Connect with us

Featured

Jalan Lama, Harapan Baru: Kisah 52 Tahun Penantian di Sidomulyo

Published

on

Lampung Selatan, dailynewslampung – Lebih dari setengah abad, Jalan Kota Dalam–Budidaya di Kecamatan Sidomulyo menjadi saksi bisu kesabaran warga.

Retak, berlubang, dan berdebu saat kemarau, becek saat hujan—ruas jalan itu seperti menua bersama waktu. Hingga akhirnya, penantian panjang itu menemui muaranya.

Pada Jumat (27/2/2026), harapan yang lama disimpan warga Desa Budidaya resmi diwujudkan. Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, meresmikan Jalan Kota Dalam–Budidaya (R.092), menandai babak baru bagi akses yang sejak 1973 tak tersentuh pembangunan berarti.

Sorak bahagia pecah di antara warga yang memadati lokasi peresmian. Jalan yang dulu menjadi simbol keterisolasian kini berubah rupa—lebih layak, lebih aman, dan lebih manusiawi. Secara teknis, ruas ini membentang sepanjang 2.420 meter dengan lebar rata-rata 3 meter. Pada 2025, penanganan dilakukan melalui konstruksi rabat beton sepanjang 1.350 meter dengan lebar 3,5 meter. Total, 2.150 meter jalan kini telah diperkuat rabat beton.

Namun bagi warga, jalan ini bukan sekadar angka dan spesifikasi. Ia adalah jawaban atas penantian.

Ratnasih, warga Dusun 4 Desa Budidaya, menahan haru saat mengenang masa lalu. “Jalan ini terakhir dibangun tahun 1973. Sudah 52 tahun baru diperbaiki sekarang. Rasanya senang sekali,” katanya lirih, sembari mengucap terima kasih kepada sang bupati.

Nada serupa datang dari Lili Salamah. Ia menyebut peresmian ini sebagai bukti janji yang ditepati. “Alhamdulillah sekarang sudah dibangun. Dulu waktu kampanye ada janji memperbaiki jalan ini, dan sekarang benar-benar terwujud,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Bupati Egi menegaskan bahwa pembangunan jalan adalah komitmen berkelanjutan. Ia memaparkan, pada awal 2025 tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Lampung Selatan masih berada di kisaran 54 persen. Berkat peningkatan kualitas konstruksi sepanjang tahun, angka itu kini mendekati 62 persen.

Program tersebut, kata dia, akan terus dilanjutkan hingga 2026–2027 sebagai prioritas pemerintah daerah.

Peresmian Jalan Kota Dalam–Budidaya pun menjelma simbol: tentang janji yang ditegakkan, tentang negara yang hadir. Setelah lebih dari lima dekade, jalan yang dulu sulit dilalui kini membuka ruang gerak baru—menghubungkan harapan, memperlancar mobilitas, dan menumbuhkan denyut ekonomi warga Sidomulyo. (Red)

Ekonomi

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lampung Siapkan Rp4,5 Triliun Uang Layak Edar Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026

Published

on

Lampung, Dailynewslampung – Sebagai salah satu langkah untuk memastikan pemenuhan kebutuhan uang layak edar bagi masyarakat, sekaligus memperkuat edukasi mengenai perilaku belanja bijak dan pendalaman pemahaman terhadap nilai Rupiah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menyelenggarakan Kick Off program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) Tahun 2026 dengan mengusung tema “Menjaga Rupiah di Bulan Penuh Berkah”. Melalui sinergi bersama perbankan, Bank Indonesia berkomitmen menjaga ketersediaan uang tunai dan mendorong digitalisasi pembayaran guna mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di wilayah Lampung selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

Pelaksanaan SERAMBI 2026 di Provinsi Lampung menjadi bagian dari langkah nasional di
mana, Bank Indonesia Lampung menyiapkan uang kartal sebesar Rp4,5 Triliun, meningkat
28,6% dari tahun sebelumnya.

Bersinergi dengan 40 perbankan di seluruh Provinsi Lampung, pemenuhan kebutuhan ini bertujuan untuk menjamin kecukupan uang layak edar bagi masyarakat.

Guna meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan, Bank Indonesia memperluas jangkauan
layanan kas keliling di berbagai pusat aktivitas keagamaan, baik di dalam maupun di luar Kota
Bandar Lampung.

Masyarakat yang ingin melakukan penukaran dapat melakukan pemesanan dan memantau jadwal layanan melalui laman resmi https://pintar.bi.go.id. Adapun paket penukaran uang disediakan maksimal sebesar Rp5.300.000,00 per orang yang mencakup
pecahan mulai dari Rp1.000 hingga Rp50.000.

Selain ketersediaan uang fisik, Bank Indonesia juga secara masif mendorong masyarakat untuk
beralih ke transaksi digital menggunakan QRIS yang menawarkan prinsip CEMUMUAH (Cepat,
Mudah, Murah, Aman, dan Andal) sekaligus sebagai upaya preventif terhadap peredaran uang palsu.

Melalui inisiatif ini, diharapkan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan kenyamanan
transaksi serta pemahaman yang lebih baik dalam merawat dan menjaga kedaulatan Rupiah.

Continue Reading

Featured

Mulai Rp650 Ribu, Paket Menginap Ramadan di Resort Pantai Kalianda

Published

on

Lampung Selatan, dailynewslampung – Menyambut Ramadhan 1447 Hijriah, Grand Elty Krakatoa Hotel & Resort meluncurkan program spesial bertajuk Roomadhan Beach.

Program ini merupakan paket menginap bernuansa pantai yang dirancang untuk menghadirkan suasana ibadah lebih tenang dan berkesan.

Mengusung konsep Ramadhan in Serenity, paket ini menyasar keluarga dan pasangan yang ingin menikmati Ramadan dengan atmosfer berbeda—lebih khusyuk, jauh dari hiruk pikuk kota, namun tetap nyaman dengan fasilitas resort berbintang.

General Manager Grand Elty Krakatoa, Hosein Rachmat Ibrahim, mengatakan program ini bukan sekadar promo musiman, melainkan bagian dari komitmen hotel dalam menghadirkan layanan yang selaras dengan nilai Ramadhan.

“Ramadan adalah momentum memperkuat kebersamaan dan mendekatkan diri secara spiritual. Melalui Roomadhan Beach, kami ingin tamu merasakan pengalaman menginap yang bukan hanya nyaman, tetapi juga mendukung kekhusyukan ibadah,” ujar Hosein, Minggu (15/2/2026).

Berlokasi di kawasan pantai Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, resort ini menawarkan panorama laut terbuka, udara segar, serta lingkungan asri yang menjadi daya tarik utama.

“Suasana pantai yang tenang memberikan ruang bagi tamu untuk beristirahat lebih optimal. Kami ingin mereka pulang dengan perasaan rileks dan energi baru setelah menjalani Ramadan di sini,” tambahnya.

Paket Roomadhan Beach dibanderol mulai Rp650.000 nett per kamar per malam. Dengan harga tersebut, tamu mendapatkan fasilitas menginap dua hari satu malam di hotel atau vila, iftar dan sahoor untuk dua orang dewasa, serta akses gratis ke pantai dan kolam renang.

Tak hanya itu, tamu juga memperoleh diskon 20 persen untuk aktivitas darat (land activity), Wi-Fi gratis, dan parkir tanpa biaya tambahan.

Program ini berlaku untuk periode menginap 18 Februari hingga 19 Maret 2026. Manajemen hotel menyebut kuota kamar terbatas selama periode Ramadhan.

Hosein menegaskan, seluruh rangkaian layanan dalam paket ini telah dipersiapkan secara detail, mulai dari kenyamanan kamar hingga kualitas hidangan berbuka dan sahur.

“Kami ingin menghadirkan Ramadan yang hangat dan berkesan. Bukan hanya tempat bermalam, tetapi pengalaman menyeluruh bersama keluarga,” katanya.

Reservasi dapat dilakukan melalui nomor 0811-7911-900 dengan syarat dan ketentuan berlaku.

Dengan konsep yang memadukan ketenangan alam dan layanan premium, Roomadhan Beach menjadi alternatif bagi masyarakat Lampung dan sekitarnya yang ingin mengisi Ramadan dengan suasana lebih damai—tanpa harus bepergian jauh. (Red)

Continue Reading

Featured

Diujung Jari, Buku-Buku Itu Kini Menyapa Lampung Selatan

Published

on

Lampung Selatan, dailynewslampung  – Kalianda, siang itu tak hanya menaungi jalannya Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah.

Di sela agenda yang sarat angka dan rencana, ada satu kabar yang terasa lebih hangat: buku-buku kini tak lagi menunggu untuk didatangi, melainkan hadir di genggaman.

Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Selatan, masyarakat diperkenalkan pada layanan buku digital—sebuah langkah sunyi namun berarti untuk mendekatkan literasi kepada siapa saja, di mana saja.

Peluncuran layanan itu diperkenalkan dalam forum Musrenbang RKPD Kecamatan Kalianda, Kamis, 12 Februari 2026. Di halaman kegiatan, mobil perpustakaan keliling tetap setia membuka pintunya, menghadirkan lembar-lembar buku fisik yang bisa disentuh dan dibalik. Namun kali ini, ada sesuatu yang berbeda: buku-buku juga hadir tanpa kertas, tanpa rak, tanpa batas jarak.

“Kini teman-teman bisa baca buku favorit tanpa harus keluar rumah. Kegiatan penyediaan buku digital ini kami lakukan untuk meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus mempermudah akses informasi bagi semua kalangan,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Selatan, Feri Bastian.

Digitalisasi koleksi ini bukan sekadar mengikuti arus zaman. Ia lahir dari kesadaran bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan datang ke gedung perpustakaan. Ada yang terhalang jarak, waktu, bahkan kesibukan sehari-hari. Dengan platform khusus yang disediakan, buku pelajaran, novel, pengetahuan umum hingga karya sastra lokal kini bisa diakses melalui komputer maupun telepon pintar.

Beberapa judul bahkan dapat diunduh sesuai ketentuan yang berlaku. Artinya, ketika sinyal melemah atau jaringan terputus, cerita dan pengetahuan tetap bisa menemani.

Ragam koleksi yang tersedia menjadi daya tarik tersendiri. Anak sekolah dapat mencari referensi pelajaran, pembaca dewasa bisa tenggelam dalam novel, sementara pencinta budaya dapat menelusuri karya sastra daerah yang merekam jejak kearifan lokal. Semua tersaji dalam satu ruang maya yang terbuka.

Bagi masyarakat yang selama ini sulit menjangkau perpustakaan fisik atau tak selalu terlayani oleh mobil perpustakaan keliling, layanan digital ini menjadi jembatan baru. Sebuah ruang baca tanpa dinding.

Feri Bastian menegaskan, koleksi buku digital akan terus ditambah sesuai kebutuhan pembaca. Tujuannya sederhana namun mendasar: meningkatkan literasi dan memperluas wawasan masyarakat Lampung Selatan.

Di tengah derasnya arus informasi yang kerap tak tersaring, kehadiran buku digital ini menjadi penanda bahwa literasi tetap memiliki tempat. Kini, di ujung jari, buku-buku itu menyapa—mengajak membaca, memahami, dan bertumbuh bersama zaman. (Red)

Continue Reading

Trending