Connect with us

Bandarlampung

Peneliti Polinela Soroti Peran Akuntansi Karbon dalam Menjaga Ketahanan Pangan Nasional

Published

on

Lampung – Ancaman krisis pangan akibat perubahan iklim semakin nyata. Di Indonesia, sektor agrifood yang menyumbang 13–15 persen PDB nasional justru menjadi penyumbang emisi besar. Kondisi ini menimbulkan dilema: bagaimana menyediakan pangan yang cukup tanpa memperburuk krisis iklim.

Jawaban atas pertanyaan itu tengah dicari oleh tim peneliti Politeknik Negeri Lampung (Polinela) yang terdiri dari lima dosen, yakni Surya Prasetya Trihatmaja, S.E., M.Acc, M. Muhayin A Sidik, S.E., M.S.Ak, M. Rizki Fajri, S.E., M.Ak, Fenni Yufantria, S.E., M.Ak, serta Dewi Zakia, S.E., M.S.Ak. Mereka mengusung penelitian bertajuk “Praktik Akuntansi Karbon serta Dampaknya terhadap Ketahanan Sektor Pangan” dengan menekankan pentingnya akuntansi karbon sebagai bagian inti dari agenda Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan.

“Pangan adalah persoalan hidup-mati. Kalau pasokan terganggu, dampaknya bisa merembet ke sosial dan politik. Karena itu, akuntansi karbon harus dilihat sebagai strategi ESG yang nyata, bukan sekadar laporan formalitas,” ujar ketua tim peneliti, Trihatmaja.

ESG dan Ketahanan Pangan

Penelitian ini menganalisis perusahaan agrifood yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sepanjang 2015–2024. Data dari laporan tahunan dan keberlanjutan perusahaan diolah menggunakan metode statistik canggih (PLS-SEM). Fokus penelitian mencakup pengungkapan emisi karbon Scope 1 & 2, target reduksi emisi, verifikasi eksternal, serta kebijakan adaptasi iklim.

Hasil awal menunjukkan adanya kesenjangan besar. Sebagian perusahaan sudah transparan dalam laporan karbon dan berinvestasi pada teknologi hijau, namun tidak sedikit yang masih minim komitmen.

Menurut Muhayin, anggota tim peneliti, kondisi ini mencerminkan lemahnya penerapan ESG di sektor pangan. “Ada perusahaan yang serius, ada pula yang sekadar simbolis. Padahal, tanpa ESG yang kuat, sektor pangan kita rapuh di tengah guncangan iklim,” jelasnya.

Perspektif Investor dan Regulator

Isu akuntansi karbon kini juga erat kaitannya dengan tren global di sektor keuangan. Investor internasional semakin selektif dalam menyalurkan pendanaan, hanya mengutamakan perusahaan yang konsisten menjalankan prinsip ESG, termasuk transparansi emisi karbon. Perusahaan yang abai berisiko kehilangan akses pendanaan global karena dianggap tidak siap menghadapi tantangan keberlanjutan.

Dari sisi regulasi, pemerintah Indonesia diperkirakan akan memperketat standar keberlanjutan, terutama di sektor strategis seperti pangan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pun tengah mendorong harmonisasi kebijakan dan standar pelaporan emisi yang lebih jelas.

Implikasi Strategis

Jika hipotesis penelitian ini terbukti, akuntansi karbon berpotensi menjadi instrumen baru yang memperkuat ketahanan pangan nasional. Dampaknya meliputi peningkatan kepercayaan investor, penguatan legitimasi sosial perusahaan, hingga dasar bagi pemerintah dalam merancang kebijakan pangan dan iklim yang lebih seimbang.

“Ketahanan pangan dan ESG tidak bisa dipisahkan. Perusahaan yang mengabaikan lingkungan pada akhirnya juga mempertaruhkan stabilitas pasokan pangan. Di sinilah akuntansi karbon bisa menjadi jembatan,” tutup Trihatmaja.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bandarlampung

Merawat Warisan, Merayakan Kemajuan: Pawai Budaya Warnai HUT Ke-344 Kota Bandar Lampung

Published

on

Bandar Lampung, Dailynewslampung –Ribuan pasang mata memadati ruas jalan di Kota Bandar Lampung, Sabtu (19/7/2026). Deretan kendaraan hias yang penuh warna berpadu dengan penampilan beragam komunitas budaya menghadirkan suasana semarak dalam Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya, rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-344 Kota Bandar Lampung.

Lebih dari sekadar perayaan, festival ini menjadi ruang bertemunya tradisi, keberagaman, dan semangat pembangunan. Ragam budaya nusantara tampil berdampingan, menunjukkan bahwa Bandar Lampung tumbuh sebagai kota yang menghargai keberagaman sekaligus menjaga akar budayanya.

Sebanyak 538 peserta pawai budaya memeriahkan kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai komunitas, mulai dari budaya Cirebon, Jawa Barat, Jawa Timur, Dayak, adat Lampung, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), hingga drumband SMP Negeri 32 Bandar Lampung. Setiap kelompok menampilkan kekhasan budaya melalui busana, tarian, dan atraksi yang memikat perhatian masyarakat.

Kemeriahan festival semakin lengkap dengan kehadiran 82 kendaraan hias dari instansi vertikal, BUMN, BUMD, organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, perguruan tinggi, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan. Kendaraan-kendaraan tersebut tidak hanya dihias secara kreatif, tetapi juga menampilkan berbagai capaian pembangunan Kota Bandar Lampung.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung, Adiansyah, mengatakan festival digelar berdasarkan Keputusan Wali Kota Bandar Lampung Nomor 556 Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan sektor pariwisata.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan dan melestarikan budaya daerah, sekaligus menyampaikan kepada masyarakat berbagai hasil pembangunan yang telah dicapai Pemerintah Kota Bandar Lampung serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menilai Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya merupakan warisan budaya yang patut terus dijaga. Menurutnya, perayaan HUT kota bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga momentum memperkuat rasa cinta terhadap budaya lokal dan semangat membangun daerah.

“Melalui kegiatan ini kita dapat lebih memahami, menghargai, dan memperkenalkan kekayaan budaya Lampung kepada generasi muda maupun wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah,” ujar Eva.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dari instansi vertikal, Forkopimda, OPD, BUMD, BUMN, kecamatan, serta berbagai komunitas yang telah berpartisipasi menyukseskan festival.

Di tengah arus modernisasi, Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuannya menjaga identitas, merawat keberagaman, dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya. Bandar Lampung pun merayakan usianya yang ke-344 dengan cara yang hangat: menyatukan masyarakat melalui budaya, kreativitas, dan kebersamaan.(Red)

Continue Reading

Bandarlampung

Program Seribu Wajah Curi Perhatian Sekjen Kemendagri di Bandar Lampung Expo 2026

Published

on

Bandar Lampung, Dailynewslampung.com – Program Seribu Wajah milik Pemerintah Kota Bandar Lampung menarik perhatian Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Komjen Pol. Tomsi Tohir, saat mengunjungi stan Pemkot Bandar Lampung pada ajang Bandar Lampung Expo 2026 di Graha Mandala Alam, Jumat (17/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfotik) Kota Bandar Lampung, Rizky Agung Ariesantho, memaparkan secara langsung inovasi Program Seribu Wajah yang menjadi salah satu unggulan transformasi digital Pemkot Bandar Lampung. Tomsi Tohir didampingi Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, turut meninjau berbagai inovasi pelayanan publik yang dipamerkan.

Rizky Agung menjelaskan, Program Seribu Wajah merupakan sistem identifikasi berbasis teknologi face recognition yang dirancang untuk mendukung pelayanan publik yang lebih cepat, aman, dan terintegrasi.

Menurutnya, teknologi tersebut memungkinkan data wajah masyarakat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan layanan pemerintahan, mulai dari verifikasi identitas, peningkatan keamanan, hingga mendukung efektivitas pelayanan di sejumlah organisasi perangkat daerah.

Program Seribu Wajah juga menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam memperkuat implementasi smart city melalui pemanfaatan teknologi informasi di berbagai sektor pelayanan publik.

Usai mendengarkan pemaparan, Tomsi Tohir meninjau langsung sistem yang ditampilkan di stan Diskominfotik sebagai bagian dari rangkaian kunjungannya di Bandar Lampung Expo 2026.

Bandar Lampung Expo 2026 menjadi wadah bagi organisasi perangkat daerah untuk menampilkan berbagai capaian pembangunan, inovasi pelayanan publik, serta potensi investasi Kota Bandar Lampung.(Red)

Continue Reading

Bandarlampung

Bandar Lampung Expo 2026, Saat Pembangunan dan UMKM Bertemu dalam Satu Panggung

Published

on

Bandar Lampung, Dailynewslampung –Bandar Lampung kembali merayakan hari jadinya dengan cara yang berbeda. Di tengah semarak peringatan HUT ke-344 Kota Bandar Lampung, puluhan stan berdiri berjejer di Graha Mandala Alam, membawa cerita tentang pembangunan, inovasi, hingga kreativitas pelaku usaha lokal.

Bandar Lampung Expo 2026 yang resmi dibuka Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, Jumat (17/7/2026), bukan sekadar pameran tahunan. Lebih dari itu, ajang ini menjadi ruang bertemunya pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menampilkan wajah Kota Tapis Berseri yang terus berkembang.

Di hadapan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Komjen Pol. Tomsi Tohir, Sekda Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, jajaran Forkopimda, kepala daerah, serta tamu undangan, Eva Dwiana menegaskan bahwa Expo menjadi etalase pembangunan sekaligus sarana memperkenalkan potensi investasi dan kekuatan ekonomi lokal.

Menurut Eva, usia ke-344 menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program yang telah dijalankan pemerintah kota. Mulai dari sekolah gratis, layanan kesehatan gratis menggunakan KTP Kota Bandar Lampung, penanganan banjir, pembangunan infrastruktur, hingga pemberdayaan UMKM melalui pinjaman modal tanpa bunga dan digitalisasi pemasaran.

“Bandar Lampung Expo tidak hanya menjadi rangkaian peringatan HUT kota, tetapi juga wadah memperkenalkan capaian pembangunan, potensi investasi, dan kreativitas masyarakat,” ujarnya.

Semangat kolaborasi juga disampaikan Sekda Provinsi Lampung Marindo Kurniawan. Ia menilai Bandar Lampung memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan, jasa, pariwisata, dan investasi. Menurutnya, sinergi pemerintah, dunia usaha, akademisi, pelaku UMKM, dan komunitas kreatif menjadi fondasi penting menuju Lampung yang maju dan berdaya saing.

Apresiasi turut disampaikan Sekjen Kemendagri Komjen Pol. Tomsi Tohir. Ia menilai berbagai capaian pembangunan Kota Bandar Lampung, termasuk pertumbuhan ekonomi dan perkembangan UMKM, patut dipertahankan dan terus ditingkatkan.

“Harapannya HUT ke-344 menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh pihak dalam mendorong investasi, menekan angka pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Selama sepekan, 17 hingga 24 Juli 2026, Bandar Lampung Expo menghadirkan 41 stan dan 50 tenant dari instansi pemerintah, pelaku usaha, hingga UMKM. Beragam produk unggulan daerah, layanan publik, inovasi, dan peluang investasi dipamerkan, menjadikan expo ini bukan hanya ruang promosi, tetapi juga cerminan optimisme Bandar Lampung dalam menatap masa depan.(Red)

Continue Reading

Trending