DAILYNEWSLAMPUNG – BANDAR LAMPUNG : Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandar Lampung terus mengintensifkan patroli rutin selama bulan suci Ramadan guna memastikan ketertiban umum tetap terjaga di wilayah Kota Tapis Berseri.
Kepala Satpol PP Kota Bandar Lampung, Ahmad Nurizki Erwandi, memimpin langsung apel pasukan sebelum pelaksanaan patroli. Dengan mengenakan seragam cokelat khas Satpol PP lengkap dengan emblem nama, logo instansi, sepatu taktis, serta tongkat komando, ia berdiri di podium lapangan di hadapan para personel untuk memberikan arahan.
Dalam arahannya, Nurizki menegaskan kepada seluruh anggota agar melakukan penindakan tegas terhadap berbagai potensi gangguan ketertiban selama Ramadan, seperti Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), perang sarung, serta operasional tempat hiburan malam yang melanggar aturan.
Selama bulan Ramadan, pengawasan dilakukan sejak pagi hingga malam hari. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan ketertiban yang kerap muncul selama bulan puasa.
Pada patroli pagi hingga sore hari, petugas memfokuskan penertiban terhadap PMKS. Beberapa di antaranya seperti manusia gerobak dan manusia karung yang terjaring langsung dibawa ke panti rehabilitasi milik pemerintah di wilayah Hanura untuk mendapatkan pembinaan. Selain itu, petugas juga menindaklanjuti laporan masyarakat terkait keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di ruang publik. ODGJ yang ditemukan kemudian dievakuasi ke Panti Sinar Jati di wilayah Kemiling untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Memasuki malam hari, pengawasan diperketat melalui Tim Trantibum Sosial yang dibagi menjadi dua regu. Tim tersebut berpatroli di sejumlah titik rawan guna mencegah aksi kenakalan remaja, termasuk potensi tawuran atau perang sarung yang kerap terjadi setelah salat Tarawih.
“Kami melakukan patroli rutin sesuai dengan surat edaran yang berlaku. Pengawasan dilakukan di sejumlah titik seperti kawasan Yos Sudarso, Malahayati, dan Diponegoro,” ujar Nurizki, Senin (2/3/2026).
Ia menegaskan, hingga saat ini tidak ditemukan adanya aktivitas atau operasional yang melanggar ketentuan selama masa penertiban berlangsung di wilayah yang telah dipantau.
Satpol PP juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam menjaga ketertiban. Masyarakat diimbau untuk lebih aktif mengawasi anak-anaknya, terutama setelah salat Tarawih, agar tidak terlibat dalam aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Dalam pelaksanaannya, Satpol PP turut berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pamong setempat guna memastikan situasi tetap kondusif selama Ramadan di Kota Bandar Lampung.
Selain itu, Satpol PP juga terus memantau sejumlah kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat untuk memastikan kepatuhan terhadap surat edaran pemerintah terkait operasional tempat hiburan.
Nurizki menyebut pihaknya telah melakukan penyisiran di beberapa wilayah strategis seperti Yos Sudarso, Malahayati, hingga Diponegoro.
“Sesuai dengan surat edaran, kita melaksanakan pemantauan di beberapa wilayah tersebut dan melakukan kegiatan penertiban di sana,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, para pelaku usaha dinilai cukup kooperatif. Hingga saat ini belum ditemukan adanya tempat usaha yang nekat beroperasi di luar ketentuan selama bulan Ramadan.
“Sejauh ini tidak ada. Belum ditemukan adanya aktivitas atau operasional dari pihak-pihak terkait di wilayah yang sudah kita pantau tersebut,” tegasnya.
Satpol PP pun mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pemilik usaha untuk terus menjaga kondusivitas Kota Bandar Lampung dengan mematuhi aturan yang berlaku demi kenyamanan bersama selama bulan Ramadan. (DNL/Ma)