Connect with us

Bandarlampung

Konfercab XXXVIII PMII Bandar Lampung, Formatur Dibentuk Tanpa Aturan Organisasi

Published

on

Bandar Lampung – Aroma keganjilan tercium dari pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bandar Lampung ke-XXXVIII. Belum rampung dan disahkan melalui mekanisme sidang yang sah, sudah muncul klaim sepihak mengenai terbentuknya formatur. Langkah ini dinilai menyalahi prosedur konstitusional organisasi serta mencederai etika kolektif-kolegial yang menjadi pijakan utama PMII.

Informasi dari sejumlah kader dan peserta sidang menyebutkan bahwa proses konfercab masih bergulir dan belum mencapai tahapan final, terutama dalam agenda sidang pleno yang mengesahkan hasil-hasil forum. Namun demikian, sebuah kelompok mengklaim telah menyusun formatur dan bahkan mengumumkan struktur kepengurusan baru. Klaim ini disebut dilakukan tanpa aturan organisasi yang sah.

“Tidak ada berita acara yang mengesahkan sidang ditutup secara sah, apalagi mengesahkan formatur. Ini tindakan sepihak yang tidak bisa dibenarkan,” ujar salah satu peserta aktif sidang yang enggan disebutkan namanya karena alasan keamanan internal.

Sumber lain dari kalangan pengurus cabang sebelumnya menyebut tindakan tersebut sebagai “pembajakan proses demokrasi organisasi”.

Menurutnya, pembentukan formatur hanya bisa dilakukan setelah melalui mekanisme sidang pleno terakhir yang disahkan presidium sidang dan disepakati peserta. Tanpa itu, formatur yang dibentuk tidak memiliki legitimasi hukum maupun moral di mata organisasi.

Ironisnya, belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang mengklaim telah membentuk formatur. Hingga saat ini, pihak-pihak terkait belum memberikan tanggapan atau penjelasan terbuka kepada publik internal organisasi.

Ketua Rayon PMII Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, yang akrab disapa Altof, menilai tindakan sepihak ini sangat mencoreng marwah organisasi serta mengancam keutuhan kaderisasi.

“PMII tidak dibangun atas dasar ambisi pribadi, tapi atas nilai kolektivitas dan proses musyawarah. Jika mekanisme ini dilangkahi, maka bukan hanya hasilnya yang cacat, tetapi juga berbahaya bagi masa depan gerakan,” ujar Altof.

Ia juga menegaskan bahwa tindakan seperti ini dapat menciptakan preseden buruk bagi forum-forum berikutnya.

“Kalau ini dibiarkan, maka siapa pun ke depan bisa saja mengklaim hasil konferensi tanpa dasar, hanya karena merasa memiliki kekuasaan massa. Itu bukan cara berpikir kader PMII yang matang. Kita harus kembali pada asas organisasi,” tegasnya.

Sejumlah kader mendesak agar Pengurus Besar PMII segera turun tangan mengklarifikasi dan menertibkan proses Konfercab agar berjalan sesuai konstitusi organisasi, bukan didikte oleh manuver kelompok tertentu.

“PMII Bandar Lampung kini menghadapi ujian krusial: Menjaga marwah demokrasi organisasi, atau membiarkan legalitas dipermainkan oleh ambisi.” (Yudi)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bandarlampung

Pemkot Bandar Lampung dan TNI Percepat Normalisasi Sungai di Way Halim

Published

on

Bandar Lampung, dailynewslampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung bersama TNI mempercepat normalisasi sungai di Kelurahan Jagabaya I, Kecamatan Way Halim, menyusul luapan air yang sempat menggenangi rumah warga pada Selasa (14/4/2026) kemarin.

Berdasarkan pantauan pada Sabtu (18/4), Satuan Tugas (Satgas) Bandar Lampung yang terdiri dari BPBD, DLH, Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum, pihak kecamatan dan kelurahan, serta linmas bersama TNI mulai melakukan normalisasi sejak pukul 08.00 WIB.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, turut meninjau langsung kegiatan tersebut. Ia menegaskan langkah ini dilakukan untuk mencegah terulangnya banjir saat hujan deras.

“Satgas harus selalu siaga, meskipun tidak sedang hujan. Bencana bisa datang kapan saja,” ujar Eva Dwiana.

Pemkot Bandar Lampung saat ini juga mempercepat normalisasi sungai dan gorong-gorong di sejumlah wilayah, termasuk penataan konstruksi badan sungai.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan solusi jangka panjang terhadap persoalan banjir yang kerap dikeluhkan warga. Normalisasi sungai tetap menjadi prioritas, terutama melalui pembersihan sedimentasi tebal di gorong-gorong di berbagai titik di Kota Bandar Lampung. (Red)

Continue Reading

Bandarlampung

Pemkot Ambil Alih Normalisasi Sungai Tanjung Senang

Published

on

Bandar Lampung, dailynewslampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung mengambil langkah tegas dengan mengintervensi normalisasi sungai di Kecamatan Tanjung Senang demi mempercepat penanganan banjir dan menjamin keselamatan warga.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengatakan meski sebagian wilayah menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pemkot tetap bergerak cepat menangani titik-titik krusial yang berdampak langsung pada masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan saat Wali Kota menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di sejumlah kecamatan, seperti Bumi Waras, Rajabasa, Labuhan Ratu, Sukabumi, dan Tanjung Senang, Kamis (16/4/2026).

Menurut Eva, penanganan banjir membutuhkan sinergi lintas sektor yang kuat. Namun, ia mengakui masih terdapat kendala dalam koordinasi di lapangan, sehingga diperlukan langkah cepat dari pemerintah daerah.

“Kami terus mengajak semua pihak untuk bersinergi. Penanganan banjir akan optimal jika koordinasi dari tingkat kecamatan hingga Balai berjalan baik,” ujarnya.

Menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu, Pemkot memutuskan mengambil diskresi untuk melanjutkan proyek drainase di Tanjung Senang yang sebelumnya terhambat.

“Kami sudah berkomunikasi dan meminta izin kepada pihak Balai agar pengerjaan bisa segera dilakukan. Ini murni demi keselamatan warga,” tegasnya.

Selain percepatan infrastruktur, Pemkot juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk bantuan bagi warga terdampak banjir di 36 titik yang tersebar di 13 kecamatan. Bantuan diberikan kepada sekitar 5.800 kepala keluarga berupa beras 10 kilogram dan uang tunai Rp500 ribu per KK.

Tak hanya itu, Pemkot juga akan menata kembali aliran sungai yang terhambat bangunan, khususnya di wilayah Sukabumi, guna memastikan fungsi drainase berjalan optimal dan mengurangi risiko banjir ke depan.

“Pemerintah hadir untuk bertanggung jawab. Penertiban akan dilakukan secara terukur agar aliran air kembali lancar,” kata Eva.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga semangat gotong royong dan bersabar menghadapi situasi, sembari memastikan pemerintah terus hadir mendampingi warga terdampak. (rls)

Continue Reading

Bandarlampung

Tragis Saat Evakuasi Bencana, Pegawai BPBD Bandar Lampung Alami Cacat, Bunda Eva Beri Perhatian

Published

on

Bandar Lampung, dailynewslampung – Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menjenguk Aulia Ahmad Akbar, pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung yang mengalami kecelakaan kerja saat bertugas mengevakuasi bencana di Gang Onta, Kecamatan Kedaton.

Dalam kunjungannya di Rumah Sakit Advent Bandar Lampung, Kamis (16/4), Eva Dwiana memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp15 juta serta hadiah umrah untuk meringankan beban korban.

“Terima kasih banyak atas pengorbanannya, semoga lekas pulih dan bisa kembali beraktivitas,” ujar Eva Dwiana.

Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi saat waktu istirahat setelah salat dzuhur. Dalam kondisi kelelahan usai bekerja, korban diduga kurang fokus ketika hendak membersihkan mesin pompa penyedot air yang masih dalam keadaan menyala.

Akibatnya, tangan korban tersedot ke dalam mesin hingga menyebabkan tiga jarinya putus.

Saat ini, Aulia Ahmad Akbar masih menjalani perawatan intensif di RS Advent Bandar Lampung. Pihak keluarga menyebutkan korban membutuhkan penanganan serius, baik secara medis maupun pemulihan pascaoperasi. (Red)

Continue Reading

Trending