Lampung Selatan : Lagi lagi dan lagi satgas tolak money politik Paslon 01 berhasil cegah tsunami money politik dan peredaran bagi bagi kaos bergambar Egy – Syaiful.
Dari video rekaman yang diterima redaksi, satgas tolak money politik berhasil mencegah dugaan money politik oleh salah satu tim paslon peserta Pilkada Lampung Selatan.
Yakni, terjadi di warga seputaran komplek Pemda Lampung Selatan, RT 03 LK 04 Kelurahan Way Urang. Pada video berdurasi 02:24, warga tersebut dimintai KTP asli untuk ditukar dengan uang Rp50 rb, diduga agar memilih paslon 02 pada 27 November 2024.
“Yang ngasih uang dengan tukar KTP, namanya mbak Darti,” aku warga yang dimintai KTP, sengaja identitas warga tidak kami tulis.
“Dikalangan keluarga kami, baru 4 orang yang dimintai KTPnya,” timpalnya.
Beralih dugaan money politik di Kecamatan Way Sulan, di kecamatan tersebut tim satgas anti money politik berhasil menemui beberapa warga yang KTP nya ditukar dengan uang sebesar Rp 50rb. Didaerah desa tersebut, tim satgas mendatangi Lima rumah warga.
“Kecamatan Waysulan, Desa Sumber Agung Dusun 04. Pengakuan warga, KTP sudah dikembalikan dan diberi uang Rp50 rb,” kata Aris petugas satgas anti money politik Paslon 01, Minggu (24/11/2024).
“Kalau saya kemaren dapet dengan suami saya Rp80 rb. KTP sudah dikembalikan,” pengakuan warga kepada tim satgas, berdasarkan 1 rekaman video yang diterima redaksi.
Kemudian, beralih dugaan money politik di Kecamatan Katibung, tepat di Desa Tanjung Agung, Dusun Apenbaya yang terjadi pada hari Sabtu, 23 November 2024. Tim satgas, mendapati oknum warga yang mengumpulkan KTP dan penyebar uang Rp50 rb kepada warga.
Dari video rekaman yang diterima redaksi, oknum warga yang sengaja identitasnya tidak dipublis mengaku, perbuatan yang berkategori melanggar aturan pilkada diperintah langsung oleh koordinator kecamatan diduga korcam Paslon nomor urut 2. Seperti, sudah terstruktur dan masif.
“Saya itu dari korcam, namanya Rusdi warga Tanjung Agung. Saya cuma diberi 30 amplop. Sudah dibagikan ke warga. Yang bertugas mengumpulkan KTP bukan saya, tapi menyuruh orang lagi. Kemudian, yg membagikan amplop saya berdasarkan KTP yang telah dikumpulkan,” aku warga suruhan Rusdi selaku korcam Katibung tim Paslon 02.
“Untuk lebih lanjut, ya hubungi pak Rusdi saja. Saya bukan tim atau aparat desa pak. Saya hanya petani,” timpal lagi warga suruhan tersebut.
Kejadian tempat yang sama, oknum warga berjenis perempuan setengah baya masih dalam 1 lingkaran suruhan Rusdi. Dari rekaman video yang diterima mengatakan, warga yang menerima amplop berisi uang pecahan Rp 50rb diharuskan mencoblos paslon nomor 2.
“Amplop yang dibagikan ke masyarakat, agar mencoblos nomor 2,” ujar wanita paruh baya pada rekaman dari video berdurasi 0:20 detik.
Selanjutnya, lain lagi kejadian di Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Dikecamatan tersebut, berdasarkan dari info masyarakat, tim satgas anti money politik, masuki masa tenang temukan tim sukses paslon 02 bagi-bagi ratusan kaos bergambar paslon 02 di Pasar Karanganyar Kecamatan Jati Agung, Minggu pagi 24 November 2024.
Koordinator Satgas Kecamatan Jati Agung, Yus Anwar mengungkapkan, jika dirinya mendapatkan laporan dari anggotanya yang menemukan 2 orang sedang bagi-bagi kaos pada masa tenang pilkada. Setelah diamati beberapa saat, kemudian didampingi puluhan warga kedua orang tersebut diamankan untuk dimintai keterangannya serta diserahkan ke pihak Panwascam Jati Agung.
“Sebelumnya kita amati dahulu gerak-gerik kedua orang itu beberapa saat, setelah dirasa yakin, maka didampingi oleh sejumlah warga, kedua orang berjenis kelamin perempuan dan laki-laki itu kami amankan. Setelah kemudian kami berkoordinasi dengan pihak Panwascam, keduanya kami serahkan untuk diproses lebih lanjut,” ujar Yus Anwar. (Red)