Connect with us

Tanggamus

Modus Gadaikan Kebun Kelapa, Warga Kanoman Tanggamus Jadi Korban Hipnotis

Published

on

Tanggamus, DNL: Lampung – Kasus hipnotis kembali menghantui warga Pekon Kanoman, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus. Kali ini, muzaili menjadi korban setelah terpedaya oleh pelaku yang menawarkan modus menggadaikan kebun kelapa. Kejadian ini semakin menambah keresahan masyarakat yang belakangan ini merasa tidak tenang akibat maraknya kasus serupa.
Menurut penuturan korban, peristiwa ini terjadi pada hari Jumat, 9 Januari 2026, sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, seorang pria tak dikenal mendatangi kediaman Bapak Muzaili. Diduga, pelaku hanya bertemu dengan istri Bapak Muzaili karena saat itu, Bapak Muzaili sedang menunaikan ibadah shalat Jumat di masjid. “Dia datang dan mengatakan ingin menggadaikan kebun kelapa, lalu meminta uang Rp3.000.000,” ungkap ILI dengan nada getir.
Muzaili menambahkan, pelaku beralasan uang tersebut akan digunakan untuk membayar upah pemanen kelapa. “Dia bilang untuk membayar yang ngunduh dulu, dan berjanji akan segera kembali. Anehnya, saya langsung percaya begitu saja,” imbuhnya, masih tak habis pikir.
Di tempat yang sama, istri Bapak Muzaili menuturkan bahwa setelah suaminya pulang dari masjid, ia tetap merasa yakin dengan tawaran pelaku. Bahkan, tanpa sadar ia menyerahkan uang tunai sebesar Rp3.000.000 kepada pelaku. “Setelah itu, dia bertanya apakah ada beras. Saya jawab ada, lalu dia ikut saya ke warung dan mengambil beras serta satu pres rokok Sampoerna Mild,” jelasnya dengan nada penuh penyesalan.
Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp3.500.000, ditambah sejumlah barang kebutuhan sehari-hari. Kasus ini menambah daftar panjang kejadian serupa yang meresahkan warga Pekon Kanoman.
Kepala Pekon Kanoman, Azhari Patnoto, mengimbau agar masyarakat lebih waspada dan berhati-hati terhadap orang asing yang mencurigakan. Warga juga diminta untuk tidak mudah terpengaruh oleh bujuk rayu orang yang baru dikenal, terutama jika menawarkan sesuatu yang menggiurkan.
“Saya selaku Kepala Pekon Kanoman mengimbau kepada seluruh masyarakat Tanggamus, khususnya warga Pekon Kanoman, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan dan segera melaporkan hal-hal yang mencurigakan kepada pihak berwajib,” pungkasnya. (Rizal)

Tanggamus

Tercoreng Dugaan manipulasi SPMB SMA N 1 semaka Terancam Sanksi permendikdasmen No 3/2025.

Published

on

By

Tanggamus – DNL : Mekanisme Seleksi Peserta Didik Baru (SPMB) di SMA Negeri 1 Semaka, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung, kini tercoreng oleh dugaan praktik manipulatif yang menciderai rasa keadilan publik.
Sekolah yang sebelumnya mengklaim telah memperketat prosedur seleksi demi transparansi, justru kini menjadi sorotan tajam masyarakat akibat meloloskan calon siswa yang secara administratif telah dinyatakan tidak lolos.
Kasus ini bermula dari pendaftaran atas nama DR (Nama disamarkan), seorang calon peserta didik baru yang mendaftar melalui Jalur Domisili. Setelah menjalani serangkaian tes dan verifikasi sesuai peraturan yang berlaku, DR secara resmi dinyatakan gugur dalam proses seleksi tersebut. Keputusan ini seharusnya bersifat final dan mengikat sesuai prinsip meritokrasi dalam SPMB.
Namun, kejanggalan mencolok terjadi ketika nama DR tiba-tiba muncul kembali dalam daftar siswa yang diterima. Lebih ironisnya lagi, yang bersangkutan kini sudah aktif bersekolah, mengenakan seragam, dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan orientasi peserta didik baru seolah-olah tidak pernah ada masalah.
Fenomena “hidup kembali” bagi siswa yang sudah gugur ini memantik pertanyaan keras: Aturan ketat apa yang sebenarnya diterapkan di SMAN1 Semaka?
Masyarakat sekitar menyayangkan keras adanya indikasi rekayasa administrasi ini. Bagaimana mungkin sebuah institusi pendidikan yang seharusnya menjunjung tinggi integritas bisa memutarbalikkan hasil seleksi yang sudah ditetapkan?
“Katanya SPMB tersebut sudah diatur ketat, tapi kenapa ada siswa baru yang semula daftar di jalur domisili dan dinyatakan tidak terima, sekarang justru diterima dan masuk sekolah? Ada apa gerangan dengan SMAN1 Semaka ini?” tanya warga setempat dengan nada kekecewaan yang mendalam.
Dugaan manipulasi ini bukan sekadar persoalan internal sekolah, melainkan pelanggaran nyata terhadap regulasi nasional. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 3 Tahun 2025, sanksi bagi sekolah yang melanggar ketentuan SPMB sangatlah berat dan tegas, meliputi: Penghentian atau penundaan penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Pembatalan hasil seleksi bagi siswa yang diterima melalui cara curang, Sanksi disiplin berat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbukti terlibat.
Peringatan keras juga telah disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung yang menegaskan larangan mutlak terkait praktik “titip-menitip” siswa dari pihak manapun, termasuk pejabat atau tokoh masyarakat. Segala bentuk kecurangan, kolusi, maupun pungutan liar (pungli) dalam proses penerimaan siswa baru adalah tindakan ilegal yang tidak akan ditoleransi.
Kasus di SMAN 1 Semaka ini harus menjadi momentum bagi aparat pengawas dan dinas pendidikan untuk melakukan audit forensik terhadap seluruh dokumen seleksi.
Jika benar terdapat rekayasa, maka sanksi administratif dan pidana harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Biarkan integritas pendidikan pulih, dan jangan biarkan satu kasus manipulasi merusak kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan di Tanggamus.
Publik menunggu kejelasan, Apakah DR memang memenuhi syarat berdasarkan aturan yang sah, ataukah ia adalah produk dari “jalur khusus” yang mencederai ribuan anak lain yang berjuang jujur namun gagal karena kuota yang dikorupsi.
Sampai berita diterbitkan belum ada keterangan resmi dari kepala sekolah, beberapa kali ditemui dilokasi, yang bersangkutan selalu tidak ada, (Dalam Konfirmasi). ( Tim )

Continue Reading

Tanggamus

DidugaRabat Beton Pekon Karang Rejo Tak Sesuai Standar Mutu Pekerjaan Diragukan 

Published

on

By

Tanggamus  DNL :  pembangunan jalan rabat beton sepanjang 225 meter di Dusun 3, Pekon (Desa) Karang Rejo, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung, menuai sorotan tajam, Senin (20/7/2026).
Proyek yang dibiayai dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026 senilai Rp 103.040.000 tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan fisik ini dilaksanakan secara swakelola oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Pekon Karang Rejo.
Dugaan ketidaksesuaian spesifikasi ini mencuat setelah petugas pengawas lapangan membeberkan komposisi adukan beton yang digunakan di lokasi proyek. Komposisi tersebut dinilai jauh dari standar mutu beton pada umumnya.
“Untuk adukannya bang, itu pakai molen 1 sak semen, 8 pasir, dan 7 krokos,” ujar pengawas pengerjaan saat dikonfirmasi di lokasi, Senin (20/7).
Selain masalah material, pengawas lapangan juga mengeluhkan kendala terkait sistem pengupahan tenaga kerja harian yang dinilai memengaruhi proses pengerjaan di lapangan.
“Kalau sekarang Pak, pinter-pinter orang yang kerja itu. Disuruh harian enggak mau, paling Rp 100.000 per seharinya itu,” kata dia.
Merujuk pada standar teknis bangunan, formula campuran dengan perbandingan 1 sak semen berbanding 8 pasir dan 7 kerikil dinilai terlalu minim semen. Dominasi material pengisi (pasir dan kerikil) tersebut dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas dan daya tahan beton secara drastis.
Kondisi fisik bangunan dengan campuran yang tidak seimbang berpotensi membuat jalan rabat beton menjadi rapuh, mudah retak, dan tidak mampu menahan beban kendaraan dalam jangka waktu lama.
Hal ini memicu kekhawatiran masyarakat akan terjadinya indikasi kerugian keuangan desa, lantaran kualitas hasil pekerjaan di lapangan diduga tidak sebanding dengan pagu anggaran yang telah dikucurkan pemerintah.
Sesuai petunjuk teknis, penggunaan anggaran Dana Desa wajib mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap standar teknis demi kemanfaatan jangka panjang masyarakat desa.
Hingga berita ini ditayangkan, masih berupaya meminta konfirmasi dan tanggapan resmi dari Kepala Pekon Karang Rejo, pendamping desa, serta tim pengawas teknis terkait kesesuaian realisasi pengerjaan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Di sisi lain, warga berharap Inspektorat Kabupaten Tanggamus dapat segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan fisik dan audit investigatif guna memastikan penggunaan anggaran negara tersebut tepat sasaran.( Tim )

Continue Reading

Tanggamus

Area Parkir Alfamart Sukaraja Tanggamus Jadi Sarang Curanmor Warga Kecewa CCTV Rusak

Published

on

By

Tanggamus – DNL :   lagi-lagi Area parkir pusat pembelanjaan Alfamart Desa Sukaraja kecamatan Semaka kabupaten Tanggamus jadi target empuk para pelaku pencurian kendaraan bermotor(curanmor).
Seperti salah satu masarakat Desa Sukajaya kecamatan Semaka kabupaten Tanggamus berinisial Mt (19) th yang sedang berbelanja di Alfamart menjadi kesekian kalinya korban CuranMor diarea parkir Alfamart tersebut.
Menurut korban  Mt Hal tersebut terjadi pada hari Rabu tanggal 15 juli 2026 sekitar pukul 20.15 WIB,kronologis kejadian  Mt (korban) curanmor tiba dilokasi parkir Alfamart sekitar pukul 20.00 Wib seperti biasa korban memarkirkan motor diarea parkir Alfamart lalu motor dikunci setang dan ia masuk ruang belanja Alfamart tak lama sekitar 15 menit ai selesai belanja,setibanya dilokasi parkir ia kaget mendapati motor sudah tidak ada dilokasi parkir.
“Iya bang motor saya hilang diparkiran Alfamart Sukaraja,cuma sebentar bang,saya tiba dilokasi parkir sekitar jam 20.00,sekitar 15 menit saya keluar lihat motor saya dilokasi parkir udah hilang bang.”terangnya
Dipihak lain Iyal  kerabat korban juga mengatakan kecewa dan sangat menyayangkan pada saat kejadian CCTV milik Alfamart dalam keadaan rusak dan tidak adanya himbauan yang terpasang mengenai kewaspadaan Curanmor,dan menurutnya kejadian curanmor itu bukan kali pertama terjadi diarea parkir Alfamart dan CCTV selalu dalam keadaan rusak.
“Saya kecewa bang sama pihak Alfamart karna terkesan pembiaran terhadap keamanan pelanggan,ini sering terjadi,pada saat motor hilang CCTV rusak dan tidak ada nyan himbauan keamanan dilokasi parkir Alfamart.”tegasnya
“Saya berharap kepada pihak  Kepolisian agar dapat mengusut tuntas dan menangkap para pelaku curanmor tersebut.”pungksanya
Sementara Ahmad kepala Toko Alfamart Sukaraja Semaka membenarkan adanya kejadian tersebut dan ia juga membenarkan pada saat beberapa kali kejadian Curanmor diarea parkir Alfamart CCTV dalam keadaan rusak,dan ia juga membenarkan pada saat kejadian curanmor tersebut belum dipasang himbauan waspada Curanmor.
“Iya diarea parkir kami memang beberapa kali terjadi Curanmor,iya pada saat kejadian tersebut CCTV kami dalam keadaan rusak dan blm kami pasang himbauan waspada Curanmor”tutupnya ( rizal )

Continue Reading

Trending