Connect with us

Bandarlampung

MBG Lampung Kembali Bergulir, Menu Disesuaikan untuk Kebutuhan Gizi Saat Puasa

Published

on

DAILYNEWSLAMPUNG – BANDAR LAMPUNG : Program Makan Bergizi (MBG) bagi siswa sekolah dan kelompok penerima manfaat di Provinsi Lampung kembali berjalan mulai Senin, 23 Februari 2026, setelah sempat dihentikan sementara pada awal Ramadan.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Provinsi Lampung, Achmad Hery Setiawan, melalui Kasubag TU KPPG Bandar Lampung, Fitra Alfarisi, menjelaskan bahwa sistem pendistribusian MBG selama bulan Ramadan 1447 Hijriah dilakukan dengan skema khusus.

Menurut Fitra, penyaluran makanan tetap dilakukan setiap hari, namun dengan pola yang disesuaikan dengan kondisi puasa.

Untuk penerima manfaat ibu menyusui, ibu hamil, dan balita atau yang disebut PM 3B, makanan siap santap diberikan setiap Senin dan Kamis. Sementara pada Selasa, Rabu, Jumat, dan Sabtu dibagikan dalam bentuk paket makanan kering.

“Peserta didik menerima paket kering yang bisa dibawa pulang. Menunya bervariasi, bisa roti, ayam ungkep, atau makanan lain yang tetap memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG),” ujar Fitra, Selasa (24/2/2026). Ia menegaskan meskipun diberikan dalam bentuk paket kering, komposisi makanan tetap ditentukan oleh Tim Pelaksana Layanan Operasional SPPG yang melibatkan ahli gizi. Menu disusun agar tetap memenuhi standar gizi serta aman dikonsumsi saat berbuka puasa.

Dalam pelaksanaannya, program MBG dibagi dalam dua skema anggaran, yakni Rp8 ribu dan Rp10 ribu per porsi. Untuk balita hingga siswa kelas 4 SD dialokasikan Rp8 ribu per porsi, sedangkan siswa di atas kelas 4 SD menerima alokasi Rp10 ribu per porsi.

Fitra juga mengungkapkan saat ini terdapat teguran dari pimpinan kepada beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai tidak menjalankan program sesuai aturan yang telah ditetapkan.

Ketentuan pelaksanaan MBG selama Ramadan sendiri diatur dalam Surat Edaran Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan MBG pada Bulan Ramadan 1447 H. Surat edaran yang ditandatangani Kepala BGN, Dadan Hindayana, pada 12 Februari 2026 tersebut mengatur berbagai mekanisme distribusi makanan selama Ramadan dan periode libur nasional.

Dalam aturan itu dijelaskan bahwa pendistribusian MBG sempat dihentikan pada awal Ramadan, yakni 18 hingga 22 Februari 2026, sebelum akhirnya kembali berjalan serentak pada 23 Februari 2026.

Program MBG juga tetap dilaksanakan bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita melalui posyandu atau titik layanan yang telah disepakati dengan tetap memperhatikan prinsip gizi seimbang, keamanan pangan, serta ketepatan sasaran penerima manfaat.

Selain itu, menu makanan yang diberikan selama Ramadan diimbau tidak menggunakan makanan yang mudah basi, terlalu pedas, maupun berpotensi menimbulkan keracunan pangan.

Melalui pengaturan tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan program MBG selama Ramadan tetap berjalan optimal, tepat sasaran, serta mampu memenuhi kebutuhan gizi para penerima manfaat di Provinsi Lampung. (DNL/Ma)

Bandarlampung

Wali Kota Eva Dwiana Hadiri Penutupan Rakernas XVIII APEKSI di Medan

Published

on

Medan, Dailynewslampung.com- 2 Juli 2026 — Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menghadiri Sidang Pleno dan Penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang digelar di Kota Medan, Kamis (2/7/2026).

Dalam sidang pleno tersebut, Ketua Dewan Pengurus APEKSI, Eri Cahyadi, menyampaikan sembilan rekomendasi hasil Rakernas XVIII APEKSI yang menjadi komitmen bersama pemerintah kota se-Indonesia. Rekomendasi itu mencakup penguatan kapasitas fiskal daerah, penataan kebijakan ASN, penguatan tata kelola program strategis nasional, percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah, transformasi pemerintahan digital, penguatan ketahanan lingkungan dan kota berkelanjutan, penguatan ekonomi lokal dan pembangunan inklusif, penguatan tata ruang dan kerja sama kewilayahan, serta penguatan advokasi hukum bagi pemerintah daerah.

Rekomendasi tersebut menjadi aspirasi bersama pemerintah kota kepada pemerintah pusat guna memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan pelayanan publik, serta mempercepat pembangunan berkelanjutan dan berdaya saing di daerah.

Rangkaian Rakernas XVIII APEKSI secara resmi ditutup oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dalam sambutannya, AHY menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, memperkuat konektivitas antarwilayah, dan mewujudkan pemerataan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.

Keikutsertaan Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam Rakernas XVIII APEKSI menjadi bentuk komitmen untuk memperkuat kolaborasi antardaerah, mendorong inovasi pemerintahan, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.

Dengan berakhirnya Rakernas XVIII APEKSI, seluruh rekomendasi yang telah disepakati diharapkan dapat menjadi landasan dalam memperkuat pembangunan kota-kota di Indonesia agar semakin maju, tangguh, inklusif, dan berdaya saing. (Red)

Continue Reading

Bandarlampung

Eva Dwiana Hadiri Karnaval Nusantara, Budaya Jadi Perekat Kebersamaan di Rakernas APEKSI

Published

on

Medan, Dailynewslampung.com — 2 Juli 2026 — Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menghadiri Festival Karnaval Nusantara dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang digelar di Lapangan Merdeka, Medan, Kamis (2/7).

Festival tersebut berlangsung meriah dengan parade budaya dari berbagai kota di Indonesia. Setiap delegasi menampilkan kekayaan adat, seni, dan tradisi daerah masing-masing sebagai wujud persatuan dalam keberagaman.

Kehadiran Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam festival ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus melestarikan budaya daerah sekaligus mempererat hubungan antarpemerintah kota di Indonesia.

Selain menjadi ajang pertunjukan budaya, Karnaval Nusantara juga memperkuat semangat kolaborasi antarwilayah dalam membangun kota yang maju, inklusif, dan berdaya saing.

Melalui kegiatan ini, APEKSI diharapkan terus menjadi wadah sinergi pemerintah kota dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman budaya Indonesia.(Red)

Continue Reading

Bandarlampung

Wali Kota Eva Dwiana Pastikan Seluruh Siswa Belum Lolos SPMB Tetap Tertampung di SMP Negeri

Published

on

Bandar Lampung, Dailynewslampung.com – Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana memastikan seluruh calon peserta didik yang belum lolos dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) atau PPDB SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 tetap akan tertampung di sekolah negeri terdekat yang masih memiliki kuota.

Pemerintah Kota Bandar Lampung menegaskan tidak boleh ada anak yang putus sekolah akibat belum diterima pada tahap seleksi awal SPMB. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pemkot telah menyiapkan skema penempatan bagi siswa yang belum memperoleh sekolah.

“Jangan khawatir. Semua anak harus sekolah. Terutama anak dari keluarga tidak mampu yang belum diterima di sekolah tujuan, Pemerintah Kota akan mencarikan solusi agar tetap bisa bersekolah di SMP Negeri terdekat dari tempat tinggal mereka,” tegas Eva Dwiana.

Sebagai tindak lanjut, Wali Kota memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama seluruh camat melakukan pendataan menyeluruh terhadap calon peserta didik yang belum tertampung. Langkah tersebut dilakukan agar proses penyaluran siswa ke sekolah negeri yang masih memiliki daya tampung dapat berjalan cepat, transparan, dan mengutamakan kedekatan domisili.

Kebijakan ini menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam memberikan akses pendidikan yang merata dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Selain itu, pemerintah juga terus melakukan pemetaan kapasitas sekolah guna memastikan proses penempatan siswa berjalan efektif sesuai kondisi di lapangan.

“Tidak boleh ada siswa yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan daya tampung di sekolah pilihannya,” tambah Eva Dwiana.

Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap pelaksanaan SPMB Tahun 2026 berjalan lancar, transparan, serta memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta didik untuk memperoleh layanan pendidikan berkualitas. (Red)

Continue Reading

Trending