Lampung Selatan,Dailynewslampung – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan segera memulai rekonstruksi 20 ruas jalan kabupaten dengan total panjang penanganan sekitar 52 kilometer. Proyek senilai Rp100 miliar yang dibiayai melalui Pinjaman Daerah PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) tersebut kini telah memasuki tahap persiapan pelaksanaan.
Program ini menjadi salah satu langkah strategis Pemkab Lampung Selatan untuk mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai kecamatan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Lampung Selatan, Hasanuddin, mengatakan seluruh paket pekerjaan telah siap dilaksanakan dan difokuskan pada ruas-ruas jalan yang selama ini menjadi prioritas penanganan.
“Total panjang jalan yang ditangani sekitar 52 kilometer. Seluruhnya merupakan rekonstruksi jalan kabupaten yang dibiayai melalui Pinjaman Daerah PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI),” ujar Hasanuddin, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan, rekonstruksi dilakukan karena sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan cukup berat sehingga membutuhkan penanganan menyeluruh, bukan sekadar perbaikan rutin. Pelaksanaan proyek juga dirancang tersebar di berbagai kecamatan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.

Adapun ruas jalan yang akan direkonstruksi meliputi Lubuk Dalam–Way Urang, Merak Belantung–Bulok, Gunung Terang–Merak Belantung, Sidoreno–Way Megat, Beringin Kencana–Pamulihan, Beringin Kencana–Purwodadi, Simpang Cerucuk–Cinta Mulyo, Simpang Sidoluhur–Banyumas, Karang Pucung–Sumber Agung, Pasuruan–Gandri, Puji Rahayu–Tanjung Harapan, Tanjung Sari–Muji Mulyo, Munjuk Sampurna–Sidowaluyo, Sukadamai–Rulung Raya, Babatan–Rejosari, Sidoluhur–Yogaloka, Sukamarga–Sidowaluyo, Simpang Opening–Simpang 4 Kantor Camat Tanjung Sari, Simpang Banjar Agung–Way Hui (TVRI), serta ruas Banjarmasin–Rawi.
Menurut Hasanuddin, peningkatan kualitas infrastruktur jalan akan memberikan dampak langsung terhadap kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, aktivitas perdagangan, hingga pelayanan publik.
“Dengan kondisi jalan yang lebih baik, diharapkan biaya transportasi masyarakat dapat ditekan, waktu tempuh menjadi lebih singkat, dan aktivitas ekonomi semakin meningkat,” katanya.
Melalui pembiayaan Pinjaman Daerah PT SMI, Pemkab Lampung Selatan berharap percepatan pembangunan infrastruktur dapat dilakukan tanpa harus menunggu ketersediaan anggaran daerah secara bertahap.
Proyek rekonstruksi jalan senilai Rp100 miliar tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penyediaan infrastruktur yang aman, layak, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Kabupaten Lampung Selatan.(Red)