Connect with us

Featured

Audiensi Dengan Panitia DOB Natar Agung, Bupati Nanang Tegaskan Komitmen Dukung Pemekaran Sesuai Mekanisme

Published

on

LAMPUNG SELATAN, DNL : Bupati Lampung Selatan, Hi Nanang Ermanto tegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) baik dengan sebutan Kabupaten Natar Agung maupun Kabupaten Bandarlampung.Namun demikian, Bupati Nanang mengungkapkan dukungan tersebut tetap lah harus berpijak pada aturan dan mekanisme yang berlaku.

“Pada prinsipnya, tidak ada hal yang membuat pemerintah daerah untuk tidak mendukung pemekaran daerah otonomi baru. Kami (Pemda), senantiasa selalu konsisten mendukung usulan pemekaran daerah ini, sebagaimana peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” kata bupati Nanang Ermanto saat audiensi dengan sejumlah pengurus panitia pemekaran Natar Agung di ruang kerja bupati, Rabu 4 September 2024.

Sementara, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan (Kabag Tapem Setda Lamsel), Setiawansyah menambahkan, bukti dukungan pemda atas pemekaran daerah tersebut dengan dibentuknya tim panitia pemekaran daerah (TPPD) sejak 2019 hingga sharing anggaran yang bertujuan percepatan pemekaran daerah.

“Namun perlu dipahami, sesuai dengan pasal 33 UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemda, menyebutkan pemekaran daerah diawali dengan pembentukan daerah persiapan. Sedangkan untuk pembentukan daerah persiapannitu, wajib memenuhi 2 syarat, yakni syarat dasar dan syarat administratif,” imbuh Setiawansyah.

Setiawan memaparkan, di dalam pasal 34 UU Pemda menyebutkan, syarat dasar tersebut terbagi 2 syarat, yakni pertama Syarat Dasar Kewilayahan yang meliputi, luas wilayah minimal, jumlah penduduk minimal, batas wilayah, cakupan wilayah dan batas usia minimal daerah kabupaten dan kecamatan.

Kedua, Syarat Dasar Kapasitas Daerah yang didasarkan pada parameter yang meliputi, geografi, demografi, keamanan, sosial politik seperti adat budaya dan tradisi, potensi ekonomi, keuangan daerah dan kemampuan penyelenggaraan pemerintahan.

“Seperti parameter geografi itu untuk penentuan lokasi ibu kota, kemudian demografi yakni kualitas SDM, lalu ada parameter untuk pertumbuhan ekonomi dan potensi unggulan daerah, yang tidak kalah penting adalah terkait keuangan daerah seperti kapasitas PAD induk dan potensi PAD calon daerah persiapan. Persyaratan kapasitas daerah ini adalah dimaksudkan kemampuan daerah baru untuk berkembang dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Setiawansyah.

Sedangkan persyaratan administratif, terus Setiawansyah, ada 3 tahapan yang wajib dilaksanakan. Yang pertama adalah, adanya keputusan musyawarah desa (Musdes) dari seluruh desa 5 kecamatan yang akan menjadi cakupan daerah otonomi baru.

“Setelah adanya SK Musdes tersebut sebagai bentuk konkret aspirasi masyarakat, maka dilanjutkan dengan persetujuan bersama DPRD dengan bupati atau walikota kabupaten atau kota induk dalam forum paripurna DPRD. Lalu hasil paripurna persetujuan bersama itu disampaikan ke Gubernur untuk mendapatkan persetujuan bersama antara Gubernur dengan DPRD Provinsi,” tutur Setiawansyah.

Sementara dari panitia pemekaran Natar Agung dipimpin langsung oleh Ketua Umumnya Irfan Nuranda Djafar, Ketua Harian Syahidan, Sekretaris Ali Sopyan dan sejumlah panitia lainnya. Dari audiensi tersebut disepakati, bahwa proses usulan pemekaran daerah otonomi baru tersebut terus dilanjutkan dengan memperhatikan pemenuhan 2 syarat, yakni syarat dasar dan syarat administratif.

Turut hadir dalam audiensi, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Anton Carmana, Kadis PMD Erdiansyah, Kabag Tapem Setiawansyah dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

(Rls)

Bandarlampung

Bukan Sekadar Gim, Ada Nama Lampung yang Dipertaruhkan

Published

on

Bandar Lampung,Dailynewslampung.com— Sabtu biasanya menjadi ruang jeda bagi sebagian orang. Namun, tidak bagi puluhan wartawan yang berkumpul di Gedung Balai Sofyan, Kantor PWI Lampung, Sabtu (22/8/2026).

Hari itu, meja kerja berganti arena. Kamera dan buku catatan sejenak disisihkan. Jemari bergerak cepat di atas layar, strategi disusun, komunikasi diuji, dan ketenangan menjadi taruhan.

Mereka tengah bertarung bukan untuk mengejar berita, melainkan untuk memperebutkan tempat di tim e-sports SIWO PWI Lampung yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027.

Tiga nomor menjadi medan seleksi, yakni PUBG Mobile, Mobile Legends, serta E-Football/PES. Di arena digital itu, kemampuan individu saja tidak cukup. Kecepatan membaca permainan, ketepatan mengambil keputusan, komunikasi dan kekompakan menjadi bagian dari pertarungan.

Ketua PWI Lampung, Wirahadikusumah, mengatakan seleksi tersebut merupakan langkah awal untuk menemukan wartawan yang memiliki potensi terbaik guna memperkuat kontingen Lampung pada Porwanas 2027.

Ia meminta para peserta tidak berhenti pada kemampuan yang ditunjukkan dalam seleksi. Sebab, perjalanan menuju Porwanas masih panjang dan membutuhkan latihan yang konsisten.

“Kami minta para atlet pada seleksi hari ini untuk terus meningkatkan skill yang ada. Kami yakin di Porwanas 2027 nanti, Lampung bisa meraih medali emas,” kata Wirahadikusumah.

Menurut Wira, ambisi meraih emas tidak cukup hanya dengan semangat. Diperlukan pembinaan, latihan, serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pengurus Provinsi E-Sports Indonesia (ESI) Lampung.

“Medali emas bisa diraih Lampung di Porwanas 2027. Namun ini perlu dukungan dari semua pihak. Kami berharap para atlet bisa ditempa dan dipersiapkan sebaik mungkin,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer E-Sports SIWO PWI Lampung, Nilam Sari Djausal, memasang target lebih tinggi. Tim e-sports Lampung diharapkan mampu menyumbangkan hingga tujuh medali pada Porwanas 2027.

Namun, target tersebut harus dibangun dari proses seleksi yang sehat, adil dan sportif.

“Kami berharap seleksi berjalan teratur, fair, sportif, dan penuh semangat. Dari proses ini, kami ingin mendapatkan atlet-atlet terbaik di PWI Lampung,” ujar Nilam.

Ia mengatakan e-sports memiliki karakter tersendiri. Selain kemampuan teknis, seorang atlet harus mampu menjaga ketenangan, membaca strategi lawan, berkomunikasi serta membangun chemistry dengan rekan satu tim.

Karena itu, pembinaan setelah seleksi akan menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju Porwanas.

“Setelah seleksi ini, langkah awal persiapan kami tentunya melakukan evaluasi terhadap kelebihan dan kekurangan tim. Dari sana kami bisa melihat apa saja yang benar-benar dibutuhkan,” katanya.

Penjab E-Sports PWI Lampung, Putra Ramadhan, menambahkan tim telah menyiapkan pelatih dan analis untuk membentuk skuad yang siap bertanding pada Porwanas 2027.

Latihan secara intensif juga telah diagendakan. Selain latihan rutin, tim akan menjalani latih tanding menghadapi tim-tim Mobile Legends serta mengikuti sejumlah turnamen lokal untuk membentuk mental dan menambah jam terbang pertandingan.

Persiapan itu akan dilanjutkan melalui evaluasi, uji coba dan try out. Strategi permainan juga akan terus dimatangkan, termasuk membangun chemistry antarpemain agar tim mampu tampil lebih solid ketika menghadapi persaingan tingkat nasional.

Untuk memperkuat pembinaan, SIWO PWI Lampung berencana menggandeng Pengprov ESI Lampung. Kolaborasi tersebut diharapkan menghadirkan pelatih dan analis yang dapat membantu meningkatkan kemampuan teknis maupun strategi para atlet.

Pada akhirnya, arena e-sports itu bukan sekadar tentang siapa yang paling cepat menekan tombol atau paling piawai membaca permainan.

Di balik layar ponsel dan monitor, ada nama Lampung yang sedang dipertaruhkan.

Para wartawan itu kini membawa misi yang sama: mengubah hobi, keterampilan dan kegemaran terhadap dunia digital menjadi prestasi, lalu membawa pulang medali untuk Lampung dari panggung Porwanas 2027.

(Red))

Continue Reading

Bandarlampung

Biliar Lampung Bidik Emas Porwanas 2027, Afrizal Dipercaya Pimpin Persiapan Tim

Published

on

Bandar lampung,Dailynewslampung.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung mulai memanaskan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027. Target besar pun dicanangkan dari cabang olahraga (cabor) biliar, yang diharapkan mampu menyumbangkan medali emas saat Lampung menjadi tuan rumah.

Untuk mewujudkan target tersebut, PWI Lampung menunjuk Afrizal, yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Bandar Lampung, sebagai Manager Cabor Biliar. Penunjukan itu ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) oleh Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah di Balai Wartawan Hi. Solfian Akhmad, Sabtu (22/8/2026).

Wirahadikusumah mengatakan, penunjukan Afrizal bukan tanpa alasan. Selain sebagai wakil rakyat, Afrizal dinilai memiliki perhatian terhadap perkembangan olahraga biliar sehingga diharapkan mampu membangun kekuatan tim sejak jauh hari.

“Kami berharap beliau bisa menerima permintaan keluarga besar PWI untuk membawa cabor biliar mempersembahkan yang terbaik, tentunya juara pertama dan meraih medali emas. Selama ini kita belum mendapatkan medali emas dari biliar,” kata Wirahadikusumah.

Menurutnya, status Lampung sebagai tuan rumah Porwanas 2027 harus menjadi momentum untuk memaksimalkan raihan medali. Terlebih, biliar menjadi salah satu cabor dengan potensi perolehan medali yang cukup besar.

Pada Porwanas 2027, terdapat tujuh atlet yang akan dipersiapkan untuk memperebutkan delapan medali emas. Karena itu, pembinaan dan latihan intensif perlu dilakukan sejak dini agar peluang meraih podium tertinggi semakin terbuka.

“Faktor tuan rumah sangat mendukung. Kami juga berharap atlet biliar bisa melakukan latihan secara intensif. Biliar ini sebenarnya merupakan salah satu lumbung medali,” ujarnya.

Wirahadikusumah berharap kegagalan meraih emas pada ajang Porwanas sebelumnya di Kalimantan Selatan maupun Malang tidak kembali terulang. Ia optimistis Lampung dapat tampil lebih maksimal di hadapan publik sendiri.

Sementara itu, Afrizal menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PWI Lampung. Ia memastikan akan menjalankan amanah tersebut dengan serius dan segera menyusun langkah pembinaan bersama seluruh pihak terkait.

“Terima kasih banyak atas kepercayaannya untuk membantu dan menyukseskan Porwanas. Insyaallah kita akan maksimal. Karena Porwanas dilaksanakan di Lampung, tentunya banyak medali yang akan kita dapatkan, salah satunya dari biliar,” kata Afrizal.

Langkah awal yang akan dilakukan adalah memetakan potensi atlet dari 15 kabupaten/kota di Lampung. Penjaringan bibit terbaik akan dilakukan untuk membentuk tim yang memiliki kekuatan dan kedalaman skuad menghadapi Porwanas 2027.

“Kita akan saling berkoordinasi dan mencari bibit yang terbaik di Lampung. Kita punya 15 kabupaten/kota, sehingga potensi atletnya cukup besar,” ujarnya.

Afrizal juga menilai perkembangan olahraga biliar di Bandar Lampung menjadi modal positif bagi pembinaan. Keberadaan sejumlah tempat latihan biliar dinilai menunjukkan olahraga tersebut semakin berkembang dan memiliki basis atlet yang dapat dikembangkan.

Dengan persiapan sejak jauh-jauh hari, PWI Lampung menargetkan biliar tidak sekadar menjadi peserta Porwanas 2027. Cabor ini diproyeksikan menjadi salah satu lumbung medali emas bagi kontingen Lampung saat tampil sebagai tuan rumah.(Red)

Continue Reading

Featured

Mengalirkan Air, Menggerakkan Ekonomi: Way Andeng Bersiap Menopang BHC

Published

on

Lampung Selatan, Dailynewslampung.com – Pembangunan infrastruktur pendukung Kawasan Wisata Proyek Strategis Nasional (PSN) Bakauheni Harbour City (BHC) terus menunjukkan perkembangan. Rehabilitasi Sistem Penyediaan Air Baku (SPAB) Way Andeng yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung kini telah mencapai progres fisik 45,59 persen.

Capaian tersebut menunjukkan pengerjaan proyek telah memasuki hampir separuh dari keseluruhan target pembangunan. Di lapangan, pekerjaan konstruksi sipil terus dipacu, termasuk pembangunan fasilitas penampungan serta jaringan distribusi utama untuk mendukung sistem penyediaan air baku di kawasan BHC.

Direktur PT Rah Rah Red Wana Bhakti, Novri, mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan sumber daya manusia dan peralatan guna menjaga percepatan pekerjaan.

“Hingga saat ini, kami bersyukur seluruh tim di lapangan bekerja dengan optimal sehingga progres fisik pekerjaan telah berhasil menyentuh angka 45,59 persen. Kami optimistis sisa target dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan,” ujar Novri, Sabtu (22/8/2026).

Proyek infrastruktur vital tersebut sepenuhnya dibiayai melalui APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai anggaran mencapai Rp25.572.556.162.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan memiliki masa pelaksanaan selama 203 hari kalender sejak penandatanganan kontrak bernomor PS0102/T/Bbws2.d4/2026/103 pada 12 Juni 2026.

Untuk memastikan kualitas pekerjaan, terutama mutu beton dan instalasi jaringan perpipaan, pelaksanaan proyek turut mendapat pengawasan dari konsultan pengawas Gunung KSO Mitra.

Dengan progres yang telah mencapai 45,59 persen, pembangunan SPAB Way Andeng diharapkan terus berjalan sesuai jadwal hingga memasuki tahap uji coba fungsional.

Ketersediaan air baku yang memadai nantinya diharapkan dapat memperkuat kebutuhan infrastruktur dasar di kawasan BHC, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di Kabupaten Lampung Selatan.(Red)

Continue Reading

Trending