Connect with us

Featured

Jalur Damai untuk Mbah Mujiran Mulai Terbuka, Bupati Egi Apresiasi Sikap Humanis PTPN I

Published

on

Lampung Selatan,Dailynewslampung – Upaya penyelesaian kasus hukum yang menjerat Mbah Mujiran (72), warga Desa Wonodadi, Kecamatan Tanjung Sari, melalui mekanisme keadilan restoratif (restorative justice), mulai menemukan titik terang. PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I selaku pihak pelapor menyatakan kesediaannya menempuh jalur damai dalam perkara tersebut.

Kesepakatan itu membuka peluang penyelesaian melalui sidang mekanisme keadilan restoratif (MKR) di Pengadilan Negeri Lampung Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Juni 2026 mendatang.

Kabar tersebut disampaikan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dalam konferensi pers di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan, Sabtu malam (23/5/2026).

Bupati Egi mengatakan, tercapainya kesepakatan damai merupakan hasil koordinasi intensif antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Kejari Lampung Selatan, dan Kejaksaan Tinggi Lampung.

Menurutnya, Kejati Lampung turut mendorong agar proses mediasi melibatkan seluruh pihak terkait sehingga penyelesaian perkara dapat mengedepankan nilai kemanusiaan tanpa mengabaikan aspek hukum.

“Yang sebelumnya belum memberi ruang untuk memaafkan, Alhamdulillah kemarin pihak PTPN akhirnya bersedia membuka pintu maaf,” ujar Egi.

Kesediaan tersebut disampaikan dalam mediasi yang berlangsung di rumah dinas bupati pada Jumat malam (22/5/2026). Dalam proses itu, pihak PTPN I menyatakan dukungannya terhadap langkah restorative justice bagi Mbah Mujiran.

Egi mengakui proses menuju kesepakatan tidak berjalan mudah. Pada awalnya, PTPN I masih berpegang pada keputusan melanjutkan proses hukum sebagai bagian dari aturan internal perusahaan dalam menjaga aset negara.

Namun setelah kondisi sosial dan ekonomi keluarga Mbah Mujiran dipaparkan secara menyeluruh, pertimbangan kemanusiaan akhirnya menjadi perhatian bersama.

Bupati Egi juga mengapresiasi semua pihak yang telah mengedepankan hati nurani dalam penyelesaian perkara tersebut.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Selatan, Suci Wijayanti, menegaskan bahwa langkah restorative justice selaras dengan arahan Kejaksaan Agung dan Kejati Lampung.

Menurutnya, penegakan hukum harus tetap memperhatikan rasa keadilan dan nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.

“Meskipun hati nurani tidak tertulis di dalam buku hukum, rasa keadilan dan nilai kemanusiaan harus tetap menjadi bagian penting dalam setiap proses penegakan hukum,” kata Suci.

Ia menyebut, ruang damai sebenarnya telah terlihat sejak awal proses berjalan. Namun upaya tersebut sempat terkendala aturan internal perusahaan yang cukup ketat.

“Namun akhirnya, setelah dimediasi oleh Pak Bupati, pihak PTPN bersedia menempuh jalan damai,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Kejari Lampung Selatan kini tengah berkoordinasi dengan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lampung Selatan untuk mengupayakan penangguhan sekaligus pengalihan penahanan terhadap Mbah Mujiran.

“Insyaallah mulai Senin (25/5/2026), proses itu mulai kami dorong. Keluarga tinggal mengajukan surat permohonan penangguhan dan pengalihan penahanan ke pengadilan,” jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Egi juga mendatangi kediaman Mbah Mujiran di Desa Wonodadi, Kecamatan Tanjung Sari, Sabtu siang (23/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati Egi menyerahkan bantuan sosial dan tali asih kepada keluarga Mbah Mujiran.

Bantuan itu diharapkan dapat membantu kebutuhan sehari-hari keluarga selama proses hukum berlangsung, sekaligus memberi dukungan moril bagi keluarga yang menanti kepulangan Mbah Mujiran. (Red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Featured

Published

on

Lampung Selatan, Dailynewslampung– Gelaran Indonesian Drift Series (IDS) Sumatra 2026 di Way Handak Expo, Kalianda, Sabtu (23/5/2026), menjadi momentum istimewa bagi Kabupaten Lampung Selatan. Kehadiran Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, bukan sekadar menyaksikan ajang otomotif nasional, tetapi juga memberikan apresiasi langsung terhadap terobosan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang sukses menghadirkan event berskala nasional tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Di tengah riuh suara mesin drift dan antusiasme ribuan masyarakat yang memadati arena, Menko Zulhas memuji langkah Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang dinilai mampu menghadirkan inovasi pembangunan daerah melalui kolaborasi kreatif.

“Acara yang dilaksanakan dengan 0 APBD, tanpa menyentuh anggaran daerah. Mantap Bupati Lampung Selatan,” ujar Zulhas yang disambut tepuk tangan meriah pengunjung.

Sebelumnya, Zulhas juga mengaku bangga karena untuk pertama kalinya ajang drift nasional bergengsi digelar di Pulau Sumatra dan Lampung Selatan dipercaya menjadi tuan rumah.

“Senang ada acara ini? Acara yang luar biasa, baru pertama kali di Sumatra dan diadakan di Lampung Selatan. Mari kita dukung, kita sukseskan bersama acara ini,” katanya.

Kedatangan Menko Zulhas pun langsung disambut antusias masyarakat. Ribuan warga tampak berebut menyapa, bersalaman, hingga menerima berbagai merchandise yang dibagikan langsung, mulai dari kaos, handuk, hingga suvenir lainnya.

Namun, di balik kemeriahan IDS Sumatra 2026, tersimpan pesan besar tentang arah pembangunan daerah yang kreatif dan kolaboratif. Ajang ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan komunitas otomotif mampu menghadirkan event nasional tanpa membebani keuangan daerah.

Bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, IDS Sumatra 2026 bukan sekadar balap drift. Lebih dari itu, event ini menjadi pintu masuk untuk mendorong sektor pariwisata, menggerakkan ekonomi kreatif, menghidupkan UMKM, sekaligus memperkenalkan potensi daerah ke tingkat nasional.

Apresiasi yang disampaikan pemerintah pusat melalui kehadiran Menko Zulhas mempertegas bahwa langkah yang diambil Bupati Radityo Egi Pratama bukan hanya menghadirkan hiburan, melainkan bagian dari strategi pembangunan daerah berbasis inovasi dan kolaborasi.

Di tengah tantangan fiskal daerah, Lampung Selatan menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk menghadirkan lompatan besar bagi kemajuan daerah.(Red)

Continue Reading

Featured

Putri Kalianda Tampil di IDS 2026, Widyya Turro Bawa Nama Lampung Selatan ke Lintasan Nasional

Published

on

Lampung Selatan, Dailynewslampung— Pembalap muda asal Kalianda, Widyya Turro, mencuri perhatian dalam ajang Indonesian Drift Series (IDS) 2026 yang digelar di Way Handak Expo, Kalianda, Sabtu (23/5/2026).

Widyya menjadi salah satu talenta lokal yang mendapat kesempatan tampil di kompetisi drift tingkat nasional dan bersaing langsung dengan para drifter dari berbagai daerah di Indonesia.

Keikutsertaan Widyya dalam ajang tersebut menjadi pengalaman pertamanya di dunia kompetisi drift. Meski baru pertama kali turun di lintasan resmi IDS, ia mengaku bangga dapat mewakili Kabupaten Lampung Selatan dalam event nasional tersebut.

“Ini pertama kali saya ikut lomba drift. Rasanya sangat menegangkan, tapi sekaligus bangga karena bisa mewakili Lampung Selatan di event nasional,” ujar Widyya.

Sebelum tampil di IDS 2026, Widyya menjalani latihan intensif selama dua bulan guna mempersiapkan diri menghadapi persaingan di lintasan drift.

Perempuan muda itu mengaku awalnya lebih mengenal dunia balap drag race. Namun ketertarikannya terhadap drifting tumbuh setelah mendapat kesempatan mencoba olahraga otomotif tersebut.

“Aku awalnya memang suka drag race. Tapi waktu ditawari latihan drift, ternyata rasanya berbeda. Lebih menantang, lebih seru,” katanya.

Meski baru sekitar satu tahun menekuni dunia balap dan baru sekali mengikuti kompetisi drag race, Widyya mengaku semakin tertarik mendalami dunia motorsport.

“Memang seseru itu dunia balap mobil,” ucapnya.

Keikutsertaan Widyya di IDS 2026 menjadi bukti bahwa Lampung Selatan memiliki potensi atlet muda di cabang olahraga otomotif. Kehadirannya juga menambah semangat pengembangan sport tourism melalui penyelenggaraan IDS di Way Handak Expo.

Ajang tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang lahirnya pembalap-pembalap lokal yang mampu tampil di tingkat nasional. (Red)

Continue Reading

Featured

*0 Rupiah APBD! Aksi Nyata Bupati Cerdas Radityo Egi Boyong Event Nasional, Rakyat Lampung Selatan Nikmati “Event Sultan” Gratis*

Published

on

Lampung Selatan, Dailynewslampung – Deru mesin mobil-mobil bertenaga tinggi memecah keheningan akhir pekan di Way Handak Expo, Lampung Selatan.

Asap mengepul dari gesekan ban di atas aspal, diiringi tepuk tangan riuh ribuan pasang mata yang memadati arena.

Akhir pekan ini, Sabtu dan Minggu (23-24 Mei 2026), sejarah baru dicetak: Indonesian Drift Series (IDS) Sumatra 2026, ajang balap drifting bergengsi nasional, resmi mengaspal untuk pertama kalinya di Pulau Sumatra.

Namun, di balik megahnya panggung otomotif dan decak kagum penonton, ada satu fakta menarik yang menjadi perbincangan hangat di kalangan warga.

Sinergi besar yang mendatangkan ribuan pengunjung ini terwujud dengan angka yang mengejutkan bagi anggaran daerah, 0 Rupiah APBD.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berhasil membuktikan bahwa keterbatasan anggaran daerah bukanlah alasan untuk berhenti berinovasi.

Melalui strategi kolaborasi taktis lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggandeng pihak swasta, komunitas, dan berbagai stakeholder untuk mendanai penuh seluruh rangkaian acara. Dampaknya instan, namun manfaatnya 100 persen langsung dirasakan oleh masyarakat kebanyakan.

“Untuk event ini tidak menggunakan APBD sama sekali, 0 Rupiah APBD. Dan khusus untuk masyarakat Lampung Selatan, kita gratiskan,” ujar Radityo Egi di tengah keriuhan sirkuit Way Handak Expo, di Kalianda, Sabtu (23/5/2026).

Langkah Egi mencerminkan potret pemimpin masa kini yang tidak hanya mengandalkan kantong negara, melainkan bertindak sebagai fasilitator yang cerdas. Menghadirkan kompetisi sekelas IDS tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Namun, dengan meyakinkan pihak swasta bahwa Lampung Selatan adalah pasar yang seksi dan siap berkembang, beban finansial itu bergeser dari APBD menjadi investasi kolaboratif.

Keputusan menggratiskan tiket masuk bagi warga lokal terbukti menjadi magnet yang kuat. Sektor ekonomi mikro yang biasanya bergerak lambat, mendadak melesat dalam waktu dua hari.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Lampung Selatan, Tri Umaryani, mengungkapkan bahwa dampak dari event ini langsung menyentuh urat nadi perekonomian daerah. Pariwisata bergeliat, dan sektor akomodasi mendapat berkah instan.

“Ini bukan sekadar meningkatkan daya tarik wisata. Kemarin kita juga sudah berdiskusi dengan beberapa tamu yang datang, dan ternyata tingkat hunian hotel kita sudah full booked. Ini menjadi salah satu peluang besar yang berhasil kita tangkap,” ungkap Tri.

Tri menambahkan, keberhasilan IDS ini merupakan manifestasi nyata dari konsep kerja sama pentahelix. Di mana pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media bergerak bersama dalam satu irama.

“Terima kasih untuk IDS dan pihak swasta. Ini benar-benar contoh konkret bagaimana kita bisa menghadirkan acara besar lewat kolaborasi erat,” lanjutnya.

Di sudut tribun penonton, senyum semringah tak dapat disembunyikan dari wajah Riki (30). Warga Kecamatan Katibung ini sengaja datang sejak pagi demi menyaksikan pembalap idolanya beraksi. Baginya, kenyataan bahwa acara ini gratis adalah berkah tersendiri di tengah situasi ekonomi yang menantang.

“Ini keren banget, asli! Apalagi gratis untuk masyarakat. Dari sini kita bisa lihat kalau pemerintah daerah itu cerdas, bisa merangkul swasta dan komunitas buat bikin acara berkelas nasional tanpa harus buang-buang uang rakyat,” kata Riki bangga.

Dampak ekonomi yang masif juga dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM lokal di sekitar lokasi acara. Siska (24), salah seorang warga Kalianda, menyebutkan bahwa perputaran uang di sekitar Way Handak Expo meningkat tajam.

“Hotel-hotel ramai, lapak UMKM juga penuh pembeli. Sebagai warga, saya berharap kegiatan kreatif seperti ini sering-sering diadakan lagi di Kabupaten Lampung Selatan. Terbukti menghibur dan membantu ekonomi kecil,” tutur Siska.

Melalui raungan mesin drifting di Way Handak Expo, Radityo Egi Pratama tidak hanya memberikan hiburan berkelas dunia bagi warganya secara Cuma-cuma. Lebih dari itu, ia telah mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru daerah: dengan kreativitas dan sinergi yang tepat, membangun daerah tidak selalu harus menguras dompet negara. (Red)

Continue Reading

Trending