Connect with us

Featured

PWI Lamsel Bekali Keterampilan Menulis Jurnalistik di LDK DEMA STAI Yasba

Published

on

Lampung Selatan, DailynewsLampung.com – Kemampuan jurnalistik kini tidak lagi dipandang sebagai keterampilan tambahan bagi mahasiswa, melainkan kebutuhan penting dalam membangun kepemimpinan, menyampaikan gagasan, serta menggerakkan perubahan sosial di era digital.

Berangkat dari semangat tersebut, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Yasba Kalianda memasukkan materi jurnalistik sebagai salah satu agenda utama dalam Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) tahun ini.

Mengusung tema “Terbinanya Mahasiswa yang Kritis, Berintegritas, dan Berjiwa Kepemimpinan sebagai Agen Perubahan dan Penggerak Organisasi”, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak kader mahasiswa yang tidak hanya aktif di organisasi, tetapi juga piawai mengelola informasi secara bertanggung jawab.

Ketua Dema STAI YASBA, Dela Yunita menjelaskan, mahasiswa sebagai agen perubahan, dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis sekaligus keterampilan menyampaikan informasi yang benar, menarik, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

“Jurnalistik menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk mendokumentasikan kegiatan organisasi, menyampaikan aspirasi, hingga membangun citra positif lembaga melalui berbagai platform media,” ungkap Dela, Sabtu, 27 Juni 2026.

Menurutnya, Materi jurnalistik pada LDK DEMA STAI Yasba, menghadirkan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Selatan yang diwakili Wakil Ketua Pendidikan, Yuda Pranata, S.P, M.M sebagai narasumber utama.

“Kegiatannya berlangsung di Aula Bagus Burhan, Kampus STAI Yasba Kalianda,” ucapnya.

Dela menilai, penguasaan jurnalistik akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi derasnya arus informasi digital.

Di tengah maraknya penyebaran hoaks dan disinformasi, mahasiswa dituntut mampu melakukan verifikasi, menyampaikan fakta secara objektif, serta menjaga etika komunikasi publik.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta memahami konsep dasar jurnalistik dan mampu menerapkannya dalam aktivitas organisasi kemahasiswaan. Indikator keberhasilan yang ditetapkan antara lain kemampuan mengumpulkan informasi melalui observasi dan wawancara, menyusun berita sederhana dengan prinsip 5W+1H, serta menghasilkan konten publikasi yang informatif dan menarik,” bebernya.

Sementara, Wakabid Pendidikan PWI Lampung Selatan, Yuda Pranata, S.P., M.M., menyiapkan metode pembelajaran yang tidak hanya berupa ceramah, tetapi juga diskusi interaktif, sesi tanya jawab, hingga praktik langsung wawancara, menulis berita dan membuat konten publikasi organisasi.

“Materi yang diberikan mencakup pengenalan dasar-dasar jurnalistik dan perannya bagi mahasiswa, teknik mencari serta mengumpulkan informasi, keterampilan wawancara dan observasi, hingga teknik penulisan berita menggunakan kaidah 5W+1H,” ungkap Yuda.

Kepala Biro Radar Lampung di Lampung Selatan ini menjelaskan, para peserta dibekali pemahaman mengenai bahasa jurnalistik yang efektif, etika bermedia, serta strategi publikasi organisasi melalui media sosial.

Tak hanya itu, aspek etika menjadi perhatian utama. Peserta didorong untuk memahami tanggung jawab moral dalam menyebarkan informasi, sehingga setiap publikasi organisasi dapat memberikan manfaat dan tidak menimbulkan dampak negatif di tengah masyarakat.

Yuda menilai kemampuan jurnalistik menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan era digital yang dipenuhi arus informasi tanpa batas.

Menurutnya, mahasiswa sebagai agen perubahan harus mampu menjadi produsen informasi yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab, bukan sekadar menjadi konsumen media sosial.

“Jurnalistik mengajarkan mahasiswa untuk berpikir sistematis, melakukan verifikasi, menghargai fakta, serta menyampaikan informasi secara objektif. Keterampilan ini sangat dibutuhkan dalam membangun karakter kepemimpinan yang berintegritas,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Redaktur Pelaksana media Radar Lampung ini.

Ia menambahkan, organisasi kemahasiswaan saat ini dituntut mampu mengelola publikasi secara profesional agar berbagai kegiatan, gagasan, dan aspirasi mahasiswa dapat tersampaikan kepada masyarakat dengan baik.

“Di tengah maraknya hoaks dan disinformasi, mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi yang benar dan mencerahkan. Karena itu, materi jurnalistik dalam LDK bukan sekadar belajar menulis berita, tetapi juga membentuk etika, tanggung jawab, dan kemampuan literasi digital,” katanya.

Yuda berharap para peserta LDK DEMA STAI Yasba Kalianda dapat memanfaatkan pelatihan tersebut untuk meningkatkan kemampuan observasi, wawancara, penulisan, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana dakwah, edukasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Saya berharap lahir kader-kader mahasiswa yang tidak hanya kritis dalam berpikir dan kuat dalam memimpin, tetapi juga mampu menjadi komunikator publik yang santun, kreatif, dan menjunjung tinggi kebenaran. Itulah esensi jurnalistik yang sesungguhnya,” pungkasnya. (Red)

Bandarlampung

Gedong Air Optimistis Wakili Lampung di Lomba Kelurahan Nasional 2026

Published

on

Bandar Lampung, Dailynewslampung.com Pemerintah Kota Bandar Lampung optimistis Kelurahan Gedong Air, Kecamatan Tanjungkarang Barat, mampu menjadi wakil Provinsi Lampung pada Lomba Kelurahan Tingkat Nasional 2026. Optimisme itu disampaikan Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, saat kunjungan Tim Penilai Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung di Kelurahan Gedong Air.

Eva Dwiana mengatakan, Kelurahan Gedong Air memiliki sejumlah keunggulan yang dinilai mampu bersaing hingga tingkat nasional. Menurutnya, masyarakat di wilayah tersebut hidup rukun dengan semangat toleransi dan gotong royong yang masih terjaga.

“Harapan bunda kita bisa mendapat juara dalam perlombaan ini, tadi kan sudah dinilai, kita punya beberapa keunggulan, semoga aja bisa menang,” katanya.

Selain memiliki masyarakat yang majemuk terdiri dari suku Jawa, Lampung, Sunda, Tionghoa, dan etnis lainnya, Gedong Air juga dinilai aktif melestarikan budaya daerah melalui berbagai kelompok seni, seperti karawitan, kuda kepang, sanggar seni Lampung, hingga pencak silat tradisional.

Di sektor ekonomi, Kelurahan Gedong Air juga memiliki potensi UMKM yang bergerak di berbagai bidang usaha. Wilayah tersebut turut mendukung program pemerintah, di antaranya penyediaan bahan untuk Program Makanan Bergizi Gratis serta pemberdayaan masyarakat melalui Koperasi Merah Putih.

Eva menjelaskan, lomba kelurahan merupakan agenda tahunan yang mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Desa dan Kelurahan. Kegiatan ini bertujuan mendorong pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kelembagaan, peningkatan partisipasi warga, serta pelestarian budaya gotong royong.

“Harapan kita, Tim Penilai Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung menetapkan Kelurahan Gedong Air sebagai wakil Provinsi Lampung untuk berkompetisi di tingkat nasional pada 2026,” ujarnya. (Red)

Continue Reading

Featured

Rembuk Stunting 2026 Desa Kedaton Fokus Tekan Angka Stunting

Published

on

Lampung Selatan, Dailynewslampung.com – Pemerintah Desa Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda menggelar kegiatan Rembuk Stunting Tahun 2026 sebagai upaya percepatan pencegahan dan penanganan stunting di tingkat desa, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di balai desa tersebut dihadiri oleh perangkat desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, pendamping desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan masyarakat setempat. Rembuk stunting dilaksanakan sebagai forum musyawarah untuk menyusun program prioritas penanganan stunting yang akan dimasukkan dalam rencana pembangunan desa tahun mendatang.

Kepala Desa Kedaton dalam sambutannya menyampaikan bahwa penanganan stunting memerlukan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, upaya pencegahan harus dimulai sejak masa kehamilan hingga pemenuhan gizi anak balita.

“Melalui rembuk stunting ini, diharapkan seluruh pihak dapat bersinergi dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat desa,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga membahas berbagai faktor penyebab stunting, mulai dari pola asuh, sanitasi lingkungan, hingga pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita. Selain itu, disepakati sejumlah program prioritas seperti peningkatan pelayanan Posyandu, edukasi gizi keluarga, serta pemberian makanan tambahan bagi balita berisiko stunting.

Pendamping desa menyampaikan bahwa hasil rembuk stunting akan menjadi dasar penyusunan program dan penganggaran desa agar pelaksanaan penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusias dari peserta yang hadir. Pemerintah Desa Kedaton berharap melalui komitmen bersama tersebut dapat tercipta generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang.(Red)

Continue Reading

Featured

Bandara Raden Inten II Gandeng Damkarmat Lamsel Tingkatkan Kesiapsiagaan Darurat

Published

on

Lampung Selatan, dailynewslampung.com – Perwakilan General Manager KC Bandara Raden Inten II melakukan kunjungan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan guna memperkuat koordinasi dalam penanggulangan kebakaran dan berbagai kondisi darurat, Jumat (26/6/2026).

Kunjungan tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan sinergi antara pihak bandara dan Damkarmat Lampung Selatan dalam menghadapi potensi kebakaran, penyelamatan, hingga penanganan keadaan darurat lainnya yang dapat terjadi di kawasan bandara maupun wilayah penyangga.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas sejumlah program kerja sama, termasuk peningkatan kapasitas personel melalui tiga jenis pelatihan yang melibatkan Dinas Damkar dan Penyelamatan Lampung Selatan. Pelatihan tersebut meliputi pemadaman kebakaran, penyelamatan (rescue), serta penanggulangan dan penanganan tindakan melawan hukum.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan, Sefri Masdian, mengatakan pihaknya siap mendukung penuh program tersebut dengan menyiapkan personel yang akan bertugas di lingkungan bandara.

“Kami akan mengerahkan enam personel untuk disiapkan di lokasi Bandara Raden Inten II sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi keadaan darurat,” ujar Sefri.

Menurutnya, kolaborasi antara Damkarmat dan pihak bandara sangat penting mengingat Bandara Raden Inten II merupakan salah satu objek vital nasional yang memerlukan sistem keamanan dan keselamatan yang optimal.

“Kami sangat antusias mendukung kegiatan ini. Apalagi Bandara Raden Inten II merupakan objek vital nasional yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan perekonomian. Karena itu, kesiapan personel dan koordinasi lintas instansi harus terus ditingkatkan,” katanya.

Sementara itu, General Manager KC Bandara Raden Inten II, Kiki Aprina Arieanti, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Damkarmat Lampung Selatan diharapkan mampu memperkuat sistem penanggulangan keadaan darurat secara terpadu sehingga keselamatan pengguna jasa bandara maupun masyarakat sekitar dapat semakin terjamin.

Melalui koordinasi tersebut, hubungan kerja sama antara KC Bandara Raden Inten II dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan diharapkan semakin erat guna mewujudkan penanganan keadaan darurat yang cepat, tepat, dan profesional. (Red)

Continue Reading

Trending