Connect with us

Ekonomi

Jelang Pilkada, Menko Pangan Zulhas Gagas Gapoktan Salurkan Pupuk Bersubsidi Tuai Kritikan

Foto : Ist

Published

on

Lampung Selatan, dailynewslampung : Asa petani seketika meninggi tak kala Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkfli Hasan dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan bahwa pemerintah memangkas prosedur dan kebijakan alur distribusi pupuk bersubsidi dan diberikan langsung kepada petani.

Dalam keterangan Persnya Zulhas dan Amran menjelaskan alur distribusi pupuk bersubsidi akan diinstruksikan langsung oleh Kementan kepada Pupuk Indonesia. Kemudian, Pupuk Indonesia akan menyalurkan langsung ke gabungan kelompok tani (Gapoktan).

Dalam hal itu, Gapoktan akan bertugas menyalurkan pupuk bersubsidi hingga ke individu petani. Alur distribusi hingga data penerima nantinya akan dipertanggung jawabkan secara langsung kepada Kantor Kementan.

“Jadi penanggung jawab pupuk bersubsidi itu adalah Kementan. Nanti SK atau surat keputusannya tidak lagi dari bupati dan gubernur dan 8 kementerian, bayangkan jadi rumit sekali gitu ya. Nah, dari Kementan cukup serahkan kepada Pupuk Indonesia. Nanti Pupuk Indonesia kirim kepada Gapoktan. Itu yang diaudit, dipertanggungjawabkan, nanti Kemenkeu bayar,” terang Zulhas seusai rapat koordinasi antara Kementan Pertanian dan Kementerian Keuangan, Kementerian Enegi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT Pupul Indonesia (Persero), Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) dan instasi terkait lainnya, Selasa 11 November 2024.

Terkait hal itu, Ormas Sapu Jagad Lampung Selatan, Zulfijar SE, mengatakan yang menjadi pertanyaan, pupuk bersubsidi tersebut diubah sebagai sebuah bantuan atau tetap menjadi produk pertanian dengan harga diskon karena disubsidi oleh pemerintah.

Zulfijar menilai, apa yang disampaikan oleh Menko Zulkifli Hasan tersebut terkesan terlalu tergesa-gesa mengejar deadline pilkada, hanya dimulai melalui sebuah pertemuan dengan sejumlah kementerian tanpa dilakukan kajian secara mendalam dan berkelanjutan.

“Kesannya kan tergesa-gesa menjelang pemilihan kepala daerah, butuh simpatik pemilih dari kalangan petani sebagai kuasa wilayah kerjanya. Sat-set ke Lampung Selatan kumpulkan Gapoktan, bahkan sempat menyindir kades yang tak lagi dibutuhkan dalam pilkada. Gapoktan diberi angin surga, bahwa diberikan kewenangan untuk menyalurkan pupuk bersubsidi ke para petani langsung. Gayung pun bersambut,” ujar Zulfijar kepada wartawan, Rabu 13 November 2024.

Dalam waktu 30 hari kedepan, dengan iming-iming sebuah regulasi Peraturan Presiden, maka Gapoktan yang ditunjuk sebagai penyalur ke petani langsung seperti layaknya pengusaha pemilik kios pengecer pupuk bersubsidi. Lalu kemudian, terus Zulfijar, apakah sudah terpikirkan Gapoktan sudah memiliki basic, baik itu secara finansial yang besar maupun pengalaman berjualan pupuk bersubsidi dengan beragam ribetnya administrasi dan pemahaman penggunaan aplikasi transaksi.

“Ini hanya sebuah angin surga, atau memang dengan hitungan hari Menko telah memiliki formulasi yang gacor, sehingganya Gapoktan nantinya bakal disibukkan layaknya sebagai pengusaha pemilik kios pupuk dengan kewajiban sedikitnya memiliki keterampilan administrasi dan menggunakan aplikasi T-Pubers sebagai laporan transaksi. Ini harusnya dikritisi oleh orang-orang pintar di Jakarta, di Senayan dan badan akademisi,” imbuhnya.

Belum lagi, sambung Zulfijar, sebagai sebuah badan usaha milik negara, tentunya PT Pupuk Indonesia tidak mau ambil resiko merugi jika penyaluran tidak menggunakan surat perjanjian jual beli disertai jaminan pembayaran. Tapi sebagai sebuah wacana dengan aroma politis, PT PI tentunya tidak akan berani menolak turut menguatkan propaganda terselubung.

“Seperti pengalaman sebagai Menteri Perdagangan kemarin, dengan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan nomor 18 Tahun 2024 tentang Tata Niaga Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat yang ditandatangani oleh Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan pada pertengahan Agustus lalu. Bahwa dalil Permendag tersebut adalah memutuskan rantai usaha yang panjang, maka produsen minyak goreng dapat menunjuk distributor lini pertama yang langsung dapat menyalurkan migor skema DMO ke warung dan toko sembako, tapi fakta di lapangan jauh panggang dari api, harga migor yang dijual tetap jauh diatas HET, yang terjadi malah kemudian monopoli oleh kelompok besar saja tanpa memberikan manfaat bagi pengusaha menengah,” beber Zulfijar.

Diungkapkan Zulfijar, mestinya Presiden Prabowo dapat mengendus modus politik ini dengan segera. Sebagai awal sebuah rezim, Prabowo Subianto dapat lebih tegas, jika kabinet yang dibangunnya bersih dari kepentingan politik pribadi apapun selain kepentingan rakyat. Jika tidak, sebagai tokoh yang diharapkan membawa perubahan lebih besar akan tersandera oleh penumpang gelap yang seiring berjalannya waktu 5 tahun tersebut telah di depan mata.

“Dengan ini saya himbau, kepada seluruh masyarakat Indonesia yang disebut orang pintar, pandai, cendikiawan yang masih memiliki hati nurani, buka suara anda untuk kepentingan rakyat, hancurnya sebuah daerah bukannya karena kekurangan orang pintar, tapi diamnya orang pintar saat melihat pembodohan dan ketidadilan terjadi di depan mata,” pungkas Zulfijar.

(red)

Ekonomi

Menara Siger Residence I Hadir di Kalianda, Puluhan Unit Sudah Terjual

Published

on

Lampung Selatan, dailynewslampung – Perumahan Menara Siger Residence I di Kelurahan Way Lubuk, Kecamatan Kalianda, resmi dimulai melalui peletakan batu pertama pada Kamis (23/4/2026).

Proyek hunian yang dikembangkan PT Ariyani Jaya Barokah (AJB) itu mencatat 30 unit terjual dalam satu bulan awal pemasaran.

Direktur Umum PT AJB, Hendri Adi Sucipto, mengatakan total pengajuan pembelian yang masuk telah mencapai 70 unit, sebagian besar melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan dukungan perbankan seperti BTN dan BNI Tanjung Karang.

Menurut Hendri, pembangunan perumahan tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan hunian di Lampung Selatan sekaligus kontribusi sektor swasta terhadap program nasional penyediaan rumah.

“Pembangunan ini menjadi langkah awal untuk pengembangan kawasan hunian berikutnya,” kata Hendri.

Ia menambahkan, Menara Siger Residence I dirancang sebagai rumah subsidi dengan spesifikasi yang mengacu pada standar pemerintah. Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat mendukung promosi potensi daerah, termasuk sektor pariwisata di Lampung Selatan.

Sementara itu, Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, mengapresiasi investasi yang dilakukan pihak swasta dalam pembangunan perumahan di wilayah tersebut.

Menurutnya, pembangunan perumahan tidak hanya memenuhi kebutuhan hunian, tetapi juga berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kehadiran perumahan ini diharapkan menjadi solusi kebutuhan rumah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalianda dan sekitarnya,” ujar Syaiful.

Ia menegaskan, pembangunan kawasan hunian harus memperhatikan aspek tata ruang, lingkungan, serta kelengkapan infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, dan sanitasi.

Dengan tingginya minat masyarakat pada tahap awal, Menara Siger Residence I diproyeksikan menjadi salah satu kawasan hunian yang berkembang di Lampung Selatan. (Red)

Continue Reading

Ekonomi

Jalan Dibangun, Asa Pun Bertumbuh

Published

on

Lampung Selatan, dailynewslampung – Pagi itu, Selasa (21/4/2026), tak hanya pita yang terpotong. Di dua ruas jalan yang baru diresmikan, harapan warga ikut terbentang—panjang, seperti aspal yang kini menghubungkan mimpi-mimpi kecil di desa dengan dunia yang lebih luas.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan meresmikan dua ruas jalan strategis. Namun bagi warga, ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Ini tentang waktu tempuh yang dipangkas, tentang dagangan yang lebih cepat sampai, tentang wisatawan yang tak lagi ragu datang.

Di Kecamatan Kalianda, ruas Lubuk Dalam–Way Urang sepanjang 1.075 meter kini menjadi denyut baru menuju Kawasan Wisata Batu Rame. Dulu, perjalanan ke sana adalah cerita tentang jalan berdebu dan lubang yang menguji kesabaran. Kini, roda berputar lebih ringan, dan bersama itu, harapan para pedagang ikut bergerak.

“Sekarang orang lebih mudah datang,” ujar seorang pedagang di sekitar kawasan wisata, dengan senyum yang tak lagi diselimuti cemas. Lapaknya yang sederhana kini lebih sering disinggahi. Ada geliat yang dulu jarang terasa.

Sementara di Kecamatan Palas, jalan Bumi Daya–Bumirestu–Trimomukti sepanjang kurang lebih 8 kilometer membentang seperti urat nadi baru bagi tiga desa. Dibangun dengan rabat beton yang kokoh, jalan ini tak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga mempertemukan peluang.

Bagi pelaku UMKM olahan singkong, jalan ini adalah kabar baik yang datang tanpa banyak kata. Distribusi yang dulu tersendat kini mengalir lebih lancar. Produk yang dahulu hanya berputar di sekitar desa, perlahan mulai menembus pasar yang lebih jauh.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan tersebut. Namun lebih dari itu, ia menitipkan pesan sederhana—agar jalan ini dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan untuk hal-hal yang membawa kebaikan.

“Jalan ini milik kita bersama. Semoga bisa menjadi jalan bagi meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Di balik angka-angka anggaran dan ukuran konstruksi, ada cerita yang tak tercatat di laporan resmi: tentang ibu-ibu yang kini lebih cepat ke pasar, tentang anak-anak yang perjalanannya ke sekolah menjadi lebih aman, tentang pelaku usaha kecil yang mulai berani bermimpi lebih jauh.

Dua ruas jalan itu kini bukan hanya penghubung antarwilayah. Ia telah menjadi saksi—bahwa ketika akses dibuka, kehidupan pun perlahan menemukan jalannya. (red)

Continue Reading

Bandarlampung

Gerak Cepat Wali Kota Eva Dwiana, Banjir Usai Hujan Deras di Bandar Lampung Cepat Tertangani

Published

on

Bandar Lampung, dailynewslampung – Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, bergerak cepat memantau kondisi warga usai hujan deras mengguyur Kota Tapis Berseri.

Berdasarkan pantauan di Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Selasa (14/4), hujan yang berlangsung sejak pukul 18.00 WIB hingga 23.00 WIB menyebabkan sungai dan gorong-gorong meluap.

Eva Dwiana turun langsung meninjau kondisi warga terdampak, salah satunya di Kelurahan Penengahan. Satuan tugas (Satgas) Kota Bandar Lampung juga dikerahkan untuk membantu warga. Aliran listrik yang sempat padam pun berhasil kembali normal.

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turut diterjunkan untuk mengeruk sedimentasi di gorong-gorong serta menggunakan alat penyedot air agar genangan cepat surut.

Upaya cepat pemerintah daerah mendapat apresiasi dari warga. Bayu (34) mengaku puas dengan respons sigap pemerintah kota.
“Lampu yang sempat mati saat hujan sudah kembali hidup. Ini sangat penting untuk penerangan dan aktivitas warga,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Amin (44), yang menilai air cepat surut berkat perawatan rutin.
“Karena gorong-gorong rutin dibersihkan, air jadi cepat turun,” katanya.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemerintah Kota Bandar Lampung terus mempercepat normalisasi sungai dan gorong-gorong di sejumlah wilayah, termasuk penataan konstruksi bangunan di Kelurahan Tanjung Senang.

Eva Dwiana menegaskan bahwa normalisasi sungai tetap menjadi prioritas utama, terutama melalui pembersihan sedimentasi tebal di gorong-gorong guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang. (red)

Continue Reading

Trending