Connect with us

Lampung Selatan

Bupati Nanang Ermanto Memberikan Bantuan Bedah Rumah

Published

on

Lampung Selatan, DNL : Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto kembali melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Merbau Mataram, Senin (2/10/2023).

Di Kecamatan Merbau Mataram, Nanang Ermanto menyalurkan bantuan bedah rumah kepada Idul Fitri dan istrinya Eni Ratna Ningsih.

Mereka merupakan warga Desa Talang Jawa.Nanang menyampaikan, bantuan bedah rumah yang diberikan dalam bentuk uang tunai senilai Rp.20 juta tersebut, diperuntukkan untuk membeli material bahan bangunan yang diperlukan.

Adapun bantuan tersebut merupakan program bedah rumah tak layak huni yang bekerjasama dengan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni.

Bantuan tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat yang tinggal dalam kondisi rumah yang tidak layak huni.

Program itu juga menjadi komitmen nyata pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Lampung Selatan.

Nanang berharap, masyarakat yang menerima bantuan dapat merasakan perubahan positif dalam kondisi rumah mereka.

“Ini program pemerintah daerah dalam hal mengentaskan kemiskinan. Tadi di Kecamatan Katibung ada dari program Gerakan Seribu Rupiah (Geserbu). Ini upaya kita, bagaimana mengentaskan kemiskinan ekstrem khususnya di Lampung Selatan,” kata Nanang.

Tak lupa, Nanang juga meminta pihak Pemerintah Kecamatan, Desa serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kecamatan untuk bergotong royong membantu proses pembangunan rumah.

“Uang Rp.20 juta ini akan diserahkan ke pak camat sebagai koordinator. Nanti pak camat yang ngatur uangnya. Kemudian pak kades saya minta nanti masyarakatnya gotong royong, UPT juga turut bantu,” ujar Nanang.

Sementara itu, penerima bantuan, Idul Fitri pun merasa bersyukur atas program ini. Dirinya menyampaikan banyak terima kasih kepada pemerintah daerah dan ASDP yang telah membantu perbaikan rumahnya.

“Terima kasih kepada Bupati Lampung Selatan pak Nanang dan ASDP yang telah membantu memperbaiki rumah kami. Terima Kasih pak,” ujar Idul Fitri. (Kmf/tama)

Bandarlampung

Hendry Kurniawan Dikukuhkan sebagai Ketua PDBI Lampung Selatan

Published

on

Lampung Selatan, dailynewslampung – Hendry Kurniawan resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kabupaten Lampung Selatan oleh Ketua PDBI Provinsi Lampung, Thomas Amirico, dalam acara yang digelar di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (23/4/2026).

Pengukuhan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pelantikan pengurus PDBI tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Sebelumnya, Thomas Amirico lebih dulu dikukuhkan sebagai Ketua PDBI Provinsi Lampung masa bakti 2025–2029 oleh Ketua KONI Provinsi Lampung, Taufik Hidayat.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus PDBI kabupaten/kota, termasuk kepengurusan PDBI Lampung Selatan masa bakti 2026–2030 yang dipimpin Hendry Kurniawan.

Dalam sambutannya, Thomas Amirico menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembinaan olahraga drum band di seluruh wilayah Lampung. Menurutnya, potensi daerah, termasuk Lampung Selatan, sangat besar untuk dikembangkan hingga tingkat nasional.

“Kami berkomitmen meningkatkan pembinaan dan prestasi olahraga drum band di Lampung agar mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Hendry Kurniawan menyatakan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dengan pengurus provinsi dalam membangun sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan. Ia menilai Lampung Selatan memiliki peluang besar menjadi lumbung atlet drum band melalui program pembinaan terstruktur.

Upaya tersebut, lanjutnya, akan dilakukan melalui penyelenggaraan kejuaraan tingkat kabupaten secara rutin serta mengaktifkan kembali unit drum band di sekolah-sekolah.

“Kami berharap PDBI Lampung Selatan semakin berkembang dan mampu meraih prestasi hingga tingkat nasional,” kata Hendry.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan atlet drum band di Lampung Selatan agar mampu mencetak prestasi yang membanggakan di kancah nasional. (red)

Continue Reading

Ekonomi

Menara Siger Residence I Hadir di Kalianda, Puluhan Unit Sudah Terjual

Published

on

Lampung Selatan, dailynewslampung – Perumahan Menara Siger Residence I di Kelurahan Way Lubuk, Kecamatan Kalianda, resmi dimulai melalui peletakan batu pertama pada Kamis (23/4/2026).

Proyek hunian yang dikembangkan PT Ariyani Jaya Barokah (AJB) itu mencatat 30 unit terjual dalam satu bulan awal pemasaran.

Direktur Umum PT AJB, Hendri Adi Sucipto, mengatakan total pengajuan pembelian yang masuk telah mencapai 70 unit, sebagian besar melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan dukungan perbankan seperti BTN dan BNI Tanjung Karang.

Menurut Hendri, pembangunan perumahan tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan hunian di Lampung Selatan sekaligus kontribusi sektor swasta terhadap program nasional penyediaan rumah.

“Pembangunan ini menjadi langkah awal untuk pengembangan kawasan hunian berikutnya,” kata Hendri.

Ia menambahkan, Menara Siger Residence I dirancang sebagai rumah subsidi dengan spesifikasi yang mengacu pada standar pemerintah. Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat mendukung promosi potensi daerah, termasuk sektor pariwisata di Lampung Selatan.

Sementara itu, Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, mengapresiasi investasi yang dilakukan pihak swasta dalam pembangunan perumahan di wilayah tersebut.

Menurutnya, pembangunan perumahan tidak hanya memenuhi kebutuhan hunian, tetapi juga berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kehadiran perumahan ini diharapkan menjadi solusi kebutuhan rumah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalianda dan sekitarnya,” ujar Syaiful.

Ia menegaskan, pembangunan kawasan hunian harus memperhatikan aspek tata ruang, lingkungan, serta kelengkapan infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, dan sanitasi.

Dengan tingginya minat masyarakat pada tahap awal, Menara Siger Residence I diproyeksikan menjadi salah satu kawasan hunian yang berkembang di Lampung Selatan. (Red)

Continue Reading

Ekonomi

Jalan Dibangun, Asa Pun Bertumbuh

Published

on

Lampung Selatan, dailynewslampung – Pagi itu, Selasa (21/4/2026), tak hanya pita yang terpotong. Di dua ruas jalan yang baru diresmikan, harapan warga ikut terbentang—panjang, seperti aspal yang kini menghubungkan mimpi-mimpi kecil di desa dengan dunia yang lebih luas.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan meresmikan dua ruas jalan strategis. Namun bagi warga, ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Ini tentang waktu tempuh yang dipangkas, tentang dagangan yang lebih cepat sampai, tentang wisatawan yang tak lagi ragu datang.

Di Kecamatan Kalianda, ruas Lubuk Dalam–Way Urang sepanjang 1.075 meter kini menjadi denyut baru menuju Kawasan Wisata Batu Rame. Dulu, perjalanan ke sana adalah cerita tentang jalan berdebu dan lubang yang menguji kesabaran. Kini, roda berputar lebih ringan, dan bersama itu, harapan para pedagang ikut bergerak.

“Sekarang orang lebih mudah datang,” ujar seorang pedagang di sekitar kawasan wisata, dengan senyum yang tak lagi diselimuti cemas. Lapaknya yang sederhana kini lebih sering disinggahi. Ada geliat yang dulu jarang terasa.

Sementara di Kecamatan Palas, jalan Bumi Daya–Bumirestu–Trimomukti sepanjang kurang lebih 8 kilometer membentang seperti urat nadi baru bagi tiga desa. Dibangun dengan rabat beton yang kokoh, jalan ini tak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga mempertemukan peluang.

Bagi pelaku UMKM olahan singkong, jalan ini adalah kabar baik yang datang tanpa banyak kata. Distribusi yang dulu tersendat kini mengalir lebih lancar. Produk yang dahulu hanya berputar di sekitar desa, perlahan mulai menembus pasar yang lebih jauh.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan tersebut. Namun lebih dari itu, ia menitipkan pesan sederhana—agar jalan ini dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan untuk hal-hal yang membawa kebaikan.

“Jalan ini milik kita bersama. Semoga bisa menjadi jalan bagi meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Di balik angka-angka anggaran dan ukuran konstruksi, ada cerita yang tak tercatat di laporan resmi: tentang ibu-ibu yang kini lebih cepat ke pasar, tentang anak-anak yang perjalanannya ke sekolah menjadi lebih aman, tentang pelaku usaha kecil yang mulai berani bermimpi lebih jauh.

Dua ruas jalan itu kini bukan hanya penghubung antarwilayah. Ia telah menjadi saksi—bahwa ketika akses dibuka, kehidupan pun perlahan menemukan jalannya. (red)

Continue Reading

Trending