Connect with us

Bandarlampung

Polinela Dorong Penguatan Kearifan Lokal Melalui Wisata Budaya Lampung

Published

on

 

Bandar Lampung – Tim peneliti dari Program Studi Perjalanan Wisata, Politeknik Negeri Lampung (Polinela), tengah melakukan penelitian bertajuk “Analisis Sebaran dan Potensi Wisata Budaya Lampung Sebagai Strategi Penguatan Kearifan Lokal di Kota Bandar Lampung.”

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi destinasi wisata budaya Lampung agar dapat menjadi daya tarik unggulan sekaligus memperkuat identitas lokal masyarakat. Beberapa lokasi yang menjadi fokus penelitian antara lain Lamban Gedung Kuning (Sukarame), Lamban Jajar Intan (Kedamaian), Lamban Dalom Marga Balak (Teluk Betung), Kedatun Keagungan (Way Halim), dan Nuwono Tasya (Rajabasa).

Ketua Tim Peneliti, Deris Astriawan, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa wisata budaya memiliki peran penting dalam pariwisata berkelanjutan. “Pariwisata budaya bukan hanya menawarkan keindahan fisik, tetapi juga menyampaikan makna dan nilai kearifan lokal. Melalui penelitian ini, kami ingin menghadirkan data yang bermanfaat sebagai rekomendasi bagi pemerintah daerah, pelaku industri, dan masyarakat,” ujarnya.

Sambutan positif datang dari pengelola situs budaya, termasuk Kedatun Keagungan. Drs. Hi. Mawardi Harirama, M.Si., gelar adat Suttan Seghayo Dipuncak Nur, menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, Kedatun bukan hanya simbol sejarah, tetapi juga pusat nilai jati diri adat Lampung yang perlu diwariskan kepada generasi muda.

Penelitian ini melibatkan dosen Prodi Perjalanan Wisata Polinela, yaitu Meyliana Astriyantika, S.Hut., M.Si., Enggar Dwi Cahyo, S.Par., M.Arch., Ni Made Ayu W.K., S.M., M.Tr.Par., Reski Meidasari, S.Pd., M.Par., dan Fitriyah, S.Pd., M.Par.

Selain observasi langsung, tim juga melakukan wawancara dengan pengelola situs budaya, tokoh adat, serta masyarakat setempat. Data yang dikumpulkan akan dipetakan secara komprehensif untuk dijadikan acuan pengembangan wisata budaya di Bandar Lampung.

Melalui penelitian ini, Polinela berharap lahirnya alternatif wisata berbasis budaya Lampung yang mampu meningkatkan daya tarik wisata, memperkuat kearifan lokal, serta memperkokoh identitas budaya masyarakat Lampung.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bandarlampung

Pemkot Bandar Lampung dan TNI Percepat Normalisasi Sungai di Way Halim

Published

on

Bandar Lampung, dailynewslampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung bersama TNI mempercepat normalisasi sungai di Kelurahan Jagabaya I, Kecamatan Way Halim, menyusul luapan air yang sempat menggenangi rumah warga pada Selasa (14/4/2026) kemarin.

Berdasarkan pantauan pada Sabtu (18/4), Satuan Tugas (Satgas) Bandar Lampung yang terdiri dari BPBD, DLH, Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum, pihak kecamatan dan kelurahan, serta linmas bersama TNI mulai melakukan normalisasi sejak pukul 08.00 WIB.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, turut meninjau langsung kegiatan tersebut. Ia menegaskan langkah ini dilakukan untuk mencegah terulangnya banjir saat hujan deras.

“Satgas harus selalu siaga, meskipun tidak sedang hujan. Bencana bisa datang kapan saja,” ujar Eva Dwiana.

Pemkot Bandar Lampung saat ini juga mempercepat normalisasi sungai dan gorong-gorong di sejumlah wilayah, termasuk penataan konstruksi badan sungai.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan solusi jangka panjang terhadap persoalan banjir yang kerap dikeluhkan warga. Normalisasi sungai tetap menjadi prioritas, terutama melalui pembersihan sedimentasi tebal di gorong-gorong di berbagai titik di Kota Bandar Lampung. (Red)

Continue Reading

Bandarlampung

Pemkot Ambil Alih Normalisasi Sungai Tanjung Senang

Published

on

Bandar Lampung, dailynewslampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung mengambil langkah tegas dengan mengintervensi normalisasi sungai di Kecamatan Tanjung Senang demi mempercepat penanganan banjir dan menjamin keselamatan warga.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengatakan meski sebagian wilayah menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pemkot tetap bergerak cepat menangani titik-titik krusial yang berdampak langsung pada masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan saat Wali Kota menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di sejumlah kecamatan, seperti Bumi Waras, Rajabasa, Labuhan Ratu, Sukabumi, dan Tanjung Senang, Kamis (16/4/2026).

Menurut Eva, penanganan banjir membutuhkan sinergi lintas sektor yang kuat. Namun, ia mengakui masih terdapat kendala dalam koordinasi di lapangan, sehingga diperlukan langkah cepat dari pemerintah daerah.

“Kami terus mengajak semua pihak untuk bersinergi. Penanganan banjir akan optimal jika koordinasi dari tingkat kecamatan hingga Balai berjalan baik,” ujarnya.

Menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu, Pemkot memutuskan mengambil diskresi untuk melanjutkan proyek drainase di Tanjung Senang yang sebelumnya terhambat.

“Kami sudah berkomunikasi dan meminta izin kepada pihak Balai agar pengerjaan bisa segera dilakukan. Ini murni demi keselamatan warga,” tegasnya.

Selain percepatan infrastruktur, Pemkot juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk bantuan bagi warga terdampak banjir di 36 titik yang tersebar di 13 kecamatan. Bantuan diberikan kepada sekitar 5.800 kepala keluarga berupa beras 10 kilogram dan uang tunai Rp500 ribu per KK.

Tak hanya itu, Pemkot juga akan menata kembali aliran sungai yang terhambat bangunan, khususnya di wilayah Sukabumi, guna memastikan fungsi drainase berjalan optimal dan mengurangi risiko banjir ke depan.

“Pemerintah hadir untuk bertanggung jawab. Penertiban akan dilakukan secara terukur agar aliran air kembali lancar,” kata Eva.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga semangat gotong royong dan bersabar menghadapi situasi, sembari memastikan pemerintah terus hadir mendampingi warga terdampak. (rls)

Continue Reading

Bandarlampung

Tragis Saat Evakuasi Bencana, Pegawai BPBD Bandar Lampung Alami Cacat, Bunda Eva Beri Perhatian

Published

on

Bandar Lampung, dailynewslampung – Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menjenguk Aulia Ahmad Akbar, pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung yang mengalami kecelakaan kerja saat bertugas mengevakuasi bencana di Gang Onta, Kecamatan Kedaton.

Dalam kunjungannya di Rumah Sakit Advent Bandar Lampung, Kamis (16/4), Eva Dwiana memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp15 juta serta hadiah umrah untuk meringankan beban korban.

“Terima kasih banyak atas pengorbanannya, semoga lekas pulih dan bisa kembali beraktivitas,” ujar Eva Dwiana.

Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi saat waktu istirahat setelah salat dzuhur. Dalam kondisi kelelahan usai bekerja, korban diduga kurang fokus ketika hendak membersihkan mesin pompa penyedot air yang masih dalam keadaan menyala.

Akibatnya, tangan korban tersedot ke dalam mesin hingga menyebabkan tiga jarinya putus.

Saat ini, Aulia Ahmad Akbar masih menjalani perawatan intensif di RS Advent Bandar Lampung. Pihak keluarga menyebutkan korban membutuhkan penanganan serius, baik secara medis maupun pemulihan pascaoperasi. (Red)

Continue Reading

Trending