Connect with us

Bandarlampung

TNI Amankan Tiga Terduga Provokator di Simpur Center Bandar Lampung

Published

on

Bandar Lampung, DNL – Aparat TNI mengamankan tiga orang terduga provokator di depan Simpur Center, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Senin (1/9/2025) pagi.

Penangkapan berawal ketika petugas mencurigai seorang pria yang tidak mengenakan almamater mahasiswa seperti peserta aksi lainnya. Setelah diperiksa, aparat menemukan satu botol bom molotov di dalam tas pria tersebut.

“Betul, tadi ada satu awalnya. Kemudian dia nunjuk kawan-kawannya, jadi yang lain ikut ditangkapin sama anggota,” ujar Andi, seorang saksi mata di lokasi.

Tidak lama kemudian, dua orang lainnya yang disebut rekan pria pertama turut diamankan. Ketiganya langsung dibawa ke Mapolresta Bandar Lampung untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sejumlah warga di sekitar lokasi sempat terkejut dengan kejadian tersebut. Aparat memastikan situasi tetap terkendali dan mengimbau masyarakat tidak terprovokasi isu yang beredar.

Hingga berita ini diturunkan, TNI maupun kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait identitas maupun motif para terduga provokator.

Aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi Lampung tetap berlangsung dengan pengawalan aparat gabungan TNI-Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban. (Red)

Bandarlampung

Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Beras untuk 146 Ribu Lebih KPM

Published

on

Bandar Lampung , Dailynewslampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung menyalurkan bantuan beras kepada puluhan ribu keluarga penerima manfaat (KPM) sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui Dinas Sosial dan Dinas Pangan Kota Bandar Lampung. Berdasarkan data penerima, sebanyak 43.582 KPM menerima bantuan melalui Dinas Sosial, sementara 102.624 KPM lainnya disalurkan melalui Dinas Pangan.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan bantuan pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari.

Ia berharap bantuan beras yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi para penerima.

“Semoga bantuan ini bisa membantu masyarakat dan bermanfaat bagi warga yang membutuhkan,” ujar Eva Dwiana.

Program bantuan pangan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat semangat kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat.(Red)

Continue Reading

Bandarlampung

PWI Lampung Gandeng KONI Matangkan Persiapan Porwanas 2027

Published

on

Bandar lampung, Dailynewslampung – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung mulai mematangkan persiapan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 dengan menggandeng KONI Lampung untuk memperkuat tata kelola penyelenggaraan sekaligus pembinaan prestasi atlet.

Ketua KONI Lampung, Taufik Hidayat, menyatakan dukungannya terhadap kesiapan Lampung menjadi tuan rumah Porwanas 2027. Ia optimistis Lampung tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga mampu bersaing dalam perolehan medali.

“Kita targetkan Lampung masuk Porwanas lima besar 2027. Semangatnya sinergi untuk prestasi, termasuk suksesnya penyelenggaraan ajang nasional ini,” ujar Taufik saat menerima kunjungan pengurus PWI Lampung di sekretariat KONI, Senin (18/5).

Menurut Taufik, Lampung memiliki potensi prestasi di sejumlah cabang olahraga, termasuk angkat besi. Oleh karena itu, KONI meminta data atlet dari 14 cabang olahraga yang akan dipertandingkan guna memetakan kekuatan sejak dini.

Selain itu, KONI juga membuka peluang kerja sama penggunaan venue dengan perguruan tinggi dan Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk mendukung pelaksanaan pertandingan.

“Kita bisa bekerja sama memanfaatkan fasilitas kampus dan pemerintah daerah,” katanya.

KONI Lampung juga siap mendukung program pemusatan latihan atlet Porwanas. Taufik menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel selama proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Lampung, Riagus Ria, merekomendasikan gajah sebagai maskot Porwanas 2027 karena dinilai merepresentasikan identitas Lampung sekaligus selaras dengan maskot PON XXIII 2032.

Ia juga mengusulkan survei bersama untuk menentukan sumber api Porwanas, seperti dari wilayah Suoh atau Ulubelu.

Di sisi lain, Waketum IV KONI Lampung, Krisna Putra, menilai pemetaan potensi medali dan penentuan venue harus dilakukan sejak awal. Ia menyarankan PWI belajar dari pelaksanaan Porwanas di Bandung yang berkeinginan di kawasan kampus.

“Kita analisa venue yang bisa dijadikan pusat Porwanas, misalnya di UIN atau Unila,” ujarnya.

Ketua PWI Lampung, Wirahadikusumah, mengatakan bahwa pihaknya telah mulai melakukan berbagai persiapan persiapan Porwanas 2027. Lampung sendiri terakhir kali menjadi tuan rumah ajang tersebut pada tahun 1993.

“Saat itu dibuka langsung Presiden Soeharto. Sekarang kami ingin mengulangi kesuksesan penyelenggaraan HPN dan Porwanas,” kata Wira.

Menurutnya, Porwanas 2027 akan mempertandingkan 14 cabang olahraga. PWI Lampung melalui SIWO juga mulai menyiapkan atlet serta berkoordinasi dengan KONI terkait perangkat pertandingan dan pelaksanaan event.

Lampung sebelumnya pernah meraih medali emas dari cabang bridge, catur, dan futsal. Selain itu, cabang mini football juga akan dipertandingkan dan masih dalam tahap seleksi atlet.

Tak hanya olahraga, Porwanas 2027 juga akan diramaikan lomba karya jurnalistik dan fotografi yang mengambil lokasi di destinasi wisata dan kawasan bersejarah di Lampung.

“Ini momentum promosi wisata Lampung,” ujar Wira.

Wakil Ketua PWI Lampung, Segan Petrus Simanjuntak, menambahkan bahwa PWI ingin mengadopsi sistem tata kelola dan pengelolaan keuangan KONI sebagai acuan dalam penyelenggaraan Porwanas 2027.

“Kami belajar dari KONI untuk menyusun rancang bangun pelaksanaan, mulai dari juri, wasit, venue, hingga dasar penganggaran di APBD,” katanya.(Red)

Continue Reading

Bandarlampung

Eva Dwiana Pastikan Pendidikan Korban TPPO Tetap Berlanjut

Published

on

Bandar Lampung, Dailynewslampung – Wali Kota Eva Dwiana menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk menjamin perlindungan dan keberlanjutan pendidikan anak-anak korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Hal itu disampaikan saat menghadiri konferensi pers pengungkapan kasus TPPO di Polda Lampung, Selasa (12/5/2026).

Dalam konferensi pers tersebut, Pemerintah Kota Bandar Lampung bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan Polda Lampung menyatakan langkah konkret dalam penanganan kasus TPPO yang menimpa anak-anak.

Eva Dwiana mengatakan, Pemkot Bandar Lampung akan segera melakukan peninjauan lanjutan terhadap kondisi para korban guna memastikan mereka mendapatkan perlindungan, pemulihan, serta hak pendidikan yang layak.

Menurutnya, pemerintah kota siap memfasilitasi pendidikan korban di sekolah swasta tingkat SMA maupun SMK apabila mereka tidak memungkinkan melanjutkan pendidikan di sekolah negeri.

“Insyaallah besok kami akan melakukan peninjauan. Setelah itu, walaupun mereka tidak disarankan masuk sekolah negeri, kami di Pemerintah Kota Bandar Lampung akan bertanggung jawab menyelesaikan pendidikan mereka di sekolah swasta, baik SMK maupun SMA di Bandar Lampung,” ujar Eva Dwiana.

Ia menegaskan, hak anak untuk memperoleh pendidikan tidak boleh terputus hanya karena menjadi korban kejahatan perdagangan orang.

Selain itu, Eva Dwiana menyampaikan bahwa penanganan kasus TPPO dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah dan aparat penegak hukum. Pemkot Bandar Lampung akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung, Polda Lampung, dan Polresta Bandar Lampung agar penanganan berjalan maksimal serta mencegah kasus serupa terulang kembali.

Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga akan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh SMP di Kota Bandar Lampung, terutama terkait pengawasan penggunaan telepon genggam di kalangan pelajar.

“Kami akan mengadakan sidak ke seluruh SMP se-Kota Bandar Lampung. Anak-anak sekarang harus sangat berhati-hati dalam menggunakan HP. Pengawasan orang tua dan guru sangat penting,” katanya.

Menurut Eva Dwiana, pengawasan bersama antara sekolah dan keluarga menjadi benteng utama dalam melindungi anak-anak dari kejahatan berbasis digital, termasuk modus penipuan lowongan kerja yang berujung pada TPPO.(Red)

Continue Reading

Trending