Connect with us

Bandarlampung

Mengungkap Patogen Tersembunyi dalam Benih Kakao: Upaya Menjaga Kualitas dari Awal

Published

on

Bandar Lampung — Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan yang memiliki peranan penting bagi perekonomian Indonesia. Sebagai bahan baku utama cokelat, kakao bernilai ekonomi tinggi dan menjadi sumber penghidupan bagi jutaan petani di berbagai daerah. Namun, di balik biji kakao yang tampak sehat, terdapat ancaman tersembunyi berupa patogen terbawa benih (seed-borne pathogen) yang dapat menurunkan produktivitas dan mutu hasil tanaman.

Berangkat dari permasalahan tersebut, tim dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melakukan penelitian berjudul “Uji Viabilitas, Isolasi, dan Identifikasi Patogen Terbawa Benih (Seed-Borne) Penyebab Penyakit pada Tanaman Kakao.” Penelitian ini diketuai oleh Ovy Erfandari, S.P., M.Si., dengan anggota Sri Nurmayanti, S.P., M.Si., Novi Safitri, S.P., M.Si., dan Eka Wahyu Ningsih, S.P., M.Si.

Mendeteksi Ancaman Sejak Tahap Awal

Penelitian ini diawali dengan uji viabilitas benih, untuk memastikan daya tumbuh dan kondisi fisik benih kakao yang digunakan. Selanjutnya dilakukan isolasi mikroorganisme patogen dari permukaan dan bagian dalam benih melalui proses sterilisasi, penanaman pada media selektif, serta pengamatan pertumbuhan koloni jamur atau bakteri di laboratorium.

Tahapan ini menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi sumber penyakit yang tidak tampak secara kasat mata, namun berpotensi menyebabkan infeksi pada tanaman muda hingga menurunkan hasil panen di kemudian hari.

Saat ini, penelitian telah memasuki tahap identifikasi patogen, yaitu mengenali dan mengklasifikasikan mikroorganisme yang berhasil diisolasi berdasarkan ciri morfologi seperti warna koloni, bentuk hifa, spora, serta pola pertumbuhannya di bawah mikroskop.

Dari hasil pengamatan sementara, ditemukan adanya beberapa genus jamur patogen potensial, antara lain Aspergillus sp., Fusarium sp., dan Penicillium sp., yang diketahui dapat menimbulkan penyakit pada benih maupun tanaman kakao dewasa.

Menjaga Kesehatan Benih, Menjamin Masa Depan Kakao

Keberadaan patogen ini menjadi peringatan penting bagi petani, peneliti, dan industri kakao agar lebih memperhatikan kesehatan benih sejak tahap pembibitan. Infeksi yang terbawa dari benih dapat menular ke bibit muda dan berlanjut hingga fase produksi buah, sehingga berdampak pada mutu dan produktivitas kakao nasional.

Menurut tim peneliti, tujuan akhir dari studi ini bukan sekadar mengidentifikasi jenis patogen yang ada, tetapi juga menyusun rekomendasi strategi pengendalian penyakit sejak awal, agar benih yang digunakan benar-benar sehat, bebas patogen, dan siap tanam di lapangan.

“Menjaga kesehatan benih sama artinya dengan menjaga masa depan tanaman. Dari benih yang sehat, lahirlah kebun kakao yang produktif dan berkelanjutan,” ujar Ovy Erfandari, Ketua Tim Peneliti Polinela.

Melalui penelitian ini, Polinela menegaskan perannya dalam mendukung peningkatan mutu dan daya saing kakao nasional, serta mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis sains dan inovasi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bandarlampung

Pemkot Bandar Lampung dan TNI Percepat Normalisasi Sungai di Way Halim

Published

on

Bandar Lampung, dailynewslampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung bersama TNI mempercepat normalisasi sungai di Kelurahan Jagabaya I, Kecamatan Way Halim, menyusul luapan air yang sempat menggenangi rumah warga pada Selasa (14/4/2026) kemarin.

Berdasarkan pantauan pada Sabtu (18/4), Satuan Tugas (Satgas) Bandar Lampung yang terdiri dari BPBD, DLH, Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum, pihak kecamatan dan kelurahan, serta linmas bersama TNI mulai melakukan normalisasi sejak pukul 08.00 WIB.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, turut meninjau langsung kegiatan tersebut. Ia menegaskan langkah ini dilakukan untuk mencegah terulangnya banjir saat hujan deras.

“Satgas harus selalu siaga, meskipun tidak sedang hujan. Bencana bisa datang kapan saja,” ujar Eva Dwiana.

Pemkot Bandar Lampung saat ini juga mempercepat normalisasi sungai dan gorong-gorong di sejumlah wilayah, termasuk penataan konstruksi badan sungai.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan solusi jangka panjang terhadap persoalan banjir yang kerap dikeluhkan warga. Normalisasi sungai tetap menjadi prioritas, terutama melalui pembersihan sedimentasi tebal di gorong-gorong di berbagai titik di Kota Bandar Lampung. (Red)

Continue Reading

Bandarlampung

Pemkot Ambil Alih Normalisasi Sungai Tanjung Senang

Published

on

Bandar Lampung, dailynewslampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung mengambil langkah tegas dengan mengintervensi normalisasi sungai di Kecamatan Tanjung Senang demi mempercepat penanganan banjir dan menjamin keselamatan warga.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengatakan meski sebagian wilayah menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pemkot tetap bergerak cepat menangani titik-titik krusial yang berdampak langsung pada masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan saat Wali Kota menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di sejumlah kecamatan, seperti Bumi Waras, Rajabasa, Labuhan Ratu, Sukabumi, dan Tanjung Senang, Kamis (16/4/2026).

Menurut Eva, penanganan banjir membutuhkan sinergi lintas sektor yang kuat. Namun, ia mengakui masih terdapat kendala dalam koordinasi di lapangan, sehingga diperlukan langkah cepat dari pemerintah daerah.

“Kami terus mengajak semua pihak untuk bersinergi. Penanganan banjir akan optimal jika koordinasi dari tingkat kecamatan hingga Balai berjalan baik,” ujarnya.

Menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu, Pemkot memutuskan mengambil diskresi untuk melanjutkan proyek drainase di Tanjung Senang yang sebelumnya terhambat.

“Kami sudah berkomunikasi dan meminta izin kepada pihak Balai agar pengerjaan bisa segera dilakukan. Ini murni demi keselamatan warga,” tegasnya.

Selain percepatan infrastruktur, Pemkot juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk bantuan bagi warga terdampak banjir di 36 titik yang tersebar di 13 kecamatan. Bantuan diberikan kepada sekitar 5.800 kepala keluarga berupa beras 10 kilogram dan uang tunai Rp500 ribu per KK.

Tak hanya itu, Pemkot juga akan menata kembali aliran sungai yang terhambat bangunan, khususnya di wilayah Sukabumi, guna memastikan fungsi drainase berjalan optimal dan mengurangi risiko banjir ke depan.

“Pemerintah hadir untuk bertanggung jawab. Penertiban akan dilakukan secara terukur agar aliran air kembali lancar,” kata Eva.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga semangat gotong royong dan bersabar menghadapi situasi, sembari memastikan pemerintah terus hadir mendampingi warga terdampak. (rls)

Continue Reading

Bandarlampung

Tragis Saat Evakuasi Bencana, Pegawai BPBD Bandar Lampung Alami Cacat, Bunda Eva Beri Perhatian

Published

on

Bandar Lampung, dailynewslampung – Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menjenguk Aulia Ahmad Akbar, pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung yang mengalami kecelakaan kerja saat bertugas mengevakuasi bencana di Gang Onta, Kecamatan Kedaton.

Dalam kunjungannya di Rumah Sakit Advent Bandar Lampung, Kamis (16/4), Eva Dwiana memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp15 juta serta hadiah umrah untuk meringankan beban korban.

“Terima kasih banyak atas pengorbanannya, semoga lekas pulih dan bisa kembali beraktivitas,” ujar Eva Dwiana.

Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi saat waktu istirahat setelah salat dzuhur. Dalam kondisi kelelahan usai bekerja, korban diduga kurang fokus ketika hendak membersihkan mesin pompa penyedot air yang masih dalam keadaan menyala.

Akibatnya, tangan korban tersedot ke dalam mesin hingga menyebabkan tiga jarinya putus.

Saat ini, Aulia Ahmad Akbar masih menjalani perawatan intensif di RS Advent Bandar Lampung. Pihak keluarga menyebutkan korban membutuhkan penanganan serius, baik secara medis maupun pemulihan pascaoperasi. (Red)

Continue Reading

Trending