Connect with us

Bandarlampung

Ramai Soal Kasus ABP, Ormas di Lampung Selatan Angkat Bicara

Published

on

Lampung Selatan, DLN : Beberapa organisasi masyarakat (ormas) di Lampung Selatan menanggapi soal ramainya pemberitaan mengenai dugaan penipuan proyek jalan tahun 2019 yang diduga melibatkan beberapa pejabat di Lampung Selatan.

Mencuatnya pemberitaan tersebut ternyata mendapatkan respon negatif dari beberapa ormas. Pasalnya, pemberitaan tersebut selain dapat menimbulkan kegaduhan menjelang tahun politik (pemilu, red), juga dinilai tidak relevan.

Seperti halnya di katakan Ketua Umum Gema Masyarakat Lokal Indonesia (GML) Rizal Anwar.

Ia berpendapat, dugaan penipuan tersebut yang saat ini sedang dalam proses hukum di Polresta Bandar Lampung merupakan perkara lama yang terjadi di tahun 2019 lalu.

“Saya berpendapat, ini kan tahun politik. Saya kira, pemberitaan itu dimanfaat untuk menjatuhkan lawan politik dengan berbagai cara. Saya prihatin dengan isu atau berita tersebut, karena dapat menggoyahkan stabilitas dan keamanan di Lampung Selatan. Saya selaku, ormas sekaligus warga Lamsel, wajib membantu pemerintah menjaga stabilitas yang saat ini sudah berjalan kondusif dengan baik,” kata dia, kepada sejumlah media di kediamannya, Jum’at (19/5/2023).

Ia melanjutkan, tanggapan – tanggapan persoalan kasus tersebut oleh masyarakat dirasa banyak berbeda. Oleh karenanya, masyarakat Lampung Selatan harus bijak dan cerdas tentang kasus tersebut.

“Saya kira ini mainan orang pintar dan mainan lama serta momennya dimanfaatkan di tahun politk. Mari bersama-sama kita jaga kondusifitas di Lampung Selatan. Selanjutnya, untuk masyarakat jangan mudah terprovokasi serta harus cerdas menanggapi persoalan isu-isu yang dapat merusak kondusifitas di Lampung Selatan,” kata dia.

Mengenai kinerja roda pemerintah di Lampung Selatan, Rizal Anwar memberikan apresiasi. Era kepemimpinan Nanang Ermanto selaku Bupati Lampung Selatan dinilai cukup baik.

“Kami selaku ormas tidak diam saja, dan selalu memantau kinerja pemerintah baik yang dulu maupun sekarang. Contoh, pendamping bupati yakni istrinya Ibu Winarni, rajin terjun kemasyarakat, merangkul semua kalangan masyarakat, kegiatan yang melibatkan masyarakat,” bebernya.”

Ini saya bicara fakta, tanpa adanya embel-embel,” kata dia lagi.

Ditempatkan yang sama, Dewan Penasehat DPP GML Muslihun berpendapat, pemberitaan kasus tersebut yang diduga menyebutkan beberapa nama pejabat di Lamsel belum tentu kebenarannya.

“Menyikapi isu-isu begini, saya berpendapat masyarakat harus benar benar teliti. Saya kira semua orang boleh beranggapan soal apapun apa lagi dugaan-dugaan yang saya anggap liar. Salah satu contohnya, saya kenal dengan gubernur tapi gubernur gak kenal saya,” ujar Muslihun.

“Jadi saya kira, dugaan-dugaan liar itu bisa merusak nama baik perorangan atau kelompok. Lagi pula itu kasus lama sebelum era pemerintahan sekarang. Serta di urut nomor tiga disebutkan nama pejabat Lamsel,” tambahnya.

Dilain pihak, Ketua DPC Sapu Jagat Kabupaten Lampung Selatan Zulfizar berpendapat, ditahun-tahun politik biasa terjadi terdapat gejolak-gejolak. Meski demikian, kondisi tersebut tidak elok dan tidak mencerminkan politik edukasi.

“Maksud saya, isu seperti ini sudah terjadi sejak dulu. Siapa bupatinya, dicari kesalahan dan kelemahannya. Mungkin nanti, yang menjelekan ini, akan sama (sebab-akibat, red),” ketus Zulfizar.

Menurut hematnya, era pemerintahan Lampung Selatan saat ini sudah sah dan sudah berjalan dengan baik. “Mari kita tunjukan sikap legowo, profesional baik untuk semua kalangan masyarakat,” ujarnya.

Lanjutnya, isu-isu dugaan pemberitaan penipuan proyek jalan di tahun 2019 silam. Ia menilai sebagai hasrat keinginan yang tidak terpenuhi terhadap pemerintah di Lampung Selatan.

“Terlepas dari itu, saya bermaksud. Tahun 2024 akan pemilu, mari kita sama-sama bersama pemerintah memajukan pembangunan. Serta saya tidak sepakat kepada rekan-rekan yang selalu menduga-menduga. Kalaupun ingin mengkritisi, harus dengan cara yang baik,” katanya.

Pemberitaan yang sempat ramai yakni, Satreskrim Polresta Bandar Lampung berhasil Meringkus Akbar Bintang Putranto (DPO) kasus penipuan proyek senilai Rp2.6 Miliyar, Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2019 yang sedang beristirahat di salah satu Penginapan yang berada di Kecamatan Sukarame Kota Bandar Lampung. (Fit)

Bandarlampung

Pemkot Bandar Lampung dan TNI Percepat Normalisasi Sungai di Way Halim

Published

on

Bandar Lampung, dailynewslampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung bersama TNI mempercepat normalisasi sungai di Kelurahan Jagabaya I, Kecamatan Way Halim, menyusul luapan air yang sempat menggenangi rumah warga pada Selasa (14/4/2026) kemarin.

Berdasarkan pantauan pada Sabtu (18/4), Satuan Tugas (Satgas) Bandar Lampung yang terdiri dari BPBD, DLH, Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum, pihak kecamatan dan kelurahan, serta linmas bersama TNI mulai melakukan normalisasi sejak pukul 08.00 WIB.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, turut meninjau langsung kegiatan tersebut. Ia menegaskan langkah ini dilakukan untuk mencegah terulangnya banjir saat hujan deras.

“Satgas harus selalu siaga, meskipun tidak sedang hujan. Bencana bisa datang kapan saja,” ujar Eva Dwiana.

Pemkot Bandar Lampung saat ini juga mempercepat normalisasi sungai dan gorong-gorong di sejumlah wilayah, termasuk penataan konstruksi badan sungai.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan solusi jangka panjang terhadap persoalan banjir yang kerap dikeluhkan warga. Normalisasi sungai tetap menjadi prioritas, terutama melalui pembersihan sedimentasi tebal di gorong-gorong di berbagai titik di Kota Bandar Lampung. (Red)

Continue Reading

Bandarlampung

Pemkot Ambil Alih Normalisasi Sungai Tanjung Senang

Published

on

Bandar Lampung, dailynewslampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung mengambil langkah tegas dengan mengintervensi normalisasi sungai di Kecamatan Tanjung Senang demi mempercepat penanganan banjir dan menjamin keselamatan warga.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengatakan meski sebagian wilayah menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pemkot tetap bergerak cepat menangani titik-titik krusial yang berdampak langsung pada masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan saat Wali Kota menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di sejumlah kecamatan, seperti Bumi Waras, Rajabasa, Labuhan Ratu, Sukabumi, dan Tanjung Senang, Kamis (16/4/2026).

Menurut Eva, penanganan banjir membutuhkan sinergi lintas sektor yang kuat. Namun, ia mengakui masih terdapat kendala dalam koordinasi di lapangan, sehingga diperlukan langkah cepat dari pemerintah daerah.

“Kami terus mengajak semua pihak untuk bersinergi. Penanganan banjir akan optimal jika koordinasi dari tingkat kecamatan hingga Balai berjalan baik,” ujarnya.

Menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu, Pemkot memutuskan mengambil diskresi untuk melanjutkan proyek drainase di Tanjung Senang yang sebelumnya terhambat.

“Kami sudah berkomunikasi dan meminta izin kepada pihak Balai agar pengerjaan bisa segera dilakukan. Ini murni demi keselamatan warga,” tegasnya.

Selain percepatan infrastruktur, Pemkot juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk bantuan bagi warga terdampak banjir di 36 titik yang tersebar di 13 kecamatan. Bantuan diberikan kepada sekitar 5.800 kepala keluarga berupa beras 10 kilogram dan uang tunai Rp500 ribu per KK.

Tak hanya itu, Pemkot juga akan menata kembali aliran sungai yang terhambat bangunan, khususnya di wilayah Sukabumi, guna memastikan fungsi drainase berjalan optimal dan mengurangi risiko banjir ke depan.

“Pemerintah hadir untuk bertanggung jawab. Penertiban akan dilakukan secara terukur agar aliran air kembali lancar,” kata Eva.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga semangat gotong royong dan bersabar menghadapi situasi, sembari memastikan pemerintah terus hadir mendampingi warga terdampak. (rls)

Continue Reading

Bandarlampung

Tragis Saat Evakuasi Bencana, Pegawai BPBD Bandar Lampung Alami Cacat, Bunda Eva Beri Perhatian

Published

on

Bandar Lampung, dailynewslampung – Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menjenguk Aulia Ahmad Akbar, pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung yang mengalami kecelakaan kerja saat bertugas mengevakuasi bencana di Gang Onta, Kecamatan Kedaton.

Dalam kunjungannya di Rumah Sakit Advent Bandar Lampung, Kamis (16/4), Eva Dwiana memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp15 juta serta hadiah umrah untuk meringankan beban korban.

“Terima kasih banyak atas pengorbanannya, semoga lekas pulih dan bisa kembali beraktivitas,” ujar Eva Dwiana.

Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi saat waktu istirahat setelah salat dzuhur. Dalam kondisi kelelahan usai bekerja, korban diduga kurang fokus ketika hendak membersihkan mesin pompa penyedot air yang masih dalam keadaan menyala.

Akibatnya, tangan korban tersedot ke dalam mesin hingga menyebabkan tiga jarinya putus.

Saat ini, Aulia Ahmad Akbar masih menjalani perawatan intensif di RS Advent Bandar Lampung. Pihak keluarga menyebutkan korban membutuhkan penanganan serius, baik secara medis maupun pemulihan pascaoperasi. (Red)

Continue Reading

Trending