LAMPUNG SELATAN, DNL : Kandidat petahana Bupati Lampung Selatan, Hi Nanang Ermanto (NE) kembali tunjukkan komitmennya dalam kontestasi Pilkada 2024. Didampingi perwakilan 17 PAC, badan partai, sayap partai dan sejumlah simpatisan, suami dari Bunda Winarni itu hadir langsung dalam proses pengembalian berkas pendaftaran sebagai bakal calon bupati Lampung Selatan ke tiga partai politik (Parpol). Masing-masing 3 parpol itu yakni, PAN, Nasdem dan Demokrat, Minggu 5 Mei 2024.
Start pertama, sekitar pukul 09.23 wib, rombongan tim incumben itu tampak sambangi kantor partai berlambang Matahari terbit itu di jalan lintas Sumatera, Sebayak Kalianda. Tim NE disambut langsung oleh Ketua DPD PAN Lamsel, Roslina dan ketua komisi 2 DPRD Lamsel, Eddy Waluyo.
“Baik pak Nanang, disini saya bersama pak Eddy Waluyo dan ini sekretaris penjaringan, sedangkan kawan-kawan pengurus lain masih dalam perjalanan, maklum hari Minggu. Kalau pak Agus Satorno (wakil ketua I DPRD), berhalangan hadir karena masih cidera kakinya,” ujar Roslina dalam kesempatan itu.
Menariknya, setelah dilakukan penyerahan berkas pendaftaran secara simbolis oleh LO NE ke panitia, Roslina yang pernah menjabat wakil ketua I DPRD Lamsel periode 2014-2019 itu, sempat meminta kesediaan dan berlanjut mengenakan secara langsung rompi partai warna biru yang bertuliskan DPD PAN Lampung Selatan, kepada bakal calon bupati Lamsel, Nanang Ermanto.
“Izin pak Nanang, kesediaannya agar mengenakan rompi DPD PAN Lampung Selatan, sebagai simbol penghormatan, penghargaan dan kebersamaan PAN dan PDIP, yang merupakan satu keluarga besar,” imbuhnya seraya mengungkapkan beberapa catatan sejarah gemilangnya koalisi PAN-PDIP pada pilkada 2015 silam.
Bertolak dari PAN, rombongan berlanjut ke DPD Partai Nasdem. Di kantor partai besutan Surya Paloh itu, rombongan tim NE disambut langsung oleh Ketua DPD Partai Nasdem, Miftahul Bahri, caleg Nasdem terpilih dapil 3 Lamsel, Polman Sinaga dan sejumlah pengurus Nasdem lainnya.
“Selamat datang di kantor DPD Nasdem Lampung Selatan, mohon maklum kalau kondisi kantornya seperti ini. Disini saya menyambut kawan-kawan didampingi beberapa pengurus Nasdem,” ujar Miftahul Bahri seraya mempersilahkan tim LO NE menyerahkan berkas pendaftaran ke bagian lantai 2 kantor.
Sebagai pamungkas, sekitar pukul 12.30 wib rombongan secara konvoi dengan sejumlah kendaraan itu berlanjut ke sekretariat DPC Partai Demokrat Lamsel di jalinsum Desa Kedaton Kecamatan Kalianda. Rombongan disambut langsung oleh Ketua DPC partai Demokrat, M.Junaidi, wakil ketua Demokrat Jenghis Khan Haikal beserta sejumlah pengurus Demokrat lainnya.
Ketua DPC Partai Demokrat, M.Junaidi dalam sambutannya mengungkapkan permohonan maafnya karena formasi pengurus Demokrat yang hadir kurang lengkap. Dikatakannya, hal itu dikarenakan informasi perubahan jadwal pengembalian berkas yang sebelumnya direncanakan Selasa 7 Mei, tapi dimajukan Minggu 5 Mei.
Lebih lanjut, M. Junaidi mengungkapkan mekanisme penjaringan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah Partai Demokrat beserta sejumlah persyaratan khusus yang umumnya berlaku juga di partai-partai lainnya.
“Mekanisme penjaringan di Demokrat umumnya berlaku juga di setiap partai, seperti kelengkapan administrasi dan juga hal-hal khusus, seperti elektabilitas bakal calon dan juga kapabilitas. Untuk elektabilitas sendiri, bakal ada sekitar 8 lembaga survey yang melakukan survey terhadap para kandidat,” tutur Caleg DPRD Provinsi Lampung terpilih ini.
“Sebagai informasi yang tak kalah penting, bahwa kedepannya, DPD partai Demokrat Lampung bakal menggelar pertemuan dengan para kandidat bakal calon yang mendaftar di Demokrat di seluruh kabupaten dan kota, termasuk kandidat bakal calon Gubernur Lampung. Besar harapan kami sekiranya Mas Nanang beserta istri dapat hadir, yang tentunya akan menjadi nilai tambah untuk dapat diusung oleh Demokrat,” pungkas M. Junaidi.(rls)
Bandar Lampung, dailynewslampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung bersama TNI mempercepat normalisasi sungai di Kelurahan Jagabaya I, Kecamatan Way Halim, menyusul luapan air yang sempat menggenangi rumah warga pada Selasa (14/4/2026) kemarin.
Berdasarkan pantauan pada Sabtu (18/4), Satuan Tugas (Satgas) Bandar Lampung yang terdiri dari BPBD, DLH, Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum, pihak kecamatan dan kelurahan, serta linmas bersama TNI mulai melakukan normalisasi sejak pukul 08.00 WIB.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, turut meninjau langsung kegiatan tersebut. Ia menegaskan langkah ini dilakukan untuk mencegah terulangnya banjir saat hujan deras.
“Satgas harus selalu siaga, meskipun tidak sedang hujan. Bencana bisa datang kapan saja,” ujar Eva Dwiana.
Pemkot Bandar Lampung saat ini juga mempercepat normalisasi sungai dan gorong-gorong di sejumlah wilayah, termasuk penataan konstruksi badan sungai.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan solusi jangka panjang terhadap persoalan banjir yang kerap dikeluhkan warga. Normalisasi sungai tetap menjadi prioritas, terutama melalui pembersihan sedimentasi tebal di gorong-gorong di berbagai titik di Kota Bandar Lampung. (Red)
Bandar Lampung, dailynewslampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung mengambil langkah tegas dengan mengintervensi normalisasi sungai di Kecamatan Tanjung Senang demi mempercepat penanganan banjir dan menjamin keselamatan warga.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengatakan meski sebagian wilayah menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pemkot tetap bergerak cepat menangani titik-titik krusial yang berdampak langsung pada masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan saat Wali Kota menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di sejumlah kecamatan, seperti Bumi Waras, Rajabasa, Labuhan Ratu, Sukabumi, dan Tanjung Senang, Kamis (16/4/2026).
Menurut Eva, penanganan banjir membutuhkan sinergi lintas sektor yang kuat. Namun, ia mengakui masih terdapat kendala dalam koordinasi di lapangan, sehingga diperlukan langkah cepat dari pemerintah daerah.
“Kami terus mengajak semua pihak untuk bersinergi. Penanganan banjir akan optimal jika koordinasi dari tingkat kecamatan hingga Balai berjalan baik,” ujarnya.
Menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu, Pemkot memutuskan mengambil diskresi untuk melanjutkan proyek drainase di Tanjung Senang yang sebelumnya terhambat.
“Kami sudah berkomunikasi dan meminta izin kepada pihak Balai agar pengerjaan bisa segera dilakukan. Ini murni demi keselamatan warga,” tegasnya.
Selain percepatan infrastruktur, Pemkot juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk bantuan bagi warga terdampak banjir di 36 titik yang tersebar di 13 kecamatan. Bantuan diberikan kepada sekitar 5.800 kepala keluarga berupa beras 10 kilogram dan uang tunai Rp500 ribu per KK.
Tak hanya itu, Pemkot juga akan menata kembali aliran sungai yang terhambat bangunan, khususnya di wilayah Sukabumi, guna memastikan fungsi drainase berjalan optimal dan mengurangi risiko banjir ke depan.
“Pemerintah hadir untuk bertanggung jawab. Penertiban akan dilakukan secara terukur agar aliran air kembali lancar,” kata Eva.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga semangat gotong royong dan bersabar menghadapi situasi, sembari memastikan pemerintah terus hadir mendampingi warga terdampak. (rls)
Bandar Lampung, dailynewslampung – Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menjenguk Aulia Ahmad Akbar, pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung yang mengalami kecelakaan kerja saat bertugas mengevakuasi bencana di Gang Onta, Kecamatan Kedaton.
Dalam kunjungannya di Rumah Sakit Advent Bandar Lampung, Kamis (16/4), Eva Dwiana memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp15 juta serta hadiah umrah untuk meringankan beban korban.
“Terima kasih banyak atas pengorbanannya, semoga lekas pulih dan bisa kembali beraktivitas,” ujar Eva Dwiana.
Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi saat waktu istirahat setelah salat dzuhur. Dalam kondisi kelelahan usai bekerja, korban diduga kurang fokus ketika hendak membersihkan mesin pompa penyedot air yang masih dalam keadaan menyala.
Akibatnya, tangan korban tersedot ke dalam mesin hingga menyebabkan tiga jarinya putus.
Saat ini, Aulia Ahmad Akbar masih menjalani perawatan intensif di RS Advent Bandar Lampung. Pihak keluarga menyebutkan korban membutuhkan penanganan serius, baik secara medis maupun pemulihan pascaoperasi. (Red)