DAILYNEWSLAMPUNG – BANDAR LAMPUNG : Pemerintah Kota Bandar Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan melalui sejumlah program strategis. Dua program yang tengah digagas adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PTSa) serta gerakan Grebek Makam.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengatakan kedua program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, baik dalam pengelolaan lingkungan maupun kenyamanan warga.
Salah satu program yang sedang disiapkan adalah pembangunan PTSa yang akan mengolah sampah menjadi energi listrik. Program ini merupakan bagian dari kerja sama Lampung Raya yang juga melibatkan Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Timur.
Pengolahan sampah tersebut akan dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung, Telukbetung Barat. Saat ini, Kota Bandar Lampung menghasilkan sekitar 800 ton sampah setiap hari yang sebagian besar berakhir di lokasi tersebut.
Pelaksana Harian Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung, Budi Ardianto, mengatakan kehadiran PTSa diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi permasalahan sampah di perkotaan. “Sampah yang masuk ke TPA Bakung setiap harinya bisa mencapai antara 700 hingga 800 ton. Dengan adanya PTSa, sampah tidak hanya menumpuk, tetapi bisa diolah menjadi energi listrik yang bermanfaat,” ujar Budi, Minggu (15/2/2026).
Ia menjelaskan, proyek pembangunan PTSa direncanakan mulai memasuki tahap tender pada pertengahan 2026 dan ditargetkan dapat mulai beroperasi pada 2027.
Pemkot Bandar Lampung berharap program ini dapat menjadi bagian dari program strategis nasional yang mampu mengatasi persoalan sampah sekaligus menyediakan energi ramah lingkungan bagi masyarakat.
Jika proyek tersebut berhasil direalisasikan, Pemkot juga berencana menata kembali kawasan TPA Bakung menjadi ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk sebagai kawasan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain program pengelolaan sampah, Pemkot Bandar Lampung juga menjalankan program Grebek Makam yang bertujuan menjaga kebersihan dan kerapian Tempat Pemakaman Umum (TPU) di seluruh kecamatan.
Program ini digagas langsung oleh Wali Kota Eva Dwiana untuk memastikan TPU tetap bersih dan nyaman dikunjungi masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Camat Panjang, Hendry Sampurna Jaya, yang mewakili Forum Camat se-Bandar Lampung, mengatakan kegiatan Grebek Makam melibatkan berbagai unsur mulai dari pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga masyarakat setempat.
“Ini adalah gerakan yang melibatkan semua pihak, baik aparat kecamatan, kelurahan, organisasi keagamaan, hingga masyarakat,” ujarnya.
Menurut Hendry, kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan menjelang Ramadan, tetapi akan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap satu hingga tiga bulan sekali.
Selain pembersihan area makam, Pemkot Bandar Lampung juga terus melakukan penataan fisik TPU, salah satunya melalui pembangunan pagar makam yang telah dimulai sejak 2024 dan akan dilanjutkan pada tahun ini.
Dengan penataan tersebut, pemerintah berharap kawasan TPU dapat terlihat lebih rapi, tertata, dan tidak lagi terkesan kumuh atau menyeramkan.
Pemkot Bandar Lampung juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mendukung kedua program tersebut, baik melalui partisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan maupun dalam mendukung upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. (DNL/Ma)