Connect with us

Featured

Musrenbang RKPD 2027, Merbau Mataram Siapkan Fondasi Ekonomi Lokal Berkelanjutan

Published

on

DAILYNEWSLAMPUNG, Merbau Mataram – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Kecamatan Merbau Mataram, Rabu (4/2/2026).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar ini menjadi forum strategis dalam menyelaraskan capaian pembangunan, kebutuhan masyarakat, serta arah kebijakan pembangunan daerah berbasis potensi desa.

Musrenbang yang digelar di Balai Desa Triharjo tersebut, merupakan titik kelima pelaksanaan Musrenbang tingkat kecamatan dan dihadiri anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan Dapil VI, jajaran pejabat utama daerah, kepala perangkat daerah, unsur Forkopimcam, serta para kepala desa se-Kecamatan Merbau Mataram.

Camat Merbau Mataram, Ricky Randa Belpama, memaparkan sejumlah realisasi pembangunan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025.

Menurutnya, fokus pembangunan diarahkan pada peningkatan infrastruktur dasar, ketahanan pangan, layanan kesehatan, pendidikan, serta penyediaan air bersih.

“Sepanjang tahun 2025, pembangunan di Kecamatan Merbau Mataram difokuskan pada peningkatan konektivitas wilayah, pemenuhan layanan dasar masyarakat, serta penguatan sektor pertanian dan ekonomi desa,” ujar Ricky dalam paparannya.

Di sektor infrastruktur, pemerintah telah melaksanakan rekonstruksi dan peningkatan sejumlah ruas jalan, di antaranya ruas Talang Jawa-Neglasari, SP Pasar Suban-Mekar Jaya, Pardasuka-Suban (ruas Katibung-Merbau Mataram), Panca Tunggal-Triharjo, serta peningkatan jalan Ogan Jaya Desa Talang Jawa. Selain itu, penanganan darurat jembatan juga dilakukan di beberapa titik rawan.

Sementara di sektor air bersih dan sumber daya air, direalisasikan pembangunan lima paket Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), rehabilitasi saluran irigasi embung Desa Tanjung Harapan, serta pembangunan embung di Desa Batu Agung.

Pada sektor pertanian, berbagai bantuan disalurkan untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian, meliputi bantuan benih padi dan jagung, alat dan mesin pertanian, hingga pembangunan jalan usaha tani. Dukungan juga diberikan pada sektor peternakan melalui bantuan sapi, kambing, ayam petelur, serta sarana pendukung kelompok tani dan kelompok wanita tani.

Di bidang kesehatan, pemerintah melakukan rehabilitasi Puskesmas Pembantu Desa Tanjung Harapan, perbaikan pagar Puskesmas Talang Jawa, serta pembangunan water treatment plant di Puskesmas Merbau Mataram. Sementara itu, sektor pendidikan mencatat sebanyak sembilan sekolah menerima bantuan peningkatan sarana dan prasarana.

Selain capaian pembangunan fisik, realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kecamatan Merbau Mataram tahun 2025 mencapai 85,65 persen dari total ketetapan, menunjukkan meningkatnya partisipasi dan kesadaran masyarakat.

Untuk tahun 2027, Musrenbang Kecamatan Merbau Mataram menetapkan sejumlah usulan prioritas, terutama rehabilitasi dan rekonstruksi jalan penghubung antar desa, peningkatan jaringan SPAM, serta penguatan infrastruktur dasar penunjang aktivitas ekonomi dan layanan masyarakat.

Kecamatan Merbau Mataram juga mendorong inovasi berbasis potensi lokal, seperti budidaya madu trigona dan pengembangan jamur keberuntungan (pejaka), sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, menegaskan bahwa Musrenbang RKPD merupakan fase penting dalam menyempurnakan perencanaan pembangunan dari bawah, sesuai amanat Permendagri Nomor 86 Tahun 2017.

“Musrenbang bukan sekadar kewajiban regulasi, tetapi amanat moral agar rencana pembangunan benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat, dari desa, dan dari realitas lapangan,” tegasnya.

Wabup Syaiful juga memaparkan berbagai capaian pembangunan daerah, mulai dari pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hingga capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK yang menempatkan Lampung Selatan sebagai peringkat pertama se-Provinsi Lampung.

Secara khusus di Kecamatan Merbau Mataram, alokasi anggaran pembangunan infrastruktur tahun 2025 mencapai lebih dari Rp19,3 miliar, yang digunakan untuk pembangunan jalan, jembatan, SPAM, irigasi, embung, rumah tidak layak huni (RTLH), serta penerangan jalan umum. Di sektor pendidikan, anggaran mencapai Rp1,24 miliar untuk peningkatan sarana sekolah dan pemberian beasiswa.

“Ke depan, pembangunan Merbau Mataram harus menempatkan pertanian sebagai basis, ekonomi lokal sebagai penguat, dan pariwisata sebagai pengungkit. Pertanian harus terhubung dengan UMKM, UMKM terhubung dengan pariwisata, dan pariwisata terhubung dengan pasar,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Wabup Syaiful menekankan empat prinsip utama dalam penyusunan usulan Musrenbang, yakni prioritas kebutuhan mendesak masyarakat, keselarasan kebijakan dan kemampuan keuangan daerah, pembangunan partisipatif dan inklusif, serta menjadikan Musrenbang sebagai komitmen bersama.

Dalam kegiatan Musrenbang tersebut, turut diserahkan berbagai bantuan secara simbolis kepada masyarakat. Bantuan yang diberikan antara lain hibah bibit alpukat kepada Gapoktan Bahagia Sejahtera Desa Mekar Jaya dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun), bantuan pembangunan Unit Pembenihan Rakyat dari Dinas Perikanan, serta hibah ternak sapi sebanyak tiga ekor kepada Poktan Karya Maju II Desa Budi Rahayu dari Dinas Peternakan.

Selain itu, disalurkan pula bantuan perlengkapan alat sekolah dari Dinas Pendidikan, bantuan Kit Stunting serta Kit Siap Nikah dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB), serta bantuan sembako bagi penyandang disabilitas dari Dinas Sosial. (Ma-Kmf)

Featured

Wali Kota Eva Turun ke Jalan, Bagikan Masker untuk Lindungi Warga dari Abu Vulkanik

Published

on

Bandar Lampung, Dailynewslampung.com — Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana turun langsung membagikan masker kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah kota.

Pembagian masker menyasar pengguna jalan dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Kegiatan tersebut dilakukan mulai dari kawasan Jalan Dr. Susilo hingga Jalan Teuku Umar, sekaligus menyambangi sejumlah titik keramaian.

Eva mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama di tengah kondisi udara yang terdampak abu vulkanik.

“Untuk masyarakat Kota Bandar Lampung, tetap waspada dan berhati-hati. Kalau keluar rumah, gunakan masker, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan,” ujar Eva.

Selain penggunaan masker, Eva mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kebersihan makanan yang dijual di ruang terbuka. Makanan, kata dia, sebaiknya selalu ditutup agar tidak terpapar debu maupun abu vulkanik.

“Kalau membeli makanan di luar, tolong diperhatikan kebersihannya. Makanan harus ditutup supaya tidak terkena debu atau abu vulkanik,” katanya.

Pemerintah Kota Bandar Lampung bersama jajaran terkait terus memantau kondisi di lapangan dan menyiapkan langkah antisipasi guna meminimalkan dampak abu vulkanik terhadap masyarakat.

Eva memastikan pemerintah daerah akan terus hadir memberikan perlindungan kepada warga selama dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau masih dirasakan.(Red)

Continue Reading

Featured

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Berdampak, PMI Lamsel Salurkan Ribuan Masker ke Warga Rajabasa

Published

on

Lampung Selatan,Dailynewslampung.com — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lampung Selatan bergerak cepat merespons dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) dengan menyalurkan masker kepada masyarakat, khususnya warga di kawasan pesisir Kecamatan Rajabasa.

Sebanyak 15 ribu masker bantuan dari PMI Kota Cilegon disalurkan kepada masyarakat Lampung Selatan pada Minggu (6/9/2026). Bantuan tersebut dijemput langsung oleh jajaran PMI Lampung Selatan dari Kota Cilegon untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga yang terdampak abu vulkanik.

Sekretaris PMI Lampung Selatan, Nizar Adha, mengatakan aksi tersebut merupakan respons cepat PMI untuk membantu masyarakat menghadapi dampak peningkatan aktivitas GAK.

“Hari ini kita dari PMI Lampung Selatan bersama teman-teman relawan, Kabid Kebencanaan serta seluruh pengurus PMI Lampung Selatan melakukan aksi cepat untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak debu abu vulkanik,” ujar Nizar saat menyerahkan bantuan, Minggu (6/9/2026).

Menurutnya, distribusi masker diprioritaskan ke wilayah yang terdampak abu vulkanik, terutama kawasan pesisir Kecamatan Rajabasa.

Masker tersebut diharapkan dapat menjadi perlindungan dasar bagi masyarakat, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

“Masker-masker ini agar bisa didistribusikan di wilayah Lampung Selatan yang sekiranya bisa membantu meringankan teman-teman dan warga semua yang terdampak debu abu vulkanik,” katanya.

Selain menyalurkan bantuan pada Minggu, relawan PMI Lampung Selatan sehari sebelumnya juga telah bergerak di sejumlah ruas jalan di Kota Kalianda. Relawan membagikan masker kepada masyarakat sekaligus mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik.

Sebelumnya, PMI Lampung Selatan juga telah menyalurkan sekitar 3 ribu masker ke Pulau Sebesi. Dengan tambahan sebanyak 15 ribu masker bantuan dari PMI Kota Cilegon, PMI Lampung Selatan terus memperkuat dukungan perlindungan bagi masyarakat yang terdampak sebaran abu vulkanik GAK.

Nizar mengapresiasi dukungan PMI Kota Cilegon yang telah memberikan bantuan masker bagi masyarakat Lampung Selatan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PMI Kota Cilegon yang sudah membantu masyarakat Lampung Selatan dengan memberikan bantuan berupa masker,” ujarnya.

PMI Lampung Selatan juga memastikan relawan terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan. Langkah kemanusiaan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kebutuhan masyarakat terdampak.

Sementara itu, masyarakat Lampung Selatan, khususnya warga di kawasan pesisir, diimbau tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Warga juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah maupun instansi terkait.

Kesiapsiagaan relawan PMI Lampung Selatan akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.(Red)

 

Continue Reading

Featured

Rycko Menoza Dorong Pemerataan Sarana Pendidikan Lewat Program Revitalisasi Sekolah

Published

on

Lampung Selatan,Dailynewslampung.com — Anggota Komisi X DPR RI, Rycko Menoza, S.ZP., M.B.A., mendorong pemerataan sarana dan prasarana pendidikan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Program tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh peserta didik memperoleh fasilitas belajar yang layak dan berkualitas.

Hal itu disampaikan Rycko saat menghadiri Workshop Pendidikan bertajuk Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dalam Mendukung Sarana dan Prasarana Sekolah di Kalianda Negeri Resort, Lampung Selatan, Minggu (6/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti tenaga pendidik dan guru dari sejumlah sekolah di Kabupaten Lampung Selatan.

Rycko mengatakan, setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses pendidikan yang didukung fasilitas memadai. Karena itu, pemerataan sarana dan prasarana sekolah perlu menjadi perhatian bersama.

“Saya memahami bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak. Kesetaraan dalam mendapatkan akses dan sarana pendidikan harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar Rycko.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah satuan pendidikan di Lampung Selatan yang membutuhkan dukungan pemerintah, khususnya dalam pemenuhan sarana dan prasarana sekolah.

Sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Lampung I, Rycko menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Lampung.

Ia menyebut perhatian terhadap pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga pendidikan menengah.

Rycko juga menekankan pentingnya penyaluran bantuan pemerintah pusat yang tepat sasaran dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

“Kami tidak ingin bantuan dari pusat untuk dunia pendidikan justru tidak memberikan manfaat secara maksimal. Karena itu, bantuan yang diberikan harus tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan sekolah,” katanya.

Dalam workshop tersebut, Rycko membuka ruang dialog dengan para tenaga pendidik. Para guru diberikan kesempatan menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan yang dihadapi sekolah, khususnya terkait sarana dan prasarana pendidikan.

Menurut Rycko, aspirasi dari para guru menjadi masukan penting untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan pendidikan secara langsung di lapangan.

“Kami memberikan kesempatan kepada para guru dan tenaga pendidik yang hadir untuk menyampaikan pertanyaan dan persoalan seputar pendidikan, baik untuk kepentingan sekolah maupun anak didik,” ujarnya.

Ia berharap Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas fasilitas sekolah. Dengan sarana dan prasarana yang memadai, proses belajar mengajar diharapkan berlangsung lebih optimal.

“Pemerataan fasilitas pendidikan bukan hanya soal pembangunan fisik sekolah, tetapi juga bagian dari upaya memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan belajar yang setara,” pungkasnya. (Red)

 

Continue Reading

Trending