Connect with us

Ekonomi

Pemkab Lampung Selatan dan Bulog Matangkan Penyaluran 700 Ton Beras

Published

on

Lampung Selatan, dailynewslampung – Bantuan pangan berupa 700 ton beras segera disalurkan kepada masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan, dengan prioritas warga berpenghasilan rendah di sejumlah kecamatan.

Rencana penyaluran tersebut dibahas dalam audiensi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dan Perum Bulog yang berlangsung di ruang kerja Sekretaris Daerah, Kantor Bupati Lampung Selatan, Rabu (1/4/2026). Program ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus menekan beban ekonomi masyarakat.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Lampung, Rindo Safutra, menyampaikan bahwa ketersediaan beras dalam kondisi aman seiring tingginya serapan gabah selama musim panen.

Hingga 1 April 2026, Bulog mencatat serapan di Lampung Selatan mencapai 80.000 ton gabah atau setara 41.000 ton beras. Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah, mengingat April merupakan puncak panen raya.

“Serapan masih terus berjalan. Momentum panen raya ini kami optimalkan untuk memenuhi target,” kata Rindo.

Selain beras, penyerapan jagung juga menunjukkan tren positif. Dari total 2.700 ton jagung yang diserap di Provinsi Lampung sepanjang 2026, sekitar 1.000 ton berasal dari Kabupaten Lampung Selatan.

Ke depan, Bulog menargetkan penyerapan jagung mencapai 120.000 ton, dengan kontribusi utama diharapkan dari Lampung Timur dan Lampung Selatan.

“Kami berharap kerja sama semua pihak dapat meningkatkan penyerapan jagung agar hasil petani terserap maksimal,” ujarnya.

Terkait bantuan pangan periode Februari–Maret, Rindo memastikan penyaluran di sejumlah wilayah di Lampung telah mencapai sekitar 70 persen dari total kebutuhan.

Ia juga menegaskan bahwa ketersediaan komoditas utama seperti beras dan minyak saat ini dalam kondisi aman. Namun demikian, proses distribusi masih menghadapi kendala teknis, terutama pada ketersediaan kemasan atau karung yang sebagian masih bergantung pada impor. Sebagai solusi, Bulog melakukan pengemasan ulang (repack) beras dalam ukuran 10 kilogram agar distribusi tetap berjalan.

“Komoditas aman, tetapi kemasan menjadi kendala. Kami upayakan dalam waktu dekat penyaluran di Lampung Selatan bisa segera terealisasi,” jelasnya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Lampung Selatan, Fadrial Farhan, mengungkapkan total kebutuhan beras untuk distribusi mencapai 3.800 ton. Namun, hingga saat ini baru tersedia 700 ton yang siap disalurkan.

Jumlah tersebut sementara baru mencukupi kebutuhan di empat kecamatan, dan masih dalam tahap distribusi awal.

“Masih dalam proses, dan kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait mekanisme penyaluran yang baru,” kata Fadrial.

Dari sisi pemerintah daerah, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Tri Umaryani, menilai kebutuhan jagung di daerah masih cukup tinggi, meski stok beras relatif mencukupi.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga di tingkat petani agar produksi yang melimpah tidak merugikan mereka.

Selain itu, Tri mengingatkan bahwa kendala kemasan berdampak pada keterlambatan distribusi bantuan pangan, terutama di wilayah prioritas.

“Kita memiliki tujuh kecamatan lokus prioritas. Penyaluran harus tepat sasaran dan berbasis data, apalagi tingkat kemiskinan masih perlu ditekan,” ujarnya.

Pemkab juga mendorong pelaksanaan operasi pasar Bulog secara kolaboratif untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

Dengan berbagai upaya tersebut, penyaluran bantuan pangan diharapkan segera terealisasi dan memberi dampak nyata bagi warga Lampung Selatan, khususnya kelompok rentan. (red)

Ekonomi

Bupati Egi Borong Dagangan UMKM di Tengah Meriahnya IDS Sumatra 2026

Published

on

Lampung Selatan, Dailynewslampung– Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyempatkan diri mengunjungi dan berbelanja di tenant Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada gelaran Indonesian Drift Series (IDS) Sumatra 2026 di Way Handak Expo, Kalianda, Minggu (24/5/2026).

Di tengah kemeriahan ajang otomotif nasional tersebut, Egi terlihat berjalan menyusuri area UMKM, menyapa pedagang, berbincang dengan warga, hingga mencicipi berbagai jajanan yang dijual pelaku usaha lokal.

“Kami ingin event seperti ini bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga membawa manfaat dan kebahagiaan untuk masyarakat Lampung Selatan,” ujar Egi di sela kunjungannya.

Menurut Egi, penyelenggaraan event nasional seperti IDS Sumatra 2026 diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM lokal yang turut meramaikan acara.

Ia menilai, perputaran ekonomi dari puluhan tenant kuliner dan kerajinan menjadi salah satu indikator keberhasilan kegiatan tersebut.

Suasana Way Handak Expo yang dipadati pengunjung juga dimanfaatkan masyarakat untuk berinteraksi langsung dengan orang nomor satu di Lampung Selatan itu. Sejumlah warga tampak antusias meminta foto bersama saat Egi berkeliling area acara.

Salah satu pengunjung asal Kecamatan Penengahan, Rahmat (25), mengaku bangga Lampung Selatan dapat menjadi tuan rumah event otomotif berskala nasional.

“Seru banget acaranya, ramai dan beda dari biasanya. Semoga event seperti ini sering diadakan di Lampung Selatan,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Abbad (11), warga Kalianda, yang datang bersama keluarganya untuk menyaksikan mobil-mobil drift dari dekat.

“Senang, mobilnya keren-keren. Tadi juga foto sama Pak Bupati,” katanya singkat.

Gelaran IDS Sumatra 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan bagi pecinta otomotif, tetapi juga dinilai mampu menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Way Handak Expo, Kalianda. (Red)

Continue Reading

Ekonomi

Menko Zulhas Apresiasi Langkah Kreatif Bupati Egi Hadirkan IDS Sumatra 2026 di Lampung Selatan

Published

on

Lampung Selatan, Dailynewslampung– Gelaran Indonesian Drift Series (IDS) Sumatra 2026 di Way Handak Expo, Kalianda, Sabtu (23/5/2026), menjadi momentum istimewa bagi Kabupaten Lampung Selatan. Kehadiran Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, bukan sekadar menyaksikan ajang otomotif nasional, tetapi juga memberikan apresiasi langsung terhadap terobosan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang sukses menghadirkan event berskala nasional tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Di tengah riuh suara mesin drift dan antusiasme ribuan masyarakat yang memadati arena, Menko Zulhas memuji langkah Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang dinilai mampu menghadirkan inovasi pembangunan daerah melalui kolaborasi kreatif.

“Acara yang dilaksanakan dengan 0 APBD, tanpa menyentuh anggaran daerah. Mantap Bupati Lampung Selatan,” ujar Zulhas yang disambut tepuk tangan meriah pengunjung.

Sebelumnya, Zulhas juga mengaku bangga karena untuk pertama kalinya ajang drift nasional bergengsi digelar di Pulau Sumatra dan Lampung Selatan dipercaya menjadi tuan rumah.

“Senang ada acara ini? Acara yang luar biasa, baru pertama kali di Sumatra dan diadakan di Lampung Selatan. Mari kita dukung, kita sukseskan bersama acara ini,” katanya.

Kedatangan Menko Zulhas pun langsung disambut antusias masyarakat. Ribuan warga tampak berebut menyapa, bersalaman, hingga menerima berbagai merchandise yang dibagikan langsung, mulai dari kaos, handuk, hingga suvenir lainnya.

Namun, di balik kemeriahan IDS Sumatra 2026, tersimpan pesan besar tentang arah pembangunan daerah yang kreatif dan kolaboratif. Ajang ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan komunitas otomotif mampu menghadirkan event nasional tanpa membebani keuangan daerah.

Bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, IDS Sumatra 2026 bukan sekadar balap drift. Lebih dari itu, event ini menjadi pintu masuk untuk mendorong sektor pariwisata, menggerakkan ekonomi kreatif, menghidupkan UMKM, sekaligus memperkenalkan potensi daerah ke tingkat nasional.

Apresiasi yang disampaikan pemerintah pusat melalui kehadiran Menko Zulhas mempertegas bahwa langkah yang diambil Bupati Radityo Egi Pratama bukan hanya menghadirkan hiburan, melainkan bagian dari strategi pembangunan daerah berbasis inovasi dan kolaborasi.

Di tengah tantangan fiskal daerah, Lampung Selatan menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk menghadirkan lompatan besar bagi kemajuan daerah. (Red)

Continue Reading

Ekonomi

IDS Sumatra 2026 Bawa Berkah, Pedagang Kecil di Way Handak Expo Kebanjiran Pembeli

Published

on

Lampung Selatan, Dailynewslampung – Ajang Indonesian Drift Series (IDS) Sumatra 2026 yang digelar di Lapangan Way Handak Expo, Kalianda, Lampung Selatan, tak hanya menghadirkan hiburan otomotif berskala nasional, tetapi juga membawa dampak positif bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar lokasi acara.

Ribuan pengunjung yang memadati arena balap drift tersebut menjadi berkah tersendiri bagi pedagang kecil, mulai dari penjual bakso, mie ayam, pecel, hingga minuman dingin yang berjualan di sekitar venue.

Malik, pedagang mie ayam bakso yang sehari-hari berjualan di depan Gedung Olahraga Way Handak (GWH), mengaku pendapatannya meningkat selama kegiatan berlangsung.

“Harapan kami, mudah-mudahan acara IDS ini ramai sehingga pengunjung juga bisa singgah ke tempat kami. Karena pedagang bukan hanya di dalam venue, tetapi juga ada yang berjualan di luar area acara. Semoga rezekinya bisa dirasakan bersama,” ujar Malik.

Hal serupa disampaikan Eli, pedagang soto, pecel, dan minuman dingin di kantin GWH. Ia mengatakan, jumlah pembeli meningkat dibanding hari biasa sejak IDS Sumatra 2026 digelar.

“Alhamdulillah pembeli jadi lebih ramai dari biasanya. Harapannya ke depan semakin banyak kegiatan di area GWH supaya kami para pedagang juga terus merasakan peningkatan penjualan,” kata Eli.

Kehadiran IDS Sumatra 2026 yang untuk pertama kalinya digelar di Pulau Sumatra dinilai memberikan efek domino terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Perputaran ekonomi tidak hanya terjadi di dalam arena, tetapi juga dirasakan oleh pelaku usaha kecil, jasa transportasi, penginapan, hingga sektor pariwisata lokal.

Selain menjadi ajang sport tourism, kegiatan tersebut juga membuka peluang promosi bagi produk dan kuliner khas Lampung Selatan kepada ribuan pengunjung dari berbagai daerah.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memang menaruh harapan besar terhadap penyelenggaraan IDS Sumatra 2026 sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor UMKM, kuliner, transportasi, dan pariwisata.

Kini, harapan tersebut mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Di tengah deru mesin dan ramainya penonton, para pedagang kecil menikmati peningkatan penghasilan yang membawa berkah tersendiri selama event berlangsung.(Red)

Continue Reading

Trending