Connect with us

Ekonomi

Indonesia Kembali Alami Deflasi di Februari 2025

Published

on

Lampung Selatan, DNL : Pada Februari 2025 Indonesia kembali mengalami deflasi. Di bulan kedua tahun ini, deflasi tercatat minus 0,48% secara bulanan (month to month).

Deflasi tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan Januari 2025 yang mencapai minus 0,76 persen.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dalam rapat kordinasi (Rakor) yang diikuti oleh seluruh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Indonesia, termasuk TPID Lampung Selatan, secara virtual, Selasa (4/3/2025).

Tito Karnavian mengungkapkan, angka yang telah dirilis tersebut merupakan kejutan dan belum pernah terjadi sebelumnya.

“Kita mulai Rakor di tahun 2022 dan berada di angka 5.95%. Tetapi di 2025 ini grafiknya menurun tajam hingga di angka minus 0,09%,” ungkap Tito Karnavian.Namun, lanjut Tito, deflasi yang terjadi saat ini merupakan deflasi positif. Karena, tidak terlihat dari menurunnya daya beli masyarakat.

“Kita bisa lihat dari sektor perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga angkanya terjun di minus 12,08%, ini bagus. Artinya, minus ini ditunjang oleh adanya kebijakan presiden melalui diskon listrik,” kata Tito Karnavian.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, memaparkan, deflasi bulan Februari terhadap Januari 2025 dikontribusikan oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan deflasi minus 0.40%.

“Beberapa komponen inti seperti emas perhiasan, kopi bubuk, dan mobil kita mengalami inflasi. Sedangkan yang mengalami deflasi itu condong terhadap komponen yang diatur oleh pemerintah seperti tarif listrik,” terang Widyasanti. (Red/kmf)

Ekonomi

Menara Siger Residence I Hadir di Kalianda, Puluhan Unit Sudah Terjual

Published

on

Lampung Selatan, dailynewslampung – Perumahan Menara Siger Residence I di Kelurahan Way Lubuk, Kecamatan Kalianda, resmi dimulai melalui peletakan batu pertama pada Kamis (23/4/2026).

Proyek hunian yang dikembangkan PT Ariyani Jaya Barokah (AJB) itu mencatat 30 unit terjual dalam satu bulan awal pemasaran.

Direktur Umum PT AJB, Hendri Adi Sucipto, mengatakan total pengajuan pembelian yang masuk telah mencapai 70 unit, sebagian besar melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan dukungan perbankan seperti BTN dan BNI Tanjung Karang.

Menurut Hendri, pembangunan perumahan tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan hunian di Lampung Selatan sekaligus kontribusi sektor swasta terhadap program nasional penyediaan rumah.

“Pembangunan ini menjadi langkah awal untuk pengembangan kawasan hunian berikutnya,” kata Hendri.

Ia menambahkan, Menara Siger Residence I dirancang sebagai rumah subsidi dengan spesifikasi yang mengacu pada standar pemerintah. Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat mendukung promosi potensi daerah, termasuk sektor pariwisata di Lampung Selatan.

Sementara itu, Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, mengapresiasi investasi yang dilakukan pihak swasta dalam pembangunan perumahan di wilayah tersebut.

Menurutnya, pembangunan perumahan tidak hanya memenuhi kebutuhan hunian, tetapi juga berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kehadiran perumahan ini diharapkan menjadi solusi kebutuhan rumah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalianda dan sekitarnya,” ujar Syaiful.

Ia menegaskan, pembangunan kawasan hunian harus memperhatikan aspek tata ruang, lingkungan, serta kelengkapan infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, dan sanitasi.

Dengan tingginya minat masyarakat pada tahap awal, Menara Siger Residence I diproyeksikan menjadi salah satu kawasan hunian yang berkembang di Lampung Selatan. (Red)

Continue Reading

Ekonomi

Jalan Dibangun, Asa Pun Bertumbuh

Published

on

Lampung Selatan, dailynewslampung – Pagi itu, Selasa (21/4/2026), tak hanya pita yang terpotong. Di dua ruas jalan yang baru diresmikan, harapan warga ikut terbentang—panjang, seperti aspal yang kini menghubungkan mimpi-mimpi kecil di desa dengan dunia yang lebih luas.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan meresmikan dua ruas jalan strategis. Namun bagi warga, ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Ini tentang waktu tempuh yang dipangkas, tentang dagangan yang lebih cepat sampai, tentang wisatawan yang tak lagi ragu datang.

Di Kecamatan Kalianda, ruas Lubuk Dalam–Way Urang sepanjang 1.075 meter kini menjadi denyut baru menuju Kawasan Wisata Batu Rame. Dulu, perjalanan ke sana adalah cerita tentang jalan berdebu dan lubang yang menguji kesabaran. Kini, roda berputar lebih ringan, dan bersama itu, harapan para pedagang ikut bergerak.

“Sekarang orang lebih mudah datang,” ujar seorang pedagang di sekitar kawasan wisata, dengan senyum yang tak lagi diselimuti cemas. Lapaknya yang sederhana kini lebih sering disinggahi. Ada geliat yang dulu jarang terasa.

Sementara di Kecamatan Palas, jalan Bumi Daya–Bumirestu–Trimomukti sepanjang kurang lebih 8 kilometer membentang seperti urat nadi baru bagi tiga desa. Dibangun dengan rabat beton yang kokoh, jalan ini tak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga mempertemukan peluang.

Bagi pelaku UMKM olahan singkong, jalan ini adalah kabar baik yang datang tanpa banyak kata. Distribusi yang dulu tersendat kini mengalir lebih lancar. Produk yang dahulu hanya berputar di sekitar desa, perlahan mulai menembus pasar yang lebih jauh.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan tersebut. Namun lebih dari itu, ia menitipkan pesan sederhana—agar jalan ini dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan untuk hal-hal yang membawa kebaikan.

“Jalan ini milik kita bersama. Semoga bisa menjadi jalan bagi meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Di balik angka-angka anggaran dan ukuran konstruksi, ada cerita yang tak tercatat di laporan resmi: tentang ibu-ibu yang kini lebih cepat ke pasar, tentang anak-anak yang perjalanannya ke sekolah menjadi lebih aman, tentang pelaku usaha kecil yang mulai berani bermimpi lebih jauh.

Dua ruas jalan itu kini bukan hanya penghubung antarwilayah. Ia telah menjadi saksi—bahwa ketika akses dibuka, kehidupan pun perlahan menemukan jalannya. (red)

Continue Reading

Bandarlampung

Gerak Cepat Wali Kota Eva Dwiana, Banjir Usai Hujan Deras di Bandar Lampung Cepat Tertangani

Published

on

Bandar Lampung, dailynewslampung – Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, bergerak cepat memantau kondisi warga usai hujan deras mengguyur Kota Tapis Berseri.

Berdasarkan pantauan di Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Selasa (14/4), hujan yang berlangsung sejak pukul 18.00 WIB hingga 23.00 WIB menyebabkan sungai dan gorong-gorong meluap.

Eva Dwiana turun langsung meninjau kondisi warga terdampak, salah satunya di Kelurahan Penengahan. Satuan tugas (Satgas) Kota Bandar Lampung juga dikerahkan untuk membantu warga. Aliran listrik yang sempat padam pun berhasil kembali normal.

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turut diterjunkan untuk mengeruk sedimentasi di gorong-gorong serta menggunakan alat penyedot air agar genangan cepat surut.

Upaya cepat pemerintah daerah mendapat apresiasi dari warga. Bayu (34) mengaku puas dengan respons sigap pemerintah kota.
“Lampu yang sempat mati saat hujan sudah kembali hidup. Ini sangat penting untuk penerangan dan aktivitas warga,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Amin (44), yang menilai air cepat surut berkat perawatan rutin.
“Karena gorong-gorong rutin dibersihkan, air jadi cepat turun,” katanya.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemerintah Kota Bandar Lampung terus mempercepat normalisasi sungai dan gorong-gorong di sejumlah wilayah, termasuk penataan konstruksi bangunan di Kelurahan Tanjung Senang.

Eva Dwiana menegaskan bahwa normalisasi sungai tetap menjadi prioritas utama, terutama melalui pembersihan sedimentasi tebal di gorong-gorong guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang. (red)

Continue Reading

Trending