum Bulog Cabang Lampung Selatan, Fedrial Farhan, melakukan pemantauan harga bahan pangan di Pasar Inpres Kalianda, Selasa (14/7/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok serta ketersediaan stok pangan di pasar tradisional.

Fedrial mengatakan, pemantauan dilakukan sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah untuk menjaga harga pangan tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.

“Pengecekan ini sengaja kita lakukan untuk memastikan harga pangan di pasar. Ini berkaitan dengan kebijakan Bapak Presiden agar tidak terjadi kenaikan harga,” ujar Fedrial.

Selain memantau harga, Bulog juga memastikan distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng merek Minyakita di wilayah Lampung Selatan, khususnya Kecamatan Kalianda, berjalan lancar.

Menurut Fedrial, kedua komoditas tersebut masih menjadi pilihan utama masyarakat karena harganya relatif terjangkau. Dari hasil pemantauan, tidak ditemukan kendala berarti pada distribusi maupun harga minyak goreng.

“Kami senang SPHP dan Minyakita di sini banyak peminatnya. Untuk harga minyak goreng juga tidak ada masalah. Keluhan pedagang justru terkait kenaikan harga plastik kemasan akibat dampak geopolitik global yang memengaruhi impor bahan baku plastik,” katanya.

Ia menambahkan, Pasar Inpres Kalianda menjadi salah satu pasar yang masuk dalam program pemantauan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SP2HP), sehingga perkembangan harga berbagai komoditas penyumbang inflasi dapat dipantau secara berkala.

Sementara itu, salah seorang pedagang beras, Winda, mengaku stok beras di tokonya mencapai dua hingga tiga ton. Ia menyebut beras SPHP dengan harga sekitar Rp60 ribu per kemasan menjadi produk yang paling cepat terjual.

“SPHP paling cepat habis karena harganya paling terjangkau,” ujarnya.

Di akhir pemantauan, Fedrial mengingatkan seluruh pedagang agar menjual beras SPHP dan Minyakita sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Dari hasil pemantauan di lapangan, harga beras SPHP dijual pedagang berkisar Rp11.600 hingga Rp12.000 per kilogram, masih berada di bawah HET sebesar Rp12.500 per kilogram. Bulog berharap kondisi tersebut dapat terus terjaga guna mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan di Lampung Selatan.(Red)

Continue Reading

Trending