Connect with us

Bandarlampung

Banjir Berulang di Bandar Lampung, Ini Analisis dan Pembagian Tanggung Jawab

Published

on

Bandar Lampung, dailynewslampung – Fenomena banjir yang terus berulang di Kota Bandar Lampung dinilai bukan sekadar bencana alam, melainkan persoalan kompleks yang melibatkan faktor lingkungan, tata ruang, hingga pembagian kewenangan antar pemerintah.

Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Lampung, Yusdiyanto, menyebut diskursus banjir kini bergeser dari penanganan darurat ke pertanyaan mendasar mengenai penyebab dan pihak yang bertanggung jawab.

“Banjir umumnya dipicu kombinasi curah hujan tinggi di wilayah hulu seperti Pesawaran dan menurunnya daya serap tanah akibat alih fungsi lahan hingga ke hilir,” ujarnya.

Secara geografis, Bandar Lampung memiliki topografi beragam, dari wilayah pantai hingga perbukitan dengan ketinggian 0–700 mdpl. Kota ini dilintasi sungai besar seperti Way Kuripan dan Way Kuala serta puluhan sungai kecil yang rentan mengering saat kemarau dan meluap saat hujan.

Kondisi tersebut diperparah oleh pendangkalan sungai akibat sedimentasi, tumpukan sampah, serta penyempitan bantaran sungai yang beralih fungsi menjadi permukiman. Akibatnya, aliran air tidak mampu tertampung dan meluap ke kawasan permukiman.

Dalam perspektif hukum, penanganan banjir telah diatur melalui berbagai regulasi, antara lain UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, UU Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, serta PP Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai.

Pemerintah pusat bertanggung jawab pada pengelolaan sungai strategis nasional dan pembangunan infrastruktur pengendali banjir skala besar. Pemerintah provinsi berperan dalam pengendalian banjir lintas wilayah dan koordinasi regional.

Sementara itu, Pemerintah Kota Bandar Lampung memegang peran utama dalam penanganan banjir perkotaan, meliputi pengelolaan drainase, sungai lokal, serta pengaturan tata ruang di kawasan rawan.

“Secara lex specialis, tanggung jawab operasional utama berada di pemerintah kota, khususnya pada aspek drainase dan pengelolaan ruang,” tegas Yusdiyanto.

Ia juga menekankan peran masyarakat dalam menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah ke sungai dan menjaga fungsi drainase.

Sepanjang 2026, banjir telah berdampak pada ribuan warga. Pada Maret 2026 tercatat 1.970 warga terdampak di sejumlah kecamatan dengan bantuan beras 19.700 kg. Sementara pada 14 April 2026, jumlahnya meningkat menjadi 5.886 warga di 11 kecamatan dengan bantuan 58.860 kg beras.

Saat ini, pemerintah tengah melakukan perbaikan infrastruktur sungai, khususnya di Way Kuripan dan Way Kuala, serta menyalurkan bantuan sosial kepada korban terdampak.

Yusdiyanto menegaskan, penanganan banjir tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi terintegrasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota, serta dukungan masyarakat.

“Banjir bukan hanya fenomena alam, tetapi hasil interaksi antara lingkungan dan kebijakan tata ruang. Penanganannya harus berbasis kolaborasi,” ujarnya. (Red)

Bandarlampung

Warga Bandar Lampung Diminta Waspada Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Published

on

Bandar Lampung,Dailynewslampung.com— Pemerintah Kota Bandar Lampung mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak debu vulkanik yang menyebar akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) untuk melakukan langkah penanganan di sejumlah wilayah terdampak.

Sebagai tindak lanjut, BPBD dan Damkarmat mengerahkan sejumlah armada untuk melakukan penyemprotan air di beberapa ruas jalan protokol. Langkah tersebut dilakukan untuk membasahi debu vulkanik yang menempel di permukaan jalan agar tidak kembali beterbangan dan mengganggu masyarakat maupun pengguna jalan.

Kepala Dinas Damkarmat Kota Bandar Lampung Antoni Irawan membenarkan pengerahan armada tersebut.

“Atas arahan Ibu Wali Kota, kami bersama BPBD melakukan penyemprotan di sejumlah ruas jalan protokol. Ini sebagai langkah penanggulangan untuk mengurangi efek debu vulkanik yang beterbangan dan mengganggu masyarakat,” ujar Antoni.

Selain penanganan di lapangan, pamong di tingkat kecamatan juga diarahkan melakukan pendataan terhadap wilayah yang terdampak debu vulkanik.

Menurut Antoni, pendataan tersebut diperlukan untuk mengetahui sebaran wilayah terdampak sekaligus menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.

“Pamong di kecamatan juga diarahkan untuk melakukan pendataan dan mengumpulkan informasi wilayah mana saja yang terkena dampak debu vulkanik. Data ini penting agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” katanya.

Pemkot Bandar Lampung juga mengingatkan masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar debu vulkanik, terutama gangguan pernapasan atau gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), agar segera mendapatkan pelayanan kesehatan.

Warga dapat mendatangi puskesmas yang tersebar di wilayah Kota Bandar Lampung untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

Masyarakat juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta meningkatkan kewaspadaan saat berkendara. Paparan debu vulkanik dapat mengganggu kualitas udara, mengurangi jarak pandang, dan membuat permukaan jalan menjadi licin.

Pemkot Bandar Lampung mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.(Red)

 

Continue Reading

Bandarlampung

Bukan Sekadar Gim, Ada Nama Lampung yang Dipertaruhkan

Published

on

Bandar Lampung,Dailynewslampung.com— Sabtu biasanya menjadi ruang jeda bagi sebagian orang. Namun, tidak bagi puluhan wartawan yang berkumpul di Gedung Balai Sofyan, Kantor PWI Lampung, Sabtu (22/8/2026).

Hari itu, meja kerja berganti arena. Kamera dan buku catatan sejenak disisihkan. Jemari bergerak cepat di atas layar, strategi disusun, komunikasi diuji, dan ketenangan menjadi taruhan.

Mereka tengah bertarung bukan untuk mengejar berita, melainkan untuk memperebutkan tempat di tim e-sports SIWO PWI Lampung yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027.

Tiga nomor menjadi medan seleksi, yakni PUBG Mobile, Mobile Legends, serta E-Football/PES. Di arena digital itu, kemampuan individu saja tidak cukup. Kecepatan membaca permainan, ketepatan mengambil keputusan, komunikasi dan kekompakan menjadi bagian dari pertarungan.

Ketua PWI Lampung, Wirahadikusumah, mengatakan seleksi tersebut merupakan langkah awal untuk menemukan wartawan yang memiliki potensi terbaik guna memperkuat kontingen Lampung pada Porwanas 2027.

Ia meminta para peserta tidak berhenti pada kemampuan yang ditunjukkan dalam seleksi. Sebab, perjalanan menuju Porwanas masih panjang dan membutuhkan latihan yang konsisten.

“Kami minta para atlet pada seleksi hari ini untuk terus meningkatkan skill yang ada. Kami yakin di Porwanas 2027 nanti, Lampung bisa meraih medali emas,” kata Wirahadikusumah.

Menurut Wira, ambisi meraih emas tidak cukup hanya dengan semangat. Diperlukan pembinaan, latihan, serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pengurus Provinsi E-Sports Indonesia (ESI) Lampung.

“Medali emas bisa diraih Lampung di Porwanas 2027. Namun ini perlu dukungan dari semua pihak. Kami berharap para atlet bisa ditempa dan dipersiapkan sebaik mungkin,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer E-Sports SIWO PWI Lampung, Nilam Sari Djausal, memasang target lebih tinggi. Tim e-sports Lampung diharapkan mampu menyumbangkan hingga tujuh medali pada Porwanas 2027.

Namun, target tersebut harus dibangun dari proses seleksi yang sehat, adil dan sportif.

“Kami berharap seleksi berjalan teratur, fair, sportif, dan penuh semangat. Dari proses ini, kami ingin mendapatkan atlet-atlet terbaik di PWI Lampung,” ujar Nilam.

Ia mengatakan e-sports memiliki karakter tersendiri. Selain kemampuan teknis, seorang atlet harus mampu menjaga ketenangan, membaca strategi lawan, berkomunikasi serta membangun chemistry dengan rekan satu tim.

Karena itu, pembinaan setelah seleksi akan menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju Porwanas.

“Setelah seleksi ini, langkah awal persiapan kami tentunya melakukan evaluasi terhadap kelebihan dan kekurangan tim. Dari sana kami bisa melihat apa saja yang benar-benar dibutuhkan,” katanya.

Penjab E-Sports PWI Lampung, Putra Ramadhan, menambahkan tim telah menyiapkan pelatih dan analis untuk membentuk skuad yang siap bertanding pada Porwanas 2027.

Latihan secara intensif juga telah diagendakan. Selain latihan rutin, tim akan menjalani latih tanding menghadapi tim-tim Mobile Legends serta mengikuti sejumlah turnamen lokal untuk membentuk mental dan menambah jam terbang pertandingan.

Persiapan itu akan dilanjutkan melalui evaluasi, uji coba dan try out. Strategi permainan juga akan terus dimatangkan, termasuk membangun chemistry antarpemain agar tim mampu tampil lebih solid ketika menghadapi persaingan tingkat nasional.

Untuk memperkuat pembinaan, SIWO PWI Lampung berencana menggandeng Pengprov ESI Lampung. Kolaborasi tersebut diharapkan menghadirkan pelatih dan analis yang dapat membantu meningkatkan kemampuan teknis maupun strategi para atlet.

Pada akhirnya, arena e-sports itu bukan sekadar tentang siapa yang paling cepat menekan tombol atau paling piawai membaca permainan.

Di balik layar ponsel dan monitor, ada nama Lampung yang sedang dipertaruhkan.

Para wartawan itu kini membawa misi yang sama: mengubah hobi, keterampilan dan kegemaran terhadap dunia digital menjadi prestasi, lalu membawa pulang medali untuk Lampung dari panggung Porwanas 2027.

(Red))

Continue Reading

Bandarlampung

Biliar Lampung Bidik Emas Porwanas 2027, Afrizal Dipercaya Pimpin Persiapan Tim

Published

on

Bandar lampung,Dailynewslampung.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung mulai memanaskan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027. Target besar pun dicanangkan dari cabang olahraga (cabor) biliar, yang diharapkan mampu menyumbangkan medali emas saat Lampung menjadi tuan rumah.

Untuk mewujudkan target tersebut, PWI Lampung menunjuk Afrizal, yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Bandar Lampung, sebagai Manager Cabor Biliar. Penunjukan itu ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) oleh Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah di Balai Wartawan Hi. Solfian Akhmad, Sabtu (22/8/2026).

Wirahadikusumah mengatakan, penunjukan Afrizal bukan tanpa alasan. Selain sebagai wakil rakyat, Afrizal dinilai memiliki perhatian terhadap perkembangan olahraga biliar sehingga diharapkan mampu membangun kekuatan tim sejak jauh hari.

“Kami berharap beliau bisa menerima permintaan keluarga besar PWI untuk membawa cabor biliar mempersembahkan yang terbaik, tentunya juara pertama dan meraih medali emas. Selama ini kita belum mendapatkan medali emas dari biliar,” kata Wirahadikusumah.

Menurutnya, status Lampung sebagai tuan rumah Porwanas 2027 harus menjadi momentum untuk memaksimalkan raihan medali. Terlebih, biliar menjadi salah satu cabor dengan potensi perolehan medali yang cukup besar.

Pada Porwanas 2027, terdapat tujuh atlet yang akan dipersiapkan untuk memperebutkan delapan medali emas. Karena itu, pembinaan dan latihan intensif perlu dilakukan sejak dini agar peluang meraih podium tertinggi semakin terbuka.

“Faktor tuan rumah sangat mendukung. Kami juga berharap atlet biliar bisa melakukan latihan secara intensif. Biliar ini sebenarnya merupakan salah satu lumbung medali,” ujarnya.

Wirahadikusumah berharap kegagalan meraih emas pada ajang Porwanas sebelumnya di Kalimantan Selatan maupun Malang tidak kembali terulang. Ia optimistis Lampung dapat tampil lebih maksimal di hadapan publik sendiri.

Sementara itu, Afrizal menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PWI Lampung. Ia memastikan akan menjalankan amanah tersebut dengan serius dan segera menyusun langkah pembinaan bersama seluruh pihak terkait.

“Terima kasih banyak atas kepercayaannya untuk membantu dan menyukseskan Porwanas. Insyaallah kita akan maksimal. Karena Porwanas dilaksanakan di Lampung, tentunya banyak medali yang akan kita dapatkan, salah satunya dari biliar,” kata Afrizal.

Langkah awal yang akan dilakukan adalah memetakan potensi atlet dari 15 kabupaten/kota di Lampung. Penjaringan bibit terbaik akan dilakukan untuk membentuk tim yang memiliki kekuatan dan kedalaman skuad menghadapi Porwanas 2027.

“Kita akan saling berkoordinasi dan mencari bibit yang terbaik di Lampung. Kita punya 15 kabupaten/kota, sehingga potensi atletnya cukup besar,” ujarnya.

Afrizal juga menilai perkembangan olahraga biliar di Bandar Lampung menjadi modal positif bagi pembinaan. Keberadaan sejumlah tempat latihan biliar dinilai menunjukkan olahraga tersebut semakin berkembang dan memiliki basis atlet yang dapat dikembangkan.

Dengan persiapan sejak jauh-jauh hari, PWI Lampung menargetkan biliar tidak sekadar menjadi peserta Porwanas 2027. Cabor ini diproyeksikan menjadi salah satu lumbung medali emas bagi kontingen Lampung saat tampil sebagai tuan rumah.(Red)

Continue Reading

Trending