Connect with us

Nasional

Arus Long Weekend Ramai, Ferry Jadi Moda Favorit Masyarakat untuk Perjalanan Antarpulau

Published

on

Jakarta, Dailynewslampung – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat lonjakan trafik penumpang dan kendaraan selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026. Tingginya mobilitas masyarakat menunjukkan angkutan ferry kini menjadi salah satu moda transportasi utama untuk perjalanan antarpulau.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo mengatakan, peningkatan jumlah pengguna jasa mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyeberangan yang semakin modern, aman, dan nyaman.

“Transformasi layanan yang dilakukan ASDP beberapa tahun terakhir mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam bepergian. Ferry kini menjadi bagian penting dari gaya perjalanan masyarakat karena menawarkan fleksibilitas, efisiensi, serta pengalaman perjalanan yang semakin nyaman dan aman,” ujar Heru dalam siaran pers, Minggu (17/5/2026).

Berdasarkan data periode 13 hingga 17 Mei 2026 pukul 14.00 WIB, lintasan Merak–Bakauheni melayani 133.248 penumpang dan 36.647 kendaraan. Sementara arus balik Bakauheni–Merak tercatat sebanyak 118.383 penumpang dan 32.994 kendaraan.

Lonjakan tertinggi terjadi pada Kamis (14/5), dengan kenaikan trafik penumpang sebesar 60,7 persen dan kendaraan 41,5 persen di lintasan Merak–Bakauheni. Sedangkan pada arus balik Bakauheni–Merak, jumlah penumpang meningkat 19,5 persen dan kendaraan naik 18,3 persen.

Peningkatan trafik juga terjadi di lintasan Ketapang–Gilimanuk. ASDP mencatat pelayanan terhadap 96.858 penumpang dan 26.258 kendaraan. Pada arus balik Gilimanuk–Ketapang, sebanyak 90.759 penumpang dan 26.317 kendaraan berhasil diseberangkan.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale mengatakan, ASDP terus memperkuat pelayanan melalui optimalisasi armada, kesiapan personel, hingga penguatan sistem keamanan dan keselamatan di pelabuhan maupun kapal.

“Kami memastikan seluruh layanan berjalan optimal dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa,” kata Windy.

Selain memperkuat operasional, ASDP juga meningkatkan fasilitas layanan di pelabuhan seperti ruang tunggu ber-AC, charging station, area bermain anak, tempat ibadah, hingga tenant makanan dan minuman.

ASDP turut mengoptimalkan platform digital Ferizy untuk mempermudah pemesanan tiket dan mempercepat proses check-in. Masyarakat diimbau membeli tiket sejak jauh hari karena penjualan tiket di pelabuhan telah ditiadakan.

“Kami dorong masyarakat membeli tiket minimal H-1 keberangkatan dan menghindari pembelian melalui calo,” ujar Windy. (Red)

Featured

Merah Putih Berkibar dari Menara Siger, Lampung Selatan Rayakan HUT ke-81 RI di Beranda Sumatra

Published

on

Lampung Selatan, Dailynewslampung.com— Merah putih berkibar di Beranda Sumatra. Dari kawasan ikonik Menara Siger, semangat kemerdekaan mengalir dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Senin (17/8/2026).

Amphitheater Menara Siger menjadi pusat perayaan. Ikon Lampung Selatan yang menghadap Selat Sunda itu dipenuhi nuansa merah putih, menghadirkan suasana semarak sekaligus menegaskan identitas daerah sebagai Beranda Sumatra.

Upacara peringatan detik-detik Proklamasi diikuti unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, pelajar, masyarakat, serta para undangan. Rangkaian acara semakin meriah dengan penampilan drumband, tari-tarian, musik, hingga aksi paramotor.

Semarak kemerdekaan juga terasa dari kawasan Pelabuhan Bakauheni. Saat detik-detik Proklamasi berlangsung, klakson kapal dibunyikan serentak dari Dermaga Eksekutif hingga Dermaga 7. Bunyi tersebut menjadi penanda khas perayaan kemerdekaan dari salah satu pintu utama Pulau Sumatra.

Pemilihan Menara Siger sebagai lokasi perayaan bukan sekadar pertimbangan ikon daerah. Bakauheni memiliki posisi strategis sebagai pintu keluar-masuk Pulau Sumatra melalui jalur penyeberangan Selat Sunda. Kawasan ini sekaligus menjadi wajah Lampung Selatan yang pertama kali dijumpai masyarakat dari berbagai penjuru daerah.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengatakan, Menara Siger memiliki makna khusus bagi masyarakat Lampung. Selain menjadi ikon kebanggaan, kawasan tersebut merupakan simbol posisi Lampung Selatan sebagai Beranda Sumatra.

“Ini adalah salah satu ikon kebanggaan masyarakat Lampung. Yang kedua, ini adalah simbol Kabupaten Lampung Selatan menjadi berandanya Pulau Sumatra,” ujar Bupati Egi.

Menurut Egi, kawasan Menara Siger juga menjadi ruang yang tepat untuk memperkenalkan berbagai potensi alam dan keunggulan Kabupaten Lampung Selatan.

Tak hanya memiliki posisi strategis dan kekayaan alam, Lampung Selatan juga dihuni masyarakat dengan latar belakang suku dan budaya yang beragam. Bagi Egi, keberagaman tersebut bukan sekadar identitas sosial, melainkan kekuatan yang harus dirawat untuk mendorong kemajuan daerah.

“Pelangi tidak akan indah kalau hanya satu warna. Pelangi menjadi indah karena banyak warna. Karena itu, keragaman merupakan sebuah kekuatan besar yang bisa kita manfaatkan untuk kemajuan Kabupaten Lampung Selatan,” katanya.

Pesan tentang keberagaman itu turut diwujudkan melalui Tari Nusantara Memanggil. Tari kreasi Nusantara tersebut menggambarkan kecintaan terhadap Tanah Air sekaligus kebanggaan atas kekayaan adat dan budaya Indonesia.

Pertunjukan budaya di tengah perayaan kemerdekaan menjadi pengingat bahwa semangat merah putih tidak berhenti pada upacara dan seremoni. Ia juga hidup melalui tradisi, seni, dan kebudayaan yang tumbuh di tengah masyarakat.

Bagi Lampung Selatan, peringatan HUT ke-81 RI di Menara Siger menjadi momentum untuk mempertegas identitas daerah sebagai salah satu pintu utama Pulau Sumatra. Di saat yang sama, momentum tersebut menjadi panggung untuk memperkenalkan potensi pariwisata, budaya, ekonomi, serta konektivitas daerah yang terus berkembang.

Dari Menara Siger, merah putih kembali berkibar di Beranda selatan Sumatra. Bukan sekadar menandai 81 tahun Indonesia merdeka, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan harapan agar Lampung Selatan terus melangkah maju bersama masyarakat.

(Red)

Continue Reading

Featured

TP PKK Lampung Selatan Raih Penghargaan Nasional Imunisasi Zero Dose, 4.626 Anak Tuntaskan Imunisasi Kejar Capaian dan Prestasi

Published

on

Makassar,Dailynewslampung.com – Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Penghargaan Imunisasi Zero Dose (IZD) pada Puncak Peringatan ke-54 Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tahun 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan mendukung percepatan penurunan jumlah anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi.

Penghargaan diterima Wakil Ketua TP PKK Lampung Selatan, Rheny Apriyani Syaiful Anwar, dan diserahkan langsung Menteri Kesehatan RI Budi G. Sadikin bersama Ketua Umum TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/7/2026).

Capaian itu didukung keberhasilan Kabupaten Lampung Selatan menuntaskan imunisasi kejar terhadap 4.626 anak atau 99,9 persen dari target sasaran hingga Mei 2026. Hasil tersebut menempatkan Lampung Selatan sebagai salah satu daerah dengan capaian terbaik di Indonesia dalam percepatan penurunan anak zero dose.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, Devi Arminanto, mengatakan Lampung Selatan merupakan salah satu daerah yang ditetapkan sebagai pilot project nasional untuk percepatan penurunan jumlah anak zero dose.

“Dalam pelaksanaannya, Lampung Selatan dinyatakan berhasil menurunkan jumlah anak zero dose sesuai target TP PKK Pusat dan Kementerian Kesehatan,” ujar Devi.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, TP PKK, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan imunisasi di lapangan.

“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi semua pihak yang terlibat,” katanya.

Puncak Peringatan HKG PKK ke-54 Tahun 2026 mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045.” Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh Menteri Kesehatan RI Budi G. Sadikin dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Arifah Fauzi.

Acara tersebut juga dihadiri Pelindung TP PKK Selvi Gibran Rakabuming, Ketua Umum TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian, serta para Ketua TP PKK provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia.(Red)

 

Continue Reading

Featured

Penataan Tiang dan Kabel Internet Jadi Sorotan Dialog Otonomi Daerah APKASI 2026

Published

on

Deli Serdang , Dailynewslampung.com– Regulasi penataan tiang dan jaringan kabel internet menjadi salah satu isu utama dalam Dialog Otonomi Daerah pada rangkaian Hari Ulang Tahun ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di IKM Hall, Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang.

Forum tersebut dihadiri para kepala daerah, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL), serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Dalam dialog itu, peserta mendorong lahirnya regulasi penataan infrastruktur telekomunikasi di daerah.

Regulasi yang dibahas mencakup perizinan, penataan jaringan fiber optik, penertiban tiang internet, hingga mekanisme retribusi. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menciptakan tata kelola infrastruktur telekomunikasi yang tertib, aman, dan memberikan kepastian hukum bagi pemerintah daerah maupun penyelenggara jaringan.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Lampung Selatan, Rio Gismara, yang mendampingi Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dalam forum tersebut, mengatakan hasil pembahasan akan menjadi referensi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam menyusun kebijakan penataan jaringan internet fiber optik.

“Forum ini memberikan banyak praktik baik yang dapat kami adaptasi, termasuk penerapan tiang bersama bagi provider. Ke depan kami akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR, BPPRD, dan Satpol PP untuk menyusun skema penataan dan retribusi melalui Peraturan Bupati maupun Peraturan Daerah,” ujar Rio.

Rio menambahkan, DPMPTSP Lampung Selatan saat ini terus mendorong perusahaan penyelenggara jaringan telekomunikasi untuk memperkuat komitmen dalam mendukung penataan jaringan kabel fiber optik di wilayah tersebut.

Pemerintah daerah berharap melalui regulasi yang komprehensif dan penertiban secara bertahap, keberadaan tiang dan kabel internet dapat lebih tertata, mendukung keselamatan masyarakat, meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi, serta menciptakan iklim investasi yang sehat di daerah.(Red)

 

Continue Reading

Trending