Connect with us

Featured

Ketika Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan Menundukkan Kepala di Hadapan 37 Pahlawan TMP Kesuma Bangsa

Published

on

Lampung Selatan, Dailynewslampung.com— Malam belum benar-benar beranjak ketika jarum jam perlahan menyentuh angka 00.00 WIB. Senin (17/8/2026), di tengah senyap yang menggantung di udara, Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa, Kalianda, seolah berhenti sejenak.

Tak ada riuh. Tak ada sorak. Hanya nyala lilin yang bergetar kecil di antara pusara, menerangi nama-nama yang telah lama bersemayam dalam tanah, tetapi tak pernah benar-benar hilang dari ingatan bangsa.

Di tempat itulah Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggelar Apel Kehormatan dan Renungan Suci untuk mengenang 37 pahlawan yang dimakamkan di TMP Kusuma Bangsa. Mereka terdiri atas 35 anggota Angkatan Bersenjata dan dua pejuang rakyat.

Malam itu,Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menundukkan kepala.

Wakil Bupati Lampung Selatan Muhammad Syaiful Anwar berdiri sebagai inspektur upacara. Di belakangnya hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam keheningan tersebut, penghormatan bukan sekadar rangkaian kata. Ia menjadi jembatan yang menghubungkan generasi hari ini dengan mereka yang pernah mempertaruhkan hidup demi sebuah negeri bernama Indonesia.

Dengan suara yang penuh penghayatan, Syaiful membacakan naskah Apel Kehormatan dan Renungan Suci.

“Menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas keikhlasan dan kesucian pengorbanan saudara-saudara sebagai pahlawan dalam pengabdian terhadap perjuangan demi kebahagiaan negara dan bangsa.”

Kalimat itu mengalir di antara makam-makam yang sunyi.

Para pahlawan memang telah pergi. Namun perjuangan mereka tidak ikut dikuburkan. Ia tinggal dalam merah putih yang berkibar, dalam kebebasan yang dinikmati setiap warga, dan dalam kewajiban generasi setelahnya untuk menjaga negeri.

Karena itu, renungan malam tersebut bukan hanya tentang masa lalu. Ia juga berbicara tentang hari ini dan masa depan.

“Perjuangan saudara-saudara adalah perjuangan kami pula dan jalan kebhaktian yang saudara-saudara tempuh, adalah jalan bagi kami juga,” tutur Syaiful.

Di hadapan pusara para pejuang, pesan itu terasa lebih dalam. Sebab kemerdekaan tidak pernah datang sebagai hadiah. Ia tumbuh dari keberanian, air mata, kehilangan, dan pengorbanan manusia-manusia yang memilih berdiri ketika banyak hal masih harus diperjuangkan.

Rangkaian renungan kemudian ditutup dengan doa. Nama-nama yang terpatri pada batu nisan kembali dikenang, sementara harapan dipanjatkan agar seluruh pengorbanan mereka mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Kami berdoa, semoga arwah saudara-saudara diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa, serta mendapat tempat yang sewajarnya,” ucap Syaiful.

Malam pun kembali sunyi.

Namun kesunyian di TMP Kusuma Bangsa malam itu bukanlah kehampaan. Ia justru penuh makna. Nyala lilin di antara pusara seakan mengingatkan bahwa sebuah bangsa boleh berganti zaman, tetapi tidak boleh kehilangan ingatan.

Apel Kehormatan dan Renungan Suci menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Lampung Selatan.

Lebih dari seremoni tahunan, penghormatan kepada para pahlawan adalah cara untuk mengukur kembali arti kemerdekaan. Bahwa setelah perjuangan mereka berakhir, tugas generasi berikutnya belum selesai.

Jika dahulu para pahlawan mengangkat senjata untuk mempertahankan tanah air, maka hari ini perjuangan dapat hadir dalam bentuk yang berbeda: bekerja dengan jujur, menjaga persatuan, melayani masyarakat, membangun daerah, dan memastikan kemerdekaan benar-benar menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi semua.

Dari TMP Kusuma Bangsa, menjelang fajar 17 Agustus, Lampung Selatan kembali belajar dari kesunyian.

Bahwa nama seorang pahlawan mungkin perlahan pudar dari ingatan sebagian manusia, tetapi nilai pengorbanannya tidak boleh ikut hilang.

Sebab kemerdekaan yang diwariskan kepada generasi hari ini bukan sekadar untuk dirayakan.

Ia untuk dijaga.

Ia untuk diisi.

Dan ia untuk diteruskan.

(Red)

Featured

ASDP Bakauheni Dukung HPN dan Porwanas 2027 di Lampung

Published

on

Lampung Selatan, Dailynewslampung – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 yang akan digelar di Provinsi Lampung pada 5–12 April 2027.

Dukungan tersebut disampaikan General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, saat menerima audiensi pengurus PWI Lampung di Kantor ASDP Cabang Bakauheni, Lampung Selatan, Jumat (25/9/2026).

Partogi mengatakan, kepercayaan kepada PWI Lampung sebagai tuan rumah HPN dan Porwanas 2027 merupakan capaian sekaligus sejarah bagi insan pers di Lampung. Kesuksesan kedua agenda nasional tersebut, menurutnya, membutuhkan kerja sama dan koordinasi seluruh pihak.

“Kami tentu bangga karena PWI Lampung dipercaya menjadi tuan rumah HPN dan Porwanas tahun depan. Ini sejarah sekaligus tantangan untuk membuat event sukses,” kata Partogi.

Ia menegaskan, ASDP Cabang Bakauheni siap mendukung pelaksanaan HPN dan Porwanas 2027, termasuk kegiatan kick-off yang dikemas melalui PWI Half Marathon pada 29 November 2026 mendatang.

“Kami siap dukung HPN dan Porwanas 2027, termasuk pelaksanaan kick-off 29 November. Nanti kita bisa berkoordinasi lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWI Lampung, Wirahadikusumah, menyampaikan bahwa ASDP Cabang Bakauheni memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran mobilitas peserta, khususnya kontingen Porwanas dari Pulau Jawa.

Menurut Wira, sapaan akrabnya, sebagian besar kontingen dari Pulau Jawa diperkirakan menggunakan bus untuk menuju Lampung. Bahkan, sejumlah PWI provinsi telah mengonfirmasi rencana keberangkatan dengan membawa tiga hingga empat bus.

“Karena diprediksi kontingen Porwanas dari Pulau Jawa mayoritas menggunakan bus. Bahkan ada PWI provinsi yang mengonfirmasi akan membawa tiga sampai empat bus,” ungkapnya.

Atas dasar itu, Wira berharap ASDP dapat memberikan dukungan melalui pelayanan penyeberangan yang optimal bagi kontingen PWI dari Pulau Jawa maupun provinsi lainnya.

Selain mendukung kelancaran penyeberangan, PWI Lampung juga berharap sinergi dengan ASDP dapat terjalin dalam menyukseskan kick-off HPN dan Porwanas 2027 melalui kegiatan PWI Half Marathon.

“Kami juga berharap dukungan ASDP untuk menyukseskan kick-off HPN dan Porwanas dengan berlari bersama para mitra PWI Lampung pada 29 November 2026 nanti,” imbuhnya.

Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya PWI Lampung memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai mitra dalam mempersiapkan HPN dan Porwanas 2027, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi daerah. (Rls)

Continue Reading

Featured

Duka Selat Sunda, PWI Lampung Selatan Gelar Aksi 1.000 Lilin untuk Jurnalis yang Hilang

Published

on

Lampung Selatan,Dailynewslampung.com— Duka mendalam menyelimuti insan pers  tragedi yang menimpa hilangnya lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) di perairan Selat Sunda. saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Selatan mengajak seluruh jurnalis untuk merapatkan barisan melalui aksi solidaritas dan doa bersama.

Ketua PWI Lampung Selatan, Edwin Apriandi, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban,yang hilang di perairan selat sunda. saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Menurut Edwin, solidaritas sesama insan pers menjadi penting di tengah musibah yang menimpa rekan-rekan jurnalis.

“Saya mengajak seluruh jurnalis Lampung Selatan, mari bergabung bersama untuk menyalakan lilin sebagai simbol solidaritas, kemanusiaan, dan dukungan bagi rekan-rekan jurnalis serta awak media yang tengah menghadapi musibah,” ujar Edwin. Sabtu (19/9/2026).

Ia mengatakan, profesi jurnalis bukan semata-mata tentang mencari dan menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga memiliki ikatan persaudaraan yang kuat antarsesama pewarta.

“Tragedi yang menimpa rekan sejawat di lapangan adalah pukulan bagi seluruh insan pers saat ini, doa dan dukungan moral menjadi bentuk solidaritas yang dapat kita berikan,” katanya.

Sebagai bentuk penghormatan, PWI Lampung Selatan akan menggelar aksi “1.000 Lilin Solidaritas” yang dipusatkan di Tugu Pancasila, Kota Kalianda, Senin (21/9/2026) mulai pukul 19.30 WIB.

Seluruh jurnalis yang mengikuti aksi tersebut diimbau mengenakan pakaian berwarna hitam sebagai simbol duka cita dan penghormatan kepada para korban.

Edwin berharap aksi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan solidaritas di kalangan jurnalis.

Selain itu, ia menekankan pentingnya keselamatan kerja bagi jurnalis yang menjalankan tugas di berbagai kondisi dan medan.

“Mari hadir dan bersama-sama menjaga semangat solidaritas, kemanusiaan, serta kebebasan pers,” pungkas Edwin. (Red)

Continue Reading

Featured

Menko Pangan Pastikan Bantuan Beras Berlanjut, 182.398 KPM Lampung Selatan Kembali Menerima

Published

on

Lampung Selatan,Dailynewslampung.com — Pemerintah memastikan program bantuan pangan beras bagi masyarakat berpenghasilan rendah terus berlanjut hingga akhir 2026. Sebanyak 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia akan kembali menerima bantuan untuk periode Oktober-Desember 2026, termasuk 182.398 KPM di Kabupaten Lampung Selatan.

Kepastian tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan saat melakukan kunjungan kerja sekaligus menyalurkan bantuan pangan beras alokasi Juli-September 2026 di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Jumat (11/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Zulkifli Hasan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada sejumlah KPM sekaligus memastikan penyaluran bantuan berjalan hingga tingkat desa.

“Bantuan pangan ini kita lanjutkan. Untuk Oktober sampai Desember, kuotanya tetap satu juta ton beras untuk 33,2 juta masyarakat yang membutuhkan, dengan masing-masing penerima mendapat 10 kilogram beras setiap bulan,” ujar Zulkifli Hasan.

Untuk alokasi Juli-September 2026, setiap KPM menerima 10 kilogram beras per bulan. Dengan demikian, total bantuan yang diterima masing-masing KPM mencapai 30 kilogram selama tiga bulan.

Menurut Zulkifli Hasan, bantuan pangan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang berada pada desil 1 hingga desil 4, khususnya kelompok yang membutuhkan dukungan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penyaluran bantuan pangan merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan.

Khusus di Desa Pisang, sebanyak 233 KPM menerima bantuan beras untuk periode Juli-September 2026. Total beras yang disalurkan mencapai 6.990 kilogram atau 30 kilogram untuk setiap KPM selama tiga bulan.

“Kami bersyukur dapat menyalurkan bantuan pangan ini kepada masyarakat Desa Pisang. Ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Ahmad Rizal Ramdhani.

Sementara itu, Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menko Pangan sekaligus keberlanjutan program bantuan pangan bagi masyarakat Lampung Selatan.

“Semoga seluruh rangkaian kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Lampung Selatan,” ujar M. Syaiful Anwar.

Selain penyaluran bantuan beras di Desa Pisang, Menko Pangan juga menyerahkan bantuan beras kepada sejumlah pengemudi ojek online di kawasan Kalianda serta memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu di Panti Asuhan Harapan Bangsa.

Dalam kunjungan tersebut, Zulkifli Hasan didampingi Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani, Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto, Anggota DPRD Provinsi Lampung M. Hazizi, serta jajaran perangkat daerah dan instansi terkait.(Red)

Continue Reading

Trending