Lampung Selatan,Dailynewslampung.com— Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lampung Selatan memperkuat soliditas organisasi melalui silaturahmi dan rapat koordinasi (rakor) yang digelar di Pantai Senayah Bach, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pengurus dan anggota untuk membahas perkembangan organisasi, dinamika perusahaan pers, hingga sejumlah agenda strategis, termasuk sertifikasi perusahaan media di Dewan Pers dan penataan keanggotaan SMSI Lampung Selatan.
Ketua SMSI Lampung Selatan, Nyoman Subagio, mengatakan rakor menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi sekaligus menyatukan langkah antaranggota.
Menurutnya, penguatan organisasi harus berjalan beriringan dengan upaya mendorong perusahaan media anggota agar semakin profesional, tertib administrasi, serta mampu memenuhi ketentuan dan standar yang berlaku di lingkungan pers nasional.
“Harapannya, melalui kegiatan ini, baik organisasi maupun perkembangan perusahaan pers bisa semakin maju dan solid. Yang tidak kalah penting, kita juga harus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat maupun mitra,” ujar Nyoman.
Ia menegaskan, kebersamaan menjadi modal penting bagi SMSI Lampung Selatan dalam menghadapi perkembangan industri media yang terus berubah.
Selain membahas sertifikasi perusahaan media di Dewan Pers, rakor juga membicarakan penataan dan penguatan keanggotaan. Langkah tersebut diarahkan agar program SMSI Lampung Selatan tetap selaras dengan kebijakan dan program SMSI Provinsi Lampung.
Dewan Penasihat SMSI Lampung Selatan, Muslim Pranata, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menilai SMSI dapat menjadi ruang untuk memperkuat kerja sama dengan organisasi kewartawanan, termasuk Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Selatan.
“Harus bersinergi, saling mendukung,” kata Muslim.
Sementara itu, anggota SMSI Lampung Selatan, Edwin Apriandi, menilai keberadaan organisasi perusahaan media tersebut memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan perusahaan pers sekaligus menyiapkan sumber daya manusia di bidang jurnalistik.
Menurut Edwin, kemajuan perusahaan pers tidak hanya menyangkut aspek bisnis, tetapi juga kemampuan perusahaan dalam mengembangkan sumber daya manusia dan menyiapkan generasi penerus wartawan.

“SMSI merupakan organisasi perusahaan media. Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap ada perkembangan perusahaan, termasuk menumbuhkembangkan generasi penerus wartawan. Ini harus terus dipertahankan,” ujarnya.
Rakor juga menjadi forum untuk menyamakan persepsi mengenai arah organisasi dan membangun kolaborasi antarperusahaan media serta organisasi kewartawanan di Lampung Selatan.
Pembahasan sertifikasi perusahaan media dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong profesionalisme dan kepatuhan terhadap standar perusahaan pers. Hal itu sekaligus diharapkan dapat memperkuat ekosistem pers yang sehat dan kredibel di daerah.
Melalui soliditas organisasi, penataan keanggotaan, serta penyelarasan program dengan SMSI Provinsi Lampung, SMSI Lampung Selatan diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme perusahaan anggota dan memperluas kontribusi positif bagi masyarakat serta mitra di daerah.(Red)