Connect with us

Tanggamus

Kasus PAUD Latanza: Dari Sidak Wabup, Rapat Lintas Sektor, Hingga Inspektorat Minta Bongkar Total & Bangun Ulang dari Nol

Published

on

TANGGAMUS  DNL Proyek Revitalisasi PAUD KB Latanza di Pekon Wonosobo, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, senilai Rp990.164.000 dari APBN Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadi sorotan tajam.
Dalam kurun waktu sepekan, kasus ini bergerak cepat: dari inspeksi mendadak (sidak) Wakil Bupati, rapat koordinasi lintas sektor, hingga rekomendasi tegas Inspektorat agar bangunan dibongkar total dan dibangun ulang dari nol.
1. Wabup Sidak, Proyek Langsung Di-Stop Total
Rangkaian kasus ini bermula dari sidak Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto, bersama Inspektur Daerah ke lokasi pembangunan Revitalisasi PAUD KB Latanza di Pekon Wonosobo.
Dari peninjauan lapangan, Pemkab menemukan indikasi kuat pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai perencanaan dan spesifikasi teknis. Wabup pun mengambil langkah tegas: pekerjaan dihentikan total (di-stop total) demi keselamatan anak-anak dan mencegah kerugian negara yang lebih besar.
2. Wabup Gelar Rapat Lintas Sektor
Sebagai tindak lanjut sidak tersebut, pada Rabu (4/11/2026), Wakil Bupati Agus Suranto memimpin rapat koordinasi lintas sektor di Ruang Rapat Wakil Bupati Tanggamus.
Rapat menjadi langkah koordinatif untuk membahas hasil peninjauan lapangan sekaligus mengidentifikasi berbagai aspek teknis dan administratif pekerjaan revitalisasi PAUD KB Latanza. Masing-masing pihak diminta menyampaikan hasil evaluasi, klarifikasi, serta masukan sesuai tugas dan kewenangannya.
Dalam rapat tersebut, Wabup Agus Suranto menekankan pentingnya sinergi antara perangkat daerah, unsur pengawasan, tenaga teknis, serta pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.
Pembahasan dilakukan untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan mengacu pada perencanaan, spesifikasi teknis, dan ketentuan yang berlaku, sehingga pembangunan fasilitas pendidikan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Turut hadir dalam rapat, Hi. Maradona, http://S.STP., http://M.Si., Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan; Drs. Suhendar Zuber, http://M.Si., Inspektur Daerah; serta Ishak dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), selaku Kepala Bidang Cipta Karya.
Rapat juga melibatkan unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, yakni Pramadya selaku Sekretaris Dinas, Muhaimin selaku Kasi Sarana dan Prasarana, serta Afifah selaku Kepala Bidang PAUD dan Dikmas.
Selain itu, hadir Ashadi Cahyadi selaku Irban IV, Yuli Rismanto selaku Kepala Pekon Wonosobo, Aan Kurniawan selaku Konsultan Pengawas, Sumartono selaku Konsultan Perencana, Mujinya selaku Konsultan, Ria Heni selaku Bendahara, Nuryati selaku Kepala Sekolah PAUD Latanza, serta Doni dari Bagian Hukum Sekretariat Daerah.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat menghasilkan evaluasi yang komprehensif, baik dari sisi teknis konstruksi, administrasi, pengawasan maupun aspek hukum.
3. Inspektorat: Harus Dibongkar Total, Bangun Ulang dari Nol!
Puncaknya, pada Rabu (5/11/2026), Sekretaris Inspektorat Tanggamus, Gustam Apriansyah, menegaskan bangunan tersebut dinilai sangat fatal dan harus dibongkar total untuk dikerjakan dari nol.
Berdasarkan hasil inspeksi Pemerintah Kabupaten Tanggamus, ditemukan berbagai masalah konstruksi yang mendasar, antara lain:
Pondasi bangunan terindikasi tidak digali dengan benar.
– Tidak adanya struktur pondasi cakar ayam.
– Penggunaan batu kapur yang tidak lolos uji laboratorium (uji Lab).
– Posisi lahan gedung berada di bawah ketinggian jalan raya dan berdiri tepat di samping aliran sungai yang rawan banjir saat hujan deras.
Gustam menyebut bangunan ini berisiko tinggi menjadi temuan pemeriksaan BPK maupun Aparat Penegak Hukum (APH).
 “Bahaya betul kalau tidak dibongkar dari awal lagi. Bayangkan saat anak-anak sedang belajar, tiba-tiba gedungnya roboh,” tegas Gustam.
Ia juga menyoroti kejanggalan nilai proyek hampir Rp1 miliar yang dikucurkan pusat langsung ke penerima tanpa kajian geografis yang matang di lapangan. Dengan anggaran sebesar itu untuk 4 ruang kelas di area tanah yang terbatas, fisik bangunan seharusnya jauh lebih kokoh dan megah.
Desakan Evaluasi Proyek Pusat & Apresiasi IPJI
Pemkab Tanggamus mengimbau agar mekanisme pengawasan program kementerian dari APBN yang turun langsung ke sekolah diperketat. Langkah penghentian yang dilakukan demi keselamatan anak-anak dan mencegah risiko kerugian negara yang lebih besar.
Di sisi lain, Khoirisyah selaku Ketua Lembaga Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) DPC Kabupaten Tanggamus turut angkat bicara. Ia membenarkan dan mengapresiasi apa yang sudah dilakukan pihak Pemkab, terkait pembangunan program Revitalisasi PAUD Latanza Wonosobo tersebut dibongkar dan dibangun kembali dari nol, karena sudah merugikan uang negara.
Pemerintah Kabupaten Tanggamus berkomitmen agar pelaksanaan program pembangunan, khususnya di sektor pendidikan, berjalan secara transparan, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui koordinasi dan pengawasan yang berkelanjutan, pembangunan Revitalisasi PAUD KB Latanza diharapkan dapat terlaksana sesuai standar yang ditetapkan serta menghadirkan sarana pendidikan yang aman, layak, dan berkualitas bagi anak-anak di Kabupaten Tanggamus. ( Rizal )

Tanggamus

Buyung Alamsyah Lakukan Peninjauan Lokasi  Normalisasi Sungai Pekon Waykerap

Published

on

By

TANGGAMUS DNL : Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus dari Fraksi PKB, Buyung Alamsyah, S.E., melakukan peninjauan langsung lokasi rencana normalisasi sungai di Pekon Waykerap, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, pada Kamis (5/11/2026).
Kegiatan ini bertujuan memantau sekaligus menentukan bagian sungai yang paling tepat untuk dilaksanakan penataan dan pengerjaan, agar manfaatnya benar-benar terasa bagi seluruh masyarakat.
Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut, perwakilan BPBD Kabupaten Tanggamus, Kepala Pekon Waykerap, serta Imroni dan Mezi.
Buyung Alamsyah menegaskan, normalisasi sungai sangat penting dilakukan untuk mencegah banjir dan luapan air yang kerap mengancam pemukiman warga saat musim hujan tiba.
“Apabila tidak segera dinormalisasikan, dampaknya akan merugikan sekitar 200 hektar persawahan. Dan bukan hanya Pekon Waykerap yang terdampak, tetapi juga Pekon Sedayu, Sukaraja, Bangun Rejo, hingga Sudimoro. Harapan saya, semoga dari peninjauan ini segera direalisasikan, kasihan warga yang akan menanggung dampaknya nanti.
Masih lanjut Buyung ” Kami ingin memastikan rencana ini benar-benar tepat sasaran dan terlaksana dengan baik, demi keselamatan serta kenyamanan warga Pekon Waykerap dan sekitarnya. Tegas Buyung Alamsyah
“Air yang tertata membawa kehidupan, air yang terlantar membawa kerusakan. Menata sungai bukan sekadar urusan tanah dan batu, melainkan menjaga rezeki ratusan keluarga.”
“Sedia payung sebelum hujan — mencegah selalu lebih mulia daripada mengobati. Menyelamatkan 200 hektar sawah berarti menjaga masa depan banyak pekon sekaligus.”
 “Satu sungai yang tertata baik, melindungi banyak wilayah. Kepedulian tidak mengenal batas desa — kebaikan di Waykerap dirasakan manfaatnya oleh tetangga di mana pun.”
Sementara itu, Kepala Pekon Waykerap menyambut baik perhatian tersebut. Ia berharap peninjauan ini segera diikuti realisasi pembangunan yang berkelanjutan, agar membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
(Rizal)

Continue Reading

Tanggamus

Wabup Tanggamus dan Inspektur Lakukan Sidak, Pembangunan PAUD Latanza Wonosobo Dihentikan Total

Published

on

By

TANGGAMUS  DNl : Pembangunan Revitalisasi Gedung PAUD Latanza yang berada di Pekon Wonosobo, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, resmi dihentikan total hingga ada evaluasi lebih lanjut. Keputusan ini diambil saat inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan pada Selasa (3/11/2026).
Sidak dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto, didampingi Inspektur Kabupaten Tanggamus, Suhendar. Turut hadir Kabid PU Ishak, Camat Wonosobo Imron, Kakon Wonosobo Yuli, Kepala PAUD Latanza Nur, Bendahara Heni, serta Tim Pelaksana Program P2SP dan seluruh pekerja di lokasi.
Dalam kunjungan tersebut, tim menemukan sejumlah kejanggalan fatal pada pengerjaan fondasi bangunan.
“Pondasinya tidak digali dan tidak dipasang cakar ayam, hanya menggunakan batu kapur,” ungkap sumber di lokasi sidak.
Menindaklanjuti temuan yang dianggap serius tersebut, Wakil Bupati Agus Suranto bersama Inspektur Suhendar memutuskan untuk menghentikan total seluruh aktivitas pekerjaan di lokasi sampai ada evaluasi resmi selanjutnya.
Wakil Bupati menegaskan, seluruh pihak yang terlibat dalam program revitalisasi ini akan segera dipanggil ke kantor Pemkab Tanggamus untuk dimintai keterangan secara langsung.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala PAUD Latanza maupun Tim Pelaksana belum memberikan keterangan resmi terkait temuan tersebut.
(Rizal)

Continue Reading

Tanggamus

Razia Gabungan Operasi Patuh 2026 di Jalinbar Way Lalaan, Satlantas Polres Tanggamus Tindak 134 Pelanggar

Published

on

By

Tanggamus DNL :  Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tanggamus bersama sejumlah instansi terkait menggelar razia gabungan dalam rangka Operasi Patuh Krakatau 2026 di Jalan Lintas Barat (Jalinbar), tepatnya di depan kawasan Way Lalaan, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus, Kamis (29/10/2026).

Selain melakukan penertiban terhadap pelanggaran lalu lintas, petugas gabungan juga melaksanakan pemeriksaan kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor serta membagikan brosur imbauan kepada pengendara untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam berlalu lintas.

Pemeriksaan pajak kendaraan dilakukan bersama instansi terkait sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban administrasi kendaraan.

Kasat Lantas Polres Tanggamus, AKP Rudi Khisbiyantoro, S.Pd., M.H., mengatakan kegiatan tersebut melibatkan personel Satlantas dan Provos Polres Tanggamus, Dinas Perhubungan Kabupaten Tanggamus, Bapenda Provinsi Lampung, serta Jasa Raharja Tanggamus.

Selain pemeriksaan dan penindakan, petugas juga memberikan edukasi melalui pembagian brosur berisi imbauan tertib berlalu lintas kepada masyarakat yang melintas di lokasi kegiatan.

“Kami menindak dengan teguran kepada 134 pelanggar lalu lintas, terdiri dari 36 teguran tertulis dan 98 teguran lisan,” kata AKP Rudi Khisbiyantoro mewakili Kapolres Tanggamus AKBP AH Hudi Arif, S.T.P., S.I.K., M.A.

Kasat menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2026 untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas sekaligus menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas (Kamseltibcarlantas).

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan lalu lintas serta menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan kondusif,” jelasnya.

AKP Rudi menyebutkan, melalui kegiatan penertiban dan pembagian brosur imbauan tersebut, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya keselamatan berkendara sehingga dapat menekan risiko kecelakaan di wilayah hukum Polres Tanggamus.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas, mematuhi aturan yang berlaku, serta melengkapi administrasi kendaraan bermotor,” tandasnya. ( Widuri)

Continue Reading

Trending