Lampung Selatan – Setelah sempat terhenti akibat bencana Tsunami Selat Sunda dan Pandemi Covid-19, denyut pariwisata di Pantai Minang Rua, Desa Wisata Kelawi, Kalianda, kini perlahan kembali hidup. Warga bersama tim peneliti dari Politeknik Negeri Lampung (Polinela) tengah merancang konsep event wisata bahari untuk membangkitkan kembali destinasi unggulan Lampung Selatan tersebut.
Penelitian bertajuk “Event Concept pada Wisata Bahari di Pantai Minang Rua, Desa Wisata Kelawi, Kalianda, Lampung Selatan” dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Pengelolaan Konvensi dan Acara Polinela. Ketua peneliti Helidatasa Utami, M.Pd., M.Par., bersama Damara Saputra Siregar, M.Par. dan Gita Hilmi Prakoso, M.Pd., serta melibatkan mahasiswa Dwiati Nur Fradilla.
Penelitian dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara dengan berbagai pihak, mulai dari Kepala Desa, pengurus Pokdarwis, pemuda Karang Taruna, hingga anggota PKK.
“Minang Rua bukan sekadar pantai, tetapi pintu masuk untuk merasakan perpaduan wisata bahari dan budaya lokal. Kami ingin membantu masyarakat merancang konsep event sesuai potensi dan kebutuhan mereka,” ujar Helidatasa Utami, M.Pd., M.Par.
Pantai Minang Rua dikenal bukan hanya karena pasir putihnya, tetapi juga atraksi Paralayang pertama di Lampung yang berhasil menarik wisatawan. Selain itu, kekayaan budaya Dusun Kayu Tabu, seperti tarian tradisional, kerajinan tapis, hingga ritual adat, menjadi daya tarik tersendiri.
“Bayangkan jika wisata bahari berpadu dengan budaya lokal, pengunjung akan mendapatkan pengalaman tak terlupakan,” ungkap Ahmad Riandi, Ketua Karang Taruna.
Namun, upaya membangkitkan event wisata bahari tidak lepas dari tantangan, termasuk kepentingan pihak swasta yang kadang membatasi ruang gerak warga.
“Kami sadar, tantangan ini tidak bisa dihadapi dengan keluhan. Harus ada bukti nyata bahwa masyarakat mampu mengelola event dengan baik,” tegas Rian Haikal, Sekretaris Pokdarwis Minang Rua Bahari.
Bagi tim peneliti, kebangkitan event wisata di Minang Rua bukan sekadar hiburan, melainkan upaya menggerakkan roda ekonomi dan memperkuat identitas Wisata Bahari Lampung Selatan.
“Event yang digagas dengan baik bisa menjadi motor penggerak pembangunan desa wisata,” jelas Damara Saputra Siregar, M.Par.
Terima kasih kepada Politeknik Negeri Lampung, Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Lampung, serta masyarakat hebat Desa Wisata Kelawi, Kalianda, Lampung Selatan atas sinergi, kepercayaan, dan semangat gotong royong yang menjadi fondasi kebangkitan Pariwisata Bahari di Pantai Minang Rua, Desa Wisata Kelawi!.