Connect with us

Nasional

Bupati Nanda Indira Terima Penghargaan UKPBJ Proaktif, Bukti Tata Kelola Profesional

Published

on

Jakarta, dailynewslampung – Pemerintah Kabupaten Pesawaran berhasil meraih penghargaan Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Proaktif Level 3 dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Republik Indonesia.

Penghargaan ini diterima langsung oleh Bupati Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M. dalam Rapat Koordinasi dan Penyerahan Piagam UKPBJ Proaktif Triwulan I Tahun 2026, yang digelar di Gedung LKPP, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026).

Keberhasilan ini dicapai karena Pemkab Pesawaran telah memenuhi kelengkapan atribut sembilan variabel (9/9) untuk mencapai tingkat kematangan UKPBJ Level 3 (Proaktif). Piagam penghargaan diserahkan oleh Kepala LKPP RI, Sarah Sadiqa, S.H., M.Sc., didampingi Deputi Bidang Pengembangan dan Pembinaan SDM Suharti, S.Psi., M.Si, Direktur Pengembangan Profesi dan Kelembagaan Wahyuni Kartianingsih, S.Kom., M.PP, serta Kepala Bagian Barang dan Jasa Kabupaten Pesawaran Nanang Sumarlin, S.H.

Dengan capaian ini, UKPBJ Pesawaran tidak lagi berfungsi sekadar administratif, tetapi telah menjadi unit strategis dalam proses pengadaan barang/jasa pemerintah.

Bupati Nanda Indira menegaskan, penghargaan ini merupakan bukti komitmen Pemkab Pesawaran dalam memperkuat tata kelola pengadaan yang profesional dan akuntabel.

“Capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah, khususnya UKPBJ, dalam membangun sistem pengadaan yang transparan dan berorientasi pada hasil,” ujarnya.

Sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025, UKPBJ diharapkan menjadi pusat keunggulan (center of excellence) pengadaan, mulai dari identifikasi kebutuhan, pemilihan metode, penganggaran, hingga pengelolaan sistem informasi.

Hal ini juga mendukung peningkatan penggunaan produk dalam negeri dan pemberdayaan UMKM, serta memastikan pengadaan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya. (Red)

Featured

Merah Putih Berkibar dari Menara Siger, Lampung Selatan Rayakan HUT ke-81 RI di Beranda Sumatra

Published

on

Lampung Selatan, Dailynewslampung.com— Merah putih berkibar di Beranda Sumatra. Dari kawasan ikonik Menara Siger, semangat kemerdekaan mengalir dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Senin (17/8/2026).

Amphitheater Menara Siger menjadi pusat perayaan. Ikon Lampung Selatan yang menghadap Selat Sunda itu dipenuhi nuansa merah putih, menghadirkan suasana semarak sekaligus menegaskan identitas daerah sebagai Beranda Sumatra.

Upacara peringatan detik-detik Proklamasi diikuti unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, pelajar, masyarakat, serta para undangan. Rangkaian acara semakin meriah dengan penampilan drumband, tari-tarian, musik, hingga aksi paramotor.

Semarak kemerdekaan juga terasa dari kawasan Pelabuhan Bakauheni. Saat detik-detik Proklamasi berlangsung, klakson kapal dibunyikan serentak dari Dermaga Eksekutif hingga Dermaga 7. Bunyi tersebut menjadi penanda khas perayaan kemerdekaan dari salah satu pintu utama Pulau Sumatra.

Pemilihan Menara Siger sebagai lokasi perayaan bukan sekadar pertimbangan ikon daerah. Bakauheni memiliki posisi strategis sebagai pintu keluar-masuk Pulau Sumatra melalui jalur penyeberangan Selat Sunda. Kawasan ini sekaligus menjadi wajah Lampung Selatan yang pertama kali dijumpai masyarakat dari berbagai penjuru daerah.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengatakan, Menara Siger memiliki makna khusus bagi masyarakat Lampung. Selain menjadi ikon kebanggaan, kawasan tersebut merupakan simbol posisi Lampung Selatan sebagai Beranda Sumatra.

“Ini adalah salah satu ikon kebanggaan masyarakat Lampung. Yang kedua, ini adalah simbol Kabupaten Lampung Selatan menjadi berandanya Pulau Sumatra,” ujar Bupati Egi.

Menurut Egi, kawasan Menara Siger juga menjadi ruang yang tepat untuk memperkenalkan berbagai potensi alam dan keunggulan Kabupaten Lampung Selatan.

Tak hanya memiliki posisi strategis dan kekayaan alam, Lampung Selatan juga dihuni masyarakat dengan latar belakang suku dan budaya yang beragam. Bagi Egi, keberagaman tersebut bukan sekadar identitas sosial, melainkan kekuatan yang harus dirawat untuk mendorong kemajuan daerah.

“Pelangi tidak akan indah kalau hanya satu warna. Pelangi menjadi indah karena banyak warna. Karena itu, keragaman merupakan sebuah kekuatan besar yang bisa kita manfaatkan untuk kemajuan Kabupaten Lampung Selatan,” katanya.

Pesan tentang keberagaman itu turut diwujudkan melalui Tari Nusantara Memanggil. Tari kreasi Nusantara tersebut menggambarkan kecintaan terhadap Tanah Air sekaligus kebanggaan atas kekayaan adat dan budaya Indonesia.

Pertunjukan budaya di tengah perayaan kemerdekaan menjadi pengingat bahwa semangat merah putih tidak berhenti pada upacara dan seremoni. Ia juga hidup melalui tradisi, seni, dan kebudayaan yang tumbuh di tengah masyarakat.

Bagi Lampung Selatan, peringatan HUT ke-81 RI di Menara Siger menjadi momentum untuk mempertegas identitas daerah sebagai salah satu pintu utama Pulau Sumatra. Di saat yang sama, momentum tersebut menjadi panggung untuk memperkenalkan potensi pariwisata, budaya, ekonomi, serta konektivitas daerah yang terus berkembang.

Dari Menara Siger, merah putih kembali berkibar di Beranda selatan Sumatra. Bukan sekadar menandai 81 tahun Indonesia merdeka, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan harapan agar Lampung Selatan terus melangkah maju bersama masyarakat.

(Red)

Continue Reading

Featured

TP PKK Lampung Selatan Raih Penghargaan Nasional Imunisasi Zero Dose, 4.626 Anak Tuntaskan Imunisasi Kejar Capaian dan Prestasi

Published

on

Makassar,Dailynewslampung.com – Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Penghargaan Imunisasi Zero Dose (IZD) pada Puncak Peringatan ke-54 Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tahun 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan mendukung percepatan penurunan jumlah anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi.

Penghargaan diterima Wakil Ketua TP PKK Lampung Selatan, Rheny Apriyani Syaiful Anwar, dan diserahkan langsung Menteri Kesehatan RI Budi G. Sadikin bersama Ketua Umum TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/7/2026).

Capaian itu didukung keberhasilan Kabupaten Lampung Selatan menuntaskan imunisasi kejar terhadap 4.626 anak atau 99,9 persen dari target sasaran hingga Mei 2026. Hasil tersebut menempatkan Lampung Selatan sebagai salah satu daerah dengan capaian terbaik di Indonesia dalam percepatan penurunan anak zero dose.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, Devi Arminanto, mengatakan Lampung Selatan merupakan salah satu daerah yang ditetapkan sebagai pilot project nasional untuk percepatan penurunan jumlah anak zero dose.

“Dalam pelaksanaannya, Lampung Selatan dinyatakan berhasil menurunkan jumlah anak zero dose sesuai target TP PKK Pusat dan Kementerian Kesehatan,” ujar Devi.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, TP PKK, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan imunisasi di lapangan.

“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi semua pihak yang terlibat,” katanya.

Puncak Peringatan HKG PKK ke-54 Tahun 2026 mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045.” Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh Menteri Kesehatan RI Budi G. Sadikin dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Arifah Fauzi.

Acara tersebut juga dihadiri Pelindung TP PKK Selvi Gibran Rakabuming, Ketua Umum TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian, serta para Ketua TP PKK provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia.(Red)

 

Continue Reading

Featured

Penataan Tiang dan Kabel Internet Jadi Sorotan Dialog Otonomi Daerah APKASI 2026

Published

on

Deli Serdang , Dailynewslampung.com– Regulasi penataan tiang dan jaringan kabel internet menjadi salah satu isu utama dalam Dialog Otonomi Daerah pada rangkaian Hari Ulang Tahun ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di IKM Hall, Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang.

Forum tersebut dihadiri para kepala daerah, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL), serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Dalam dialog itu, peserta mendorong lahirnya regulasi penataan infrastruktur telekomunikasi di daerah.

Regulasi yang dibahas mencakup perizinan, penataan jaringan fiber optik, penertiban tiang internet, hingga mekanisme retribusi. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menciptakan tata kelola infrastruktur telekomunikasi yang tertib, aman, dan memberikan kepastian hukum bagi pemerintah daerah maupun penyelenggara jaringan.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Lampung Selatan, Rio Gismara, yang mendampingi Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dalam forum tersebut, mengatakan hasil pembahasan akan menjadi referensi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam menyusun kebijakan penataan jaringan internet fiber optik.

“Forum ini memberikan banyak praktik baik yang dapat kami adaptasi, termasuk penerapan tiang bersama bagi provider. Ke depan kami akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR, BPPRD, dan Satpol PP untuk menyusun skema penataan dan retribusi melalui Peraturan Bupati maupun Peraturan Daerah,” ujar Rio.

Rio menambahkan, DPMPTSP Lampung Selatan saat ini terus mendorong perusahaan penyelenggara jaringan telekomunikasi untuk memperkuat komitmen dalam mendukung penataan jaringan kabel fiber optik di wilayah tersebut.

Pemerintah daerah berharap melalui regulasi yang komprehensif dan penertiban secara bertahap, keberadaan tiang dan kabel internet dapat lebih tertata, mendukung keselamatan masyarakat, meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi, serta menciptakan iklim investasi yang sehat di daerah.(Red)

 

Continue Reading

Trending