Connect with us

Bandarlampung

Bapenda Bandar Lampung Optimistis Target Pajak 2026 Capai Rp940 Miliar

Published

on

DAILYNEWSLAMPUNG – BANDAR LAMPUNG : Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandar Lampung menargetkan penerimaan pajak daerah pada tahun 2026 mencapai Rp940 miliar. Target tersebut bersumber dari berbagai sektor pajak dan retribusi daerah yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bapenda Kota Bandar Lampung, Yusnadi Ferianto, mengatakan sumber penerimaan pajak daerah berasal dari sejumlah sektor, di antaranya pajak hotel, restoran, reklame, serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Menurutnya, untuk mempercepat realisasi target tersebut, Bapenda telah mulai mendistribusikan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB tahun 2026 kepada masyarakat sejak pekan lalu. Langkah ini dilakukan agar wajib pajak dapat melakukan pembayaran lebih awal.

“Dengan pembagian SPPT lebih cepat, kami berharap masyarakat bisa segera melakukan pembayaran sehingga target penerimaan pajak dapat tercapai sesuai rencana,” ujar Yusnadi.

Selain itu, sejumlah sektor pajak juga diproyeksikan memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan daerah. Pada sektor pajak restoran dan reklame, misalnya, ditargetkan mampu menyumbang pendapatan lebih dari Rp100 miliar. Sementara itu, untuk sektor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Bapenda menargetkan penerimaan sebesar Rp160 miliar pada tahun ini.

Untuk mengoptimalkan pendapatan tersebut, Bapenda terus melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha dan perusahaan di Kota Bandar Lampung agar tetap taat dalam memenuhi kewajiban pajaknya.

“Pengawasan juga kami lakukan secara khusus guna mengoptimalkan pencapaian target yang telah ditetapkan oleh Wali Kota Bandar Lampung,” katanya.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menambah pemasangan perangkat tapping box di berbagai tempat usaha. Alat ini berfungsi untuk memantau transaksi dan memastikan laporan omzet yang disampaikan wajib pajak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Tahun ini kami akan menambah sekitar 300 unit tapping box. Saat ini sudah terpasang sekitar 600 unit di berbagai tempat usaha, sehingga nantinya jumlahnya diperkirakan mendekati 1.000 unit,” jelas Yusnadi. Ia menuturkan, tapping box merupakan perangkat yang dipasang pada sistem transaksi wajib pajak dan berfungsi sebagai pembanding terhadap laporan omzet yang dilaporkan secara daring oleh pelaku usaha.

Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat meningkatkan pengawasan sekaligus meminimalkan potensi kebocoran pajak daerah.

Dalam pelaksanaannya, Bapenda juga bekerja sama dengan Bank Lampung sebagai mitra penyedia sistem tapping box.

Meski demikian, Yusnadi menegaskan bahwa pendekatan kepada para Wajib Izin Pajak (WIP) tetap dilakukan secara persuasif dan humanis.

“Kami sampaikan kepada para wajib pajak bahwa pajak yang dipungut itu berasal dari masyarakat. Karena itu, pengelolaannya harus transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Selain memperkuat sistem pengawasan berbasis digital, Bapenda Kota Bandar Lampung juga menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri sejak tahun lalu, khususnya dalam proses penagihan terhadap wajib pajak yang menunggak.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus mendorong peningkatan PAD Kota Bandar Lampung secara berkelanjutan. (DNL/Ma)

Bandarlampung

Eva Dwiana Pastikan Pendidikan Korban TPPO Tetap Berlanjut

Published

on

Bandar Lampung, Dailynewslampung – Wali Kota Eva Dwiana menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk menjamin perlindungan dan keberlanjutan pendidikan anak-anak korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Hal itu disampaikan saat menghadiri konferensi pers pengungkapan kasus TPPO di Polda Lampung, Selasa (12/5/2026).

Dalam konferensi pers tersebut, Pemerintah Kota Bandar Lampung bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan Polda Lampung menyatakan langkah konkret dalam penanganan kasus TPPO yang menimpa anak-anak.

Eva Dwiana mengatakan, Pemkot Bandar Lampung akan segera melakukan peninjauan lanjutan terhadap kondisi para korban guna memastikan mereka mendapatkan perlindungan, pemulihan, serta hak pendidikan yang layak.

Menurutnya, pemerintah kota siap memfasilitasi pendidikan korban di sekolah swasta tingkat SMA maupun SMK apabila mereka tidak memungkinkan melanjutkan pendidikan di sekolah negeri.

“Insyaallah besok kami akan melakukan peninjauan. Setelah itu, walaupun mereka tidak disarankan masuk sekolah negeri, kami di Pemerintah Kota Bandar Lampung akan bertanggung jawab menyelesaikan pendidikan mereka di sekolah swasta, baik SMK maupun SMA di Bandar Lampung,” ujar Eva Dwiana.

Ia menegaskan, hak anak untuk memperoleh pendidikan tidak boleh terputus hanya karena menjadi korban kejahatan perdagangan orang.

Selain itu, Eva Dwiana menyampaikan bahwa penanganan kasus TPPO dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah dan aparat penegak hukum. Pemkot Bandar Lampung akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung, Polda Lampung, dan Polresta Bandar Lampung agar penanganan berjalan maksimal serta mencegah kasus serupa terulang kembali.

Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga akan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh SMP di Kota Bandar Lampung, terutama terkait pengawasan penggunaan telepon genggam di kalangan pelajar.

“Kami akan mengadakan sidak ke seluruh SMP se-Kota Bandar Lampung. Anak-anak sekarang harus sangat berhati-hati dalam menggunakan HP. Pengawasan orang tua dan guru sangat penting,” katanya.

Menurut Eva Dwiana, pengawasan bersama antara sekolah dan keluarga menjadi benteng utama dalam melindungi anak-anak dari kejahatan berbasis digital, termasuk modus penipuan lowongan kerja yang berujung pada TPPO.(Red)

Continue Reading

Bandarlampung

Rakerda SMSI Lampung Panaskan Soliditas Organisasi, Lampung Selatan Siap Tancap Gas

Published

on

Bandar Lampung, dailynewslampung – Ketua SMSI Provinsi Lampung, Donny Irawan menegaskan pentingnya soliditas dan pendataan keanggotaan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) SMSI Provinsi Lampung yang digelar di Sekretariat SMSI Provinsi Lampung, Fitness Fitbox Gym Lantai 2, Jalan Tirtayasa Nomor 12 Sukabumi, Bandar Lampung, Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan bertema “Sinergi dan Kolaborasi SMSI, Perkuat Digitalisasi, Dorong Profesionalisme Media Siber di Daerah” itu diikuti pengurus SMSI dari 11 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

“Supaya jelas, kita sama-sama aktif, bekerja sama dalam SMSI se-Provinsi Lampung, sehingga terjalin kekompakan dan solid,” kata Donny dalam sambutannya.

Dalam Rakerda tersebut, SMSI Provinsi Lampung mengagendakan dua pembahasan utama, yakni laporan program kerja tahun 2026 dari masing-masing pengurus SMSI kabupaten/kota serta pendataan anggota di setiap daerah.

SMSI Kabupaten Lampung Selatan turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ketua SMSI Lampung Selatan, Nyoman Subagio hadir bersama Sekretaris Eko Widono.

Dalam forum itu, Nyoman memaparkan tujuh program kerja SMSI Lampung Selatan sekaligus menyampaikan data jumlah keanggotaan organisasi di daerahnya.

Nyoman mengatakan, keikutsertaan SMSI Lampung Selatan dalam Rakerda menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, terutama karena kepengurusan di daerah tersebut masih tergolong baru terbentuk.

“Rakerda ini sangat penting untuk memotivasi seluruh pengurus dan anggota SMSI kabupaten/kota, khususnya bagi SMSI Lampung Selatan yang masih tergolong baru terbentuk. Melalui forum ini, kami mendapatkan banyak arahan, masukan, dan program strategis dari provinsi yang nantinya akan kami tindak lanjuti di Lampung Selatan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan daerah saat ini,” ujar Nyoman.

Ia menegaskan, SMSI Lampung Selatan berkomitmen mendukung seluruh program organisasi serta memperkuat peran perusahaan media siber dalam menyajikan informasi yang profesional, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat. (Red)

Continue Reading

Bandarlampung

Eva Dwiana Raih Penghargaan Nasional, Dedikasikan untuk Warga Bandar Lampung

Published

on

Lampung Selatan, dailynewslampung – Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, kembali menerima penghargaan tingkat nasional dalam ajang Women’s Inspiration Award 2026 yang digelar oleh iNews Media Group di Jakarta, Kamis (30/4/2026) malam.

Dalam ajang tersebut, Eva Dwiana meraih kategori Women in Public Policy. Penghargaan ini diklaim sebagai pengakuan atas keberhasilan Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan publik yang dinilai berdampak nyata, inovatif, dan berkelanjutan.

Namun, di tengah deretan penghargaan yang diterima, publik tentu menanti bukti konkret di lapangan: sejauh mana kebijakan tersebut benar-benar dirasakan masyarakat, bukan sekadar catatan di atas kertas.

Penilaian penghargaan ini mencakup efektivitas program, keberpihakan pada kepentingan publik, transparansi, serta kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup dan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Penghargaan ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi kita bersama. Ini bukan hanya pengakuan atas kinerja pribadi, tetapi juga cerminan semangat kebersamaan dalam membangun Kota Bandar Lampung yang lebih baik,” ujar Eva Dwiana usai menerima penghargaan di Jakarta Concert Hall, iNews Tower.

Ia menambahkan, penghargaan tersebut akan menjadi motivasi untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Di sisi lain, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, yang turut hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar seremoni.

“Acara ini bukan hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga perayaan atas kekuatan, kecerdasan, dan ketangguhan perempuan Indonesia,” tegasnya.

Meski demikian, sorotan tetap kembali pada satu hal utama: apakah deretan penghargaan ini sejalan dengan realitas yang dirasakan warga Bandar Lampung sehari-hari. (red)

Continue Reading

Trending