Lampung Selatan,Dailynewslampung – Upaya meningkatkan budaya membaca, memperkuat kemampuan literasi, serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Budaya dan Literasi pada Satuan Pendidikan Dasar dan Masyarakat Tahun 2026 yang digelar di Kecamatan Ketapang, Rabu 12/8/26. Dihadiri Kadis Perpustakaan dan Kearsipan, Feri Bastian, S.E., M.Ling.
Dalam sambutannya, Feri Bastian, menyampaikan bahwa penguatan literasi merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Ia menegaskan bahwa perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga pusat pembelajaran dan pengembangan pengetahuan bagi masyarakat. “Budaya literasi harus kita hidupkan bersama, dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Sosialisasi diikuti oleh unsur satuan pendidikan dasar, tenaga pendidik, peserta didik, serta masyarakat. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya membangun kebiasaan membaca, menulis, berpikir kritis, sekaligus mengenal dan melestarikan nilai-nilai budaya yang berkembang di lingkungan sekitar.
Dalam kegiatan tersebut, literasi tidak hanya dipandang sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai kemampuan memahami informasi, mengolah pengetahuan, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Penguatan budaya literasi sejak jenjang pendidikan dasar dinilai penting karena sekolah menjadi salah satu lingkungan strategis dalam membentuk kebiasaan positif pada anak. Melalui kegiatan membaca dan pengenalan budaya lokal, peserta didik diharapkan memiliki wawasan yang lebih luas sekaligus tetap memiliki kepedulian terhadap identitas dan kearifan lokal.
Sementara bagi masyarakat, budaya literasi diharapkan dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Masyarakat yang memiliki kemampuan literasi yang baik akan lebih mampu memilah informasi, memahami perkembangan zaman, serta mengambil keputusan berdasarkan informasi yang benar.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga mendorong agar gerakan literasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan melalui aktivitas di sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat.
Melalui sosialisasi budaya dan literasi ini, Kecamatan Ketapang diharapkan mampu menjadi salah satu wilayah yang aktif dalam mengembangkan ekosistem literasi sekaligus menjaga keberagaman budaya lokal.
Penguatan budaya dan literasi pada akhirnya diharapkan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, wawasan kebangsaan, serta kepedulian terhadap budaya dan lingkungan sosialnya.(Red)
