Connect with us

Featured

Ramah-tamah Bupati Lampung Selatan – Pengurus JMSI, Begini Suasananya

Published

on

LAMPUNG SELATAN, DNL : Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung, Ahmad Novriwan menilai Bupati Lampung Selatan, Hi Nanang Ermanto tidak mengesankan sosok seorang pemimpin yang anti kritik dan alergi terhadap media.

Ahmad Novriwan mengatakan, tudingan sinisme oleh sejumlah pihak itu terbantahkan, tak kala bersama rombongan, JMSI dapat bersua dan berbincang secara langsung dengan mantan Kepala Desa Waygalih itu.“Ini kami ungkapkan bukan karena di depan pak bupati.

Ini dapat kami nilai dari konsistensinya pemerintah daerah mengakomodir media dan organisasi wartawan yang ada. Apalagi saat ini kami bisa berbincang secara langsung dan juga dijamu. Pak bupati kami lihat sangat terbuka, mau mengajak diskusi, membuka ruang dialog.

Kami dari JMSI mengapresiasi ini semua,” kata Ahmad Novriwan saat menghadiri ramah tamah bupati dengan pengurus JMSI di rumah dinas, Minggu malam 9 Juni 2024.

Bahkan, terus Ahmad Novriwan, pernyataan bupati Nanang yang meminta ke selebgram yang memviralkan sejumlah jalan rusak itu untuk tidak hanya menyoroti jalan yang rusak saja, tapi yang bagus juga diangkat, merupakan konsekuensi logis dari sikap fair yang ditujukan oleh seorang Nanang Ermanto.“Fair, karena memang mengakui masih ada jalan yang rusak di wilayahnya. Kemudian disikapi dan ditindaklanjuti sebagai mana mestinya.

Namun tak salah juga, jika sikap fair serupa diminta. Supaya jalan yang sudah dibangun dengan kondisi yang masih bagus juga diangkat,” imbuhnya.“Kalau saya analogikan, seperti seorang Anak yang diberi tugas untuk mengerjakan PR dengan 10 soal.

Kemudian dari 10 soal itu, si Anak mendapatkan nilai 8 dengan 2 jawaban yang salah. Secara umum nilai 8 itu tentunya merupakan hasil yang baik. Tapi apakah kemudian juga adil, jika kita hanya menilai kemampuan sang Anak yang mengerjakan PR itu hanya dari 2 jawaban yang salah dan mengenyampingkan hasil dari 8 jawaban yang benar,” tukasnya.

Sementara, Sekretaris Bidang Kerja Sama Antar Lembaga JMSI Pusat, Herman Batin Mangku mengungkapkan, JMSI ini merupakan organisasi pemilik atau owner dari media online. JMSI hadir, kata dia, guna mengakomodir pesatnya pertumbuhan media digital dewasa ini.“Istilahnya, JMSI ini persatuannya para pengusaha media online. Sebagai organisasi, JMSI memiliki fungsi pembinaan, pengawasan dan perlindungan dalam konteks penerapan UU Pers Nomor 40 tahun 1999,” tutur owner dari grup media online Helo Indonesia ini.

Dalam pertemuan dengan suasana hangat itu, Bupati Nanang menceritakan sekelumit perjalanan karir politiknya, baik itu dari terpilihnya dia sebagai wakil bupati pada pilkada 2015, ditunjuk sebagai plt bupati pada 2018, sampai terpilih kembali sebagai bupati pada pilkada 2020 lalu.

Dimana pada tiap tahapan peristiwa tersebut bupati Nanang mau tidak mau mengaku dihadapi dengan sejumlah kendala dalam upayanya memaksimalkan pembangunan.

Masalah dan juga tantangan itu akhirnya terlewati sampai dengan saat ini dengan sejumlah terobosan dan inovasi.“Saya terpilih sebagai wakil bupati dengan pasangan saya waktu itu pada pilkada 2015. Kemudian pada 2018, terjadi 4 peristiwa besar dan juga penting dalam kehidupan dan perjalanan karir saya.

Pertama itu adanya OTT dari lembaga antirasuah terhadap atasan saya. Semua terkejut, gempar. Apalagi saya, sebagai wakil bupati saya mahfum dengan kapasitas saya pada saat itu, kemudian tiba-tiba dalam separuh perjalanan tanggung jawab itu beralih ke tangan saya,” ungkap Ketua DPC PDIP Lamsel ini.

Imbasnya, terus bupati Nanang, terjadi tsunami birokrasi. Dimana dalam kondisi itu, para pejabat terkotak-kotak dengan beberapa kelompok. Bupati Nanang mengakui, sebagai wakil bupati pada saat itu dirinya tak memiliki banyak peran untuk mempengaruhi para pejabat.“Apalagi kondisi pada saat itu dengan jabatan Plt bupati kewenangannya sangat terbatas.

Kewenangannya hanya sebatas bersifat administratif, itu pun yang sudah ditentukan sebelumnya.

Plt tidak berwenang mengambil keputusan yang bersifat strategis yang berdampak pada perubahan status hukum yang meliputi OPD, kepegawaian dan juga anggaran,” tutur bupati Nanang.

Keadaan itu kemudian diperburuk lagi dengan ambruknya jembatan patriot di sekitar Pasar Inpres Kalianda akibat terjangan banjir bandang yang melintasi jembatan tersebut.

Dikatakan bupati Nanang, jembatan tersebut merupakan akses ekonomi yang cukup strategis. Menghubungkan sejumlah wilayah di Kecamatan Kalianda dengan lokasi perekonomian masyarakat yang paling utama.“Meski memiliki jalur akses lain menuju pasar, namun harus memutar, menempuh jalan yang lebih panjang dan memakan waktu yang lebih lama.

Tapi Alhamdulillah, dapat segera kita bangun kembali dengan biaya sekitar Rp3,5 M tanpa menggunakan dana APBD. Kami berdayakan pihak swasta dengan kucuran dana CSR,” katanya lagi.

Tidak sampai disitu, cobaan kembali menimpa Lampung Selatan pada penghujung tahun. Pada malam 22 Desember 2018, bencana alam berupa tsunami atau gelombang laut besar melanda sejumlah kawasan pesisir.

Seperti di Kecamatan Kalianda, Sidomulyo, Katibung dan yang mengalami dampak paling parah adalah Kecamatan Rajabasa.“Atas musibah tersebut, pada 2019 kami lebih berfokus pemulihan wilayah terdampak tsunami secara bertahap.

Alhamdulillah berkat dukungan dari banyak pihak, wilayah-wilayah tersebut dapat pulih kembali,” ucapnya.“Tapi fokus pembangunan kembali menyita perhatian dengan adanya pandemi Covid-19 pada awal 2020.

Sejumlah anggaran yang sudah direncanakan, dibahas dan disetujui DPRD, mau tak mau atas perintah pemerintah pusat mesti dialihkan atau di-recofussing untuk penanganan Covid-19 yang berlangsug hingga pertengahan 2023 lalu,” tutur suami dari Bunda Winarni ini Diungkapkan kondisi tingkat kemiskinan sangat ekstrem pada saat itu.

Dari 1,1 juta jiwa jumlah penduduk, persentase kemiskinan di angka 16,77 persen. Tahun 2022 berhasil ditekan menjadi 13,14 persen. Kini data per 30 November 2023 tercatat 12,79 persen. Turun lagi hingga 0,35 persen.Angka stunting juga sangat tinggi. Mencapai 16,3 persen. Namun setelah ayah 2 orang anak itu definitif menjadi Bupati Lampung Selatan sejak 12 Mei 2020, berhasil menekan stunting menjadi 9,9 persen. Di bawah angka nasional. Sampai-sampai Kabupaten Lampung Selatan menjadi percontohan nasional untuk pengetasan stunting.“Kemiskinan ekstrem dan stunting juga tinggi, tapi semuanya Alhamdulillah dapat teratasi,” kata Nanang Ermanto.

Nanang Ermanto juga sangat mengapresiasi Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Lampung Selatan. Peran PKK dalam penurunan stunting sungguh luar biasa.Wajar kemudian Bupati Nanang Ermanto dan Ketua TP PKK Winarni menjadi satu-satunya kandidat penerima penghargaan Satyalancana Wira Karya (SWK) mewakili Pulau Sumatera.“Alhamdulillah kita satu-satunya wakil yang merima penghargaan dari Sumatera,” ucap Nanang Ermanto.

Tahun ini penghargaan mentereng kembali diraih. Periode Januari hingga Mei, Kabupaten Lampung Selatan telah menerima 10 penghargaan. Baik tingkat Lampung maupun nasional.

Yang terbaru pada Mei lalu, di antaranya Anugerah Kategori Utama dalam Sinergitas Intervensi Gerakan Penurunan Stunting (Siger Stunting), dan sebagai Kabupaten Terinovatif atas Kinerja Kabupaten/Kota dalam Implementasi Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Lampung 2024. (Kmf/Ma)

Featured

ASDP Bakauheni Dukung HPN dan Porwanas 2027 di Lampung

Published

on

Lampung Selatan, Dailynewslampung – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 yang akan digelar di Provinsi Lampung pada 5–12 April 2027.

Dukungan tersebut disampaikan General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, saat menerima audiensi pengurus PWI Lampung di Kantor ASDP Cabang Bakauheni, Lampung Selatan, Jumat (25/9/2026).

Partogi mengatakan, kepercayaan kepada PWI Lampung sebagai tuan rumah HPN dan Porwanas 2027 merupakan capaian sekaligus sejarah bagi insan pers di Lampung. Kesuksesan kedua agenda nasional tersebut, menurutnya, membutuhkan kerja sama dan koordinasi seluruh pihak.

“Kami tentu bangga karena PWI Lampung dipercaya menjadi tuan rumah HPN dan Porwanas tahun depan. Ini sejarah sekaligus tantangan untuk membuat event sukses,” kata Partogi.

Ia menegaskan, ASDP Cabang Bakauheni siap mendukung pelaksanaan HPN dan Porwanas 2027, termasuk kegiatan kick-off yang dikemas melalui PWI Half Marathon pada 29 November 2026 mendatang.

“Kami siap dukung HPN dan Porwanas 2027, termasuk pelaksanaan kick-off 29 November. Nanti kita bisa berkoordinasi lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWI Lampung, Wirahadikusumah, menyampaikan bahwa ASDP Cabang Bakauheni memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran mobilitas peserta, khususnya kontingen Porwanas dari Pulau Jawa.

Menurut Wira, sapaan akrabnya, sebagian besar kontingen dari Pulau Jawa diperkirakan menggunakan bus untuk menuju Lampung. Bahkan, sejumlah PWI provinsi telah mengonfirmasi rencana keberangkatan dengan membawa tiga hingga empat bus.

“Karena diprediksi kontingen Porwanas dari Pulau Jawa mayoritas menggunakan bus. Bahkan ada PWI provinsi yang mengonfirmasi akan membawa tiga sampai empat bus,” ungkapnya.

Atas dasar itu, Wira berharap ASDP dapat memberikan dukungan melalui pelayanan penyeberangan yang optimal bagi kontingen PWI dari Pulau Jawa maupun provinsi lainnya.

Selain mendukung kelancaran penyeberangan, PWI Lampung juga berharap sinergi dengan ASDP dapat terjalin dalam menyukseskan kick-off HPN dan Porwanas 2027 melalui kegiatan PWI Half Marathon.

“Kami juga berharap dukungan ASDP untuk menyukseskan kick-off HPN dan Porwanas dengan berlari bersama para mitra PWI Lampung pada 29 November 2026 nanti,” imbuhnya.

Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya PWI Lampung memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai mitra dalam mempersiapkan HPN dan Porwanas 2027, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi daerah. (Rls)

Continue Reading

Featured

Duka Selat Sunda, PWI Lampung Selatan Gelar Aksi 1.000 Lilin untuk Jurnalis yang Hilang

Published

on

Lampung Selatan,Dailynewslampung.com— Duka mendalam menyelimuti insan pers  tragedi yang menimpa hilangnya lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) di perairan Selat Sunda. saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Selatan mengajak seluruh jurnalis untuk merapatkan barisan melalui aksi solidaritas dan doa bersama.

Ketua PWI Lampung Selatan, Edwin Apriandi, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban,yang hilang di perairan selat sunda. saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Menurut Edwin, solidaritas sesama insan pers menjadi penting di tengah musibah yang menimpa rekan-rekan jurnalis.

“Saya mengajak seluruh jurnalis Lampung Selatan, mari bergabung bersama untuk menyalakan lilin sebagai simbol solidaritas, kemanusiaan, dan dukungan bagi rekan-rekan jurnalis serta awak media yang tengah menghadapi musibah,” ujar Edwin. Sabtu (19/9/2026).

Ia mengatakan, profesi jurnalis bukan semata-mata tentang mencari dan menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga memiliki ikatan persaudaraan yang kuat antarsesama pewarta.

“Tragedi yang menimpa rekan sejawat di lapangan adalah pukulan bagi seluruh insan pers saat ini, doa dan dukungan moral menjadi bentuk solidaritas yang dapat kita berikan,” katanya.

Sebagai bentuk penghormatan, PWI Lampung Selatan akan menggelar aksi “1.000 Lilin Solidaritas” yang dipusatkan di Tugu Pancasila, Kota Kalianda, Senin (21/9/2026) mulai pukul 19.30 WIB.

Seluruh jurnalis yang mengikuti aksi tersebut diimbau mengenakan pakaian berwarna hitam sebagai simbol duka cita dan penghormatan kepada para korban.

Edwin berharap aksi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan solidaritas di kalangan jurnalis.

Selain itu, ia menekankan pentingnya keselamatan kerja bagi jurnalis yang menjalankan tugas di berbagai kondisi dan medan.

“Mari hadir dan bersama-sama menjaga semangat solidaritas, kemanusiaan, serta kebebasan pers,” pungkas Edwin. (Red)

Continue Reading

Featured

Menko Pangan Pastikan Bantuan Beras Berlanjut, 182.398 KPM Lampung Selatan Kembali Menerima

Published

on

Lampung Selatan,Dailynewslampung.com — Pemerintah memastikan program bantuan pangan beras bagi masyarakat berpenghasilan rendah terus berlanjut hingga akhir 2026. Sebanyak 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia akan kembali menerima bantuan untuk periode Oktober-Desember 2026, termasuk 182.398 KPM di Kabupaten Lampung Selatan.

Kepastian tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan saat melakukan kunjungan kerja sekaligus menyalurkan bantuan pangan beras alokasi Juli-September 2026 di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Jumat (11/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Zulkifli Hasan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada sejumlah KPM sekaligus memastikan penyaluran bantuan berjalan hingga tingkat desa.

“Bantuan pangan ini kita lanjutkan. Untuk Oktober sampai Desember, kuotanya tetap satu juta ton beras untuk 33,2 juta masyarakat yang membutuhkan, dengan masing-masing penerima mendapat 10 kilogram beras setiap bulan,” ujar Zulkifli Hasan.

Untuk alokasi Juli-September 2026, setiap KPM menerima 10 kilogram beras per bulan. Dengan demikian, total bantuan yang diterima masing-masing KPM mencapai 30 kilogram selama tiga bulan.

Menurut Zulkifli Hasan, bantuan pangan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang berada pada desil 1 hingga desil 4, khususnya kelompok yang membutuhkan dukungan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penyaluran bantuan pangan merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan.

Khusus di Desa Pisang, sebanyak 233 KPM menerima bantuan beras untuk periode Juli-September 2026. Total beras yang disalurkan mencapai 6.990 kilogram atau 30 kilogram untuk setiap KPM selama tiga bulan.

“Kami bersyukur dapat menyalurkan bantuan pangan ini kepada masyarakat Desa Pisang. Ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Ahmad Rizal Ramdhani.

Sementara itu, Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menko Pangan sekaligus keberlanjutan program bantuan pangan bagi masyarakat Lampung Selatan.

“Semoga seluruh rangkaian kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Lampung Selatan,” ujar M. Syaiful Anwar.

Selain penyaluran bantuan beras di Desa Pisang, Menko Pangan juga menyerahkan bantuan beras kepada sejumlah pengemudi ojek online di kawasan Kalianda serta memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu di Panti Asuhan Harapan Bangsa.

Dalam kunjungan tersebut, Zulkifli Hasan didampingi Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani, Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto, Anggota DPRD Provinsi Lampung M. Hazizi, serta jajaran perangkat daerah dan instansi terkait.(Red)

Continue Reading

Trending